Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan di acara IADEL Connect 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (5/9/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparanDewan Ekonomi Nasional (DEN) mengungkapkan uji coba digitalisasi perlindungan sosial (perlinsos) telah menjangkau seluruh 514 kabupaten/kota di Indonesia. Hingga 20 Oktober 2026, sebanyak 11,5 juta kartu keluarga (KK) telah terdaftar dalam program tersebut.Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, program digitalisasi perlinsos dijadwalkan diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 November 2026. Melalui program ini, pemerintah akan mengubah skema penyaluran bantuan dengan mengutamakan pemberian bantuan tunai atau cash transfer kepada masyarakat yang berhak.“Jadi pemerintah pada ujungnya tidak memberikan subsidi kepada produk lagi,” kata Luhut di Istana Merdeka, Selasa (20/10).Menurut Luhut, digitalisasi perlinsos diharapkan dapat memastikan bantuan pemerintah diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak. Dengan begitu, penyaluran bantuan dapat lebih tepat sasaran.Anggota DEN Mochammad Firman Hidayat mengatakan, pelaksanaan uji coba digitalisasi perlinsos juga didukung oleh 775 ribu agen yang membantu masyarakat mendaftarkan diri sebagai calon penerima bantuan sosial.Selain itu, jumlah pendaftar melalui portal digital perlinsos telah melampaui 600 ribu pendaftar per hari berdasarkan data harian yang dicatat oleh DEN.Firman menambahkan, DEN telah menyampaikan hasil studi pelaksanaan uji coba digitalisasi perlinsos di Provinsi Bali kepada Presiden.Hasil studi tersebut menunjukkan digitalisasi perlinsos berpotensi menekan dua jenis kesalahan dalam penyaluran bantuan sosial. Pertama, exclusion error atau kondisi ketika masyarakat yang sebenarnya berhak justru tidak menerima bantuan. Kedua, inclusion error, yakni ketika masyarakat yang tidak memenuhi kriteria justru menerima bantuan.“Jadi dengan menggunakan perlinsos digital ini, exclusion error itu bisa turun sebesar 24,1 persen. Dan inclusion error juga bisa turun dari 4,1 persen,” ujar Firman.Menurut Firman, hasil uji coba tersebut menunjukkan digitalisasi dapat membantu meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial.