Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparanMenteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membeberkan capaian kinerja pemerintahan Presiden Prabowo selama dua tahun menjabat. Airlangga menilai keberhasilan tersebut diraih berkat soliditas dan kerja sama antar-kementerian dan lembaga di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.Airlangga menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif terjaga baik jika dibandingkan dengan negara-negara anggota G20. Di tengah bayang-bayang perang tarif global, pemerintah berhasil mengamankan akses pasar melalui kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat serta penyelesaian EU-CEPA dengan Uni Eropa."Di tengah situasi dunia yang tidak menentu, Indonesia mampu memastikan keberlanjutan kerja sama dan membuka akses pasar internasional secara luas," ujar Airlangga di Jakarta, Rabu, (21/10).Mengenai dinamika pasar modal terkait isu pemantauan MSCI, Airlangga mengakui adanya riak sentimen jangka pendek. Namun, ia menegaskan hal tersebut tidak mengganggu fundamental perekonomian nasional secara keseluruhan, mengingat pemeringkat internasional lainnya tetap memberikan penilaian positif terhadap Indonesia.Airlangga mengimbau seluruh pemangku kepentingan dan pelaku usaha swasta untuk terus bersinergi menghadapi tantangan geopolitik yang diproyeksikan masih berlangsung hingga tahun depan.Terkait pergerakan harga minyak mentah yang berada di kisaran USD 91 hingga USD 92 per barel, dan diperkirakan berada di rata-rata USD 95 per barel hingga akhir tahun Airlangga memastikan postur APBN masih memadai untuk menyerap tekanan tersebut.Guna menjaga daya beli masyarakat hingga penutupan tahun, pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp 31,8 triliun. Paket ini mencakup penyaluran Bantuan Pangan beras 10 kilogram selama tiga bulan, Bantuan Subsidi Upah (BSU), perluasan pembukaan rekening penerima bantuan, hingga insentif diskon belanja libur Natal dan Tahun Baru.Menanggapi gejolak sementara di pasar keuangan, Airlangga menyampaikan bahwa respons pemerintah telah berhasil menenangkan pelaku pasar, tercermin dari pergerakan IHSG yang kembali menguat ke zona hijau serta nilai tukar rupiah yang mulai melandai.Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga membantah rumor yang beredar mengenai rencana pembagian ponsel pintar gratis untuk penyaluran bantuan sosial."Tidak pernah ada pembicaraan atau pembahasan mengenai hal tersebut," tegasnya.Terkait kebijakan efisiensi anggaran kementerian dan lembaga, Airlangga menjelaskan bahwa penyesuaian belanja tetap berjalan sesuai koridor efisiensi fiskal yang ditetapkan pemerintah.