Pebalap tim Ferrari Lewis Hamilton saat balapan F1 Grand Prix Meksiko di Autodromo Hermanos Rodriguez, Mexico City, Meksiko, Minggu (26/10/2025). Foto: Henry Romero/REUTERSPrincipal Tim Red Bull Racing Christian Horner mengungkapkan detail pertemuan rahasia bersama Lewis Hamilton pada musim 2012 sebelum pembalap asal Inggris tersebut akhirnya memutuskan bergabung dengan Mercedes. Seperti dikutip dari laporan ESPN, pengungkapan mengejutkan ini dituangkan langsung oleh Horner dalam buku autobiografi terbarunya yang berjudul Drive.Hamilton yang saat itu membela McLaren sempat mengutarakan niatnya untuk menjadi rekan satu tim Sebastian Vettel di Red Bull. Namun, potensi kemitraan dua juara dunia tersebut gagal terwujud akibat tuntutan finansial yang sangat fantastis dari pihak manajemen Hamilton.Pertemuan Rahasia di Rumah Adrian NeweyKeinginan Hamilton untuk hengkang dari McLaren bermula dari penurunan performa tim akibat masalah teknis sepanjang musim 2012. Horner mengaku melihat adanya sinyal perubahan sikap ketika ayah dari sang pembalap secara mengejutkan menghubungi ponsel pribadinya untuk mengatur sebuah diskusi khusus.Diskusi rahasia tersebut akhirnya berlangsung secara tertutup di kediaman perancang mobil Red Bull, Adrian Newey, di kawasan Ascot. Hamilton datang secara langsung dan tanpa ragu menyatakan minat besarnya untuk bergabung ke skuad Red Bull.Horner menceritakan bagaimana Hamilton langsung membuka percakapan dengan pertanyaan yang sangat lugas. “Apa yang dibutuhkan agar saya bisa bergabung dengan kalian?” kata Hamilton saat duduk bersama Horner dan Newey.Tuntutan Finansial dan Kekhawatiran InternalPeluang kepindahan Hamilton membentur tembok kokoh saat negosiasi finansial mulai dibahas bersama manajernya, Simon Fuller. Sang manajer mengajukan nilai kontrak luar biasa besar yang membuat pihak Red Bull berhitung ulang sebelum melangkah lebih jauh.Horner mengingat betul kata-kata sesumbar dari Simon Fuller saat negosiasi keuangan dibuka. “Anda dan saya bisa membuat kesepakatan olahraga terbesar sejak zaman Muhammad Ali,” kata Fuller kepada Horner.Selain kendala finansial, kepindahan tersebut mendapat penolakan halus dari penasihat Red Bull, Helmut Marko. Marko khawatir kehadiran pembalap berkelas seperti Hamilton akan mengganggu kestabilan serta fokus pengembangan anak emasnya, Sebastian Vettel.Kegagalan Kesepakatan yang Mengubah SejarahRed Bull akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan negosiasi lebih jauh karena biaya transfer yang terlampau mahal. Horner menyadari bahwa celah kegagalan kesepakatan ini dimanfaatkan dengan sangat cerdik oleh tim rival, Mercedes.Mercedes melalui peran Niki Lauda berhasil memboyong Hamilton pada akhir musim 2012 untuk menggantikan Michael Schumacher. Keputusan tersebut terbukti menjadi langkah paling sukses dalam sejarah Formula 1 dengan raihan enam gelar juara dunia pembalap bagi Hamilton.Red Bull sendiri memilih untuk mempertahankan duet Sebastian Vettel dan Mark Webber pada musim 2013. Vettel sukses mengamankan gelar juara dunia keempatnya secara beruntun sebelum akhirnya memutuskan berlabuh ke Ferrari pada akhir 2014.