Budidaya ikan bandeng dengan metode silvofishery di Kelurahan Degayu, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (24/10/2026). Foto: Intan Alliva/kumparanPetambak di Kelurahan Degayu, Kota Pekalongan, Jawa Tengah kini mulai beralih ke metode silvofishery setelah tambak-tambak mereka hilang diterjang rob dan abrasi pantai.Metode ini menggabungkan antara budidaya perikanan dengan pelestarian mangrove. Mangrove-mangrove itu ditanam mengelilingi tambak sebagai upaya untuk mencegah rob dan membentengi pesisir dari abrasi.Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Muda Mandiri Mohammad Arif Rohman (36) mengatakan, rob dan abrasi besar-besaran mulai melanda Degayu sejak 2018 dan terus berlanjut hingga dua tahun setelahnya."Jadi mulai rob besar itu tahun 2018, terus parah banget 2019, 2020 dan 2021 terus penurunan tanah. Itu sawah semuanya hilang, tambak-tambak juga. Mungkin ada ribuan hektare semuanya tenggelam jadi laut," ujar Arif saat ditemui di tambak silvofishery, Sabtu (23/10).Kondisi itu membuat denyut perekonomian di Degayu berhenti. Sebab selama ini sebagian besar penduduk Degayu menggantungkan hidupnya di tambak pada budidaya udang vaname, kerang, bandeng dan komoditas perikanan lainnya."Kerugiannya itu bisa sampai miliaran rupiah karena tambak-tambaknya hilang," jelas Arif.Seorang petambak sedang memberi makan ikan bandeng di tambak dengan metode silvofishery di Kelurahan Degayu, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (24/10/2026). Foto: Intan Alliva/kumparanTahun 2025 harapan akhirnya datang, dibantu oleh program dari Kemitraan dan sejumlah pihak, dikembangkanlah metode silvofishery. Sistem ini menggantikan sistem tambak intensif yang mereka gunakan sebelumnya.Jika dulu petambak hanya berfokus bagaimana menghasilkan laba yang besar dan mengabaikan keanekaragaman hayati yang seharusnya ada di pesisir, kini semuanya pelan-pelan diubah.Kelompok ini kemudian menyiapkan petak percontohan berukuran sekitar 9 x 70 meter. 2.000 benih bandeng ditebar. Di sisi lain pohon-pohon mangrove mulai ditanami mengelilingi tambak-tambak."Konsepnya, tambak dan mangrove harus bersinergi. Jadi, bukan hanya untuk menghasilkan ikan, tetapi juga menjaga lingkungan dan mempersiapkan masa depan anak-anak kita," jelas Arif.Selain bandeng, kelompok juga menjajaki peluang budidaya kepiting, rumput laut dan kerang hijau. Namun, pengembangan komoditas tersebut tetap mempertimbangkan kondisi perairan."Yang paling penting harus dibarengi dengan penanaman mangrove," tegas Arif.Anggota kelompok, Nurhadi (35) menilai, metode ini cukup menjanjikan. Ia optimistis melihat perkembangan ikan bandeng yang umurnya baru sekitar dua bulan karena tingkat kematiannya cukup rendah."Kalau untuk proses ke depan, masih semangat. Perkembangannya bagus. Umur ikan kurang lebih dua bulan dan kematian yang kami perkirakan sekitar 0,3 persen. Nanti bisa dipanen sekitar umur 6 bulan. Sudah besar-besar," imbuh Nurhadi.Selain itu, mereka juga tak lagi khawatir ketika rob tiba-tiba datang menerjang. Pohon-pohon mangrove yang mereka tanam kini menjelma menjadi pagar hidup yang melindungi tambak."Memang awalnya tidak mudah, tapi kami memang harus beradaptasi dengan perubahan iklim sekarang," kata Nurhadi.Sementara itu, Team Leader PMU Kemitraan Indonesia, Arief Mahmudi, menjelaskan masyarakat Kota Pekalongan harus bisa hidup beradaptasi dengan perubahan iklim. Apalagi kota ini salah satu yang paling terdampak."Jadi Pekalongan itu salah satu kota yang paling parah. Ada pencemaran, ada penurunan muka tanah yang cukup tinggi dibanding kota lainnya dan ada beberapa masalah lain," ungkap Arief.Masalah ini kemudian berdampak di mata pencaharian masyarakatnya, karena perubahan iklim banyak sawah yang terendam banjir rob, banyak tambak yang hilang atau peternak yang tidak bisa lagi memelihara hewan."Kita lihat banyak dampak di perubahan iklim terutama di mata pencaharian masyarakat. Petani nggak bisa nanam karena rob, apalagi petambak hilang semua termasuk pemukiman mereka. Nah mereka ini butuh penghidupan baru," jelas dia.Untuk itu, pihaknya pelan-pelan menggandeng masyarakat mengembangkan metode silvofishery agar para petambak tetap bisa bekerja dan lingkungan bisa terus terjaga.