Susul LX, Vespa S Kini Dirakit Lokal di Pabrik Cikarang

Wait 5 sec.

Vespa S 150 terbaru. Foto: Fitra Andrianto/kumparanPT Piaggio Indonesia mengonfirmasi perluasan aktivitas perakitan lokal (assembly) di fasilitas pabrik milik perusahaan yang berlokasi di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat. Setelah melokalisasi Vespa LX, kini giliran Vespa S yang ikut dirakit di dalam negeri.PR & Communications Manager PT Piaggio Indonesia, Ayu Hapsari, membenarkan bahwa lini Vespa S yang beredar di pasar saat ini merupakan hasil rakitan fasilitas manufaktur Cikarang. Keputusan melokalisasi Vespa S diposisikan untuk memperkuat komitmen investasi jangka panjang perusahaan di pasar otomotif nasional.Langkah penambahan model ini diharapkan mempercepat proses distribusi unit ke seluruh diler resmi di Indonesia. Kebijakan ini sekaligus mengoptimalkan utilisasi kapasitas produksi pabrik yang telah beroperasi sejak akhir 2022 lalu.Ekosistem manufaktur di Cikarang tersebut terus didorong untuk memenuhi standar kualitas global dari Piaggio Group. Penjaminan mutu dilakukan secara rinci agar kualitas rakitan lokal sejajar dengan unit impor.Produksi perdana Vespa di pabrik Piaggio Group di Cikarang. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan"Betul, jadi Vespa sekarang di pabrik kami di Jababeka, dulu kita hanya produksi LX saja. Tapi sekarang kita produksi S," kata Ayu saat dikonfirmasi di Jakarta Selatan, Kamis (22/10).Kesamaan basis mesin 150 cc serta penggunaan beberapa komponen utama antara lini LX dan S menjadi salah satu pertimbangan teknis dalam menambah model rakitan di Cikarang. Efisiensi lini perakitan dapat dicapai lebih optimal melalui berbagi platform mesin tersebut.Mengenai volume perakitan, Ayu membeberkan bahwa fasilitas pabrik di Jababeka tersebut dirancang untuk mengakomodasi kapasitas produksi terpasang hingga belasan ribu unit per tahun.Produksi perdana Vespa di pabrik Piaggio Group di Cikarang. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan"Untuk kapasitas maksimum itu per tahun adalah 10 ribu unit," ujar Ayu menjelaskan potensi produksi fasilitas manufaktur mereka.Kinerja produksi serta penyerapan unit hasil rakitan lokal tersebut diklaim berjalan sesuai dengan proyeksi awal perusahaan. Penjualan kendaraan di tingkat diler tercatat terus menunjukkan pertumbuhan positif seiring dengan meningkatnya minat konsumen dari berbagai generasi."So far alhamdulillah baik-baik saja, sesuai dengan harapan," tegas Ayu.