Kenang Winda Lorenza, Keluarga di Medan Nyalakan 1.000 Lilin dan Doakan Korban

Wait 5 sec.

Suasana keluarga Winda Lorenza Gowasa gelar aksi damai 1.000 lilin di Kota Medan, Jumat (28/8/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparanKeluarga Winda Lorenza Gowasa, yang merupakan mantan istri polisi berpangkat brigadir berinisial ISH, menggelar aksi 1.000 lilin untuk memperingati kematian Winda, Jumat (28/8). Winda meninggal dunia diduga bunuh diri pada Minggu (2/8).Pantauan kumparan di lokasi, tampak massa dari keluarga Winda menyalakan lilin dan menghiasi bingkai foto Winda dengan bunga mawar berwarna putih.Ibu Winda, Yestin Laia, tak tahan menahan air mata. Ia berulang kali menyebut nama Tuhan Yesus untuk meminta pertolongan agar penyebab kematian anaknya dibuka terang benderang. Ia meyakini bahwa anaknya bukan bunuh diri."Anakku bukan bunuh diri, Yesus perhatikan setiap tetesan air mata," kata Yestin di depan Pos Bloc, Kota Medan, Jumat (28/8).Aksi damai itu dilakukan oleh keluarga untuk mengenang dan mendoakan Winda Lorenza Gowasa.Keluarga juga menuntut agar jenazah Winda diekshumasi atau diautopsi ulang secara mandiri.Penasihat hukum Winda, Utreck Richardo Siringoringo, mengatakan bahwa pihaknya meminta agar jenazah Winda diautopsi kembali dan meminta agar penyelidikan dilakukan secara transparan."Kita minta dilakukan secepatnya ekshumasi atau autopsi ulang, dan nanti kita buat itu ada dokter dari kita pembanding dan atau nanti yang bisa menganalisis. Kita mintakan laporannya ditarik ke Polda Sumut dan kemudian penyidikannya transparan. Lalu tambahan adalah hasil dari Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pada saat itu menyampaikan membuka informasi seluas-luasnya," kata Richardo.Lampu di Lokasi Aksi MatiSaat aksi tengah berlangsung, lampu jalan di Lapangan Merdeka, yang sebelumnya menjadi penerangan aksi, tiba-tiba padam sekitar pukul 19.30 WIB. Namun, lampu jalan di sisi lain tetap menyala. Kemudian, jaringan penyedia internet di sekitar lokasi aksi damai tersebut juga tiba-tiba hilang.Richardo mempertanyakan peristiwa matinya lampu tersebut. Ia mengatakan sudah melaporkannya ke pihak Dinas Perhubungan Kota Medan."Bisa tiba-tiba lampu yang di belakang saya di Lapangan Merdeka padam dan padamnya juga kita sudah konfirmasi. Tadi ada beberapa rekan-rekan dari Dinas Perhubungan sudah kita sampaikan, mereka menyampaikan akan segera berkoordinasi. Namun, faktanya sampai hari (saat) ini lampu tidak hidup," ujar Richardo.Polisi Pastikan Mantan Istri Polisi Bunuh Diri Pakai SenpiSebelumnya, Polrestabes Medan memastikan seorang wanita berinisial WLG yang tewas di rumahnya dipastikan bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya, yang merupakan anggota polisi berpangkat brigadir berinisial ISH.Hal tersebut diungkapkan setelah pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Inafis. Di dalam kamar mandi tersebut ditemukan senjata api dan hasil autopsi pada korban ditemukan residu di tubuh korban."Tim Inafis sudah melakukan tindakan pertama TKP dan olah TKP dengan hasil bahwa betul ada senjata api di dalam (kamar mandi) dan ada perlukaan di korban, dikuatkan dengan hasil Labfor. Dikuatkan dengan hasil autopsi yang dilakukan oleh dokter autopsi bahwa adanya sisa residu di jari, tangan, badan, baju milik korban," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, saat ditemui di Polrestabes Medan, Selasa (4/8).Calvijn menuturkan, tim identifikasi dan Laboratorium Forensik (Labfor) melakukan swab (pengambilan sampel) pada jari tangan di tubuh ISH dan tidak ditemukan sisa residu.Berdasarkan hasil pemeriksaan autopsi pada tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Hanya ditemukan bekas satu luka tembakan pada bagian kepala."Di sini didapati bahwa dari keterangan para ahli, yang pertama adalah dokter forensik yang melakukan autopsi bahwa tidak ada bekas-bekas kekerasan atau bekas-bekas apa pun, benda tumpul, benda tajam yang melukai korban," ucap Calvijn."Hanya ada satu luka tembak yang berada di bagian kepalanya, yang dilakukan bunuh diri seperti yang saya jelaskan tadi, dikuatkan dengan dua saksi ISH dan anak," lanjutnya.