Cerita Darius Sinathrya Jalani Adegan Ekstrem di Atas Atap di The Doll Ghawiah

Wait 5 sec.

Darius Sinathrya saat konferensi pers dan screening series iQIYI "Dalam Suka dan Dusta" di CGV Pacific Place, Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanAktor Darius Sinathrya menceritakan proses syuting adegan pamungkas dalam film horor terbarunya yang berjudul The Doll Ghawiah. Salah satu bagian yang menantang adalah adegan ketika para pemain harus beraksi di atas atap rumah.Darius Sinathrya mengatakan proses syuting untuk bagian final battle tersebut berlangsung selama enam hingga tujuh hari.“Jadi memang untuk final battle kita syuting itu sekitar 6-7 hari. Ada dua set besar sebetulnya, rumah Bu Laras sama rumah kaca,” kata Darius saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.Ia menjelaskan, rumah kaca yang digunakan dalam film tersebut dibangun dari nol dengan ukuran yang cukup besar. Hal itu dilakukan untuk memberikan keleluasaan bagi kamera bergerak saat pengambilan gambar.“Nah, rumah kacanya sendiri kan memang dibangun ya dari scratch, dari nol, dan itu memang besar sekali supaya kita bisa punya camera movement di dalam yang memudahkan. Kita enggak terbatas sama ruangnya,” tutur Darius.Darius Sinathrya (kiri) dan Sara Wijayanto (kanan) saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanDarius Sinathrya soal Adegan Menantang dalam Film The Doll GhawiahNamun, ukuran set yang besar juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pemain. Mereka harus melakukan koreografi adegan yang lebih luas dan panjang.“Tapi secara konsekuensinya secara langsung, akhirnya kita juga harus bikin gerakan atau koreo yang juga besar dan panjang. Lebih seru, jadi tempat bermainnya kita,” ucap Darius.Salah satu rangkaian adegan yang cukup menantang adalah ketika para pemain harus berjalan di atas atap. Menurut Darius, adegan tersebut melibatkan hampir seluruh pemain utama dalam film.“Semua, semua kebagian. Dan memang ada satu sequence yang menuntut semua cast-nya itu jalan di atas atap,” ucap Darius.Meski melibatkan adegan yang berisiko, Darius memastikan aspek keselamatan tetap menjadi perhatian selama proses syuting. Tim produksi juga melibatkan stuntman untuk membantu ketika adegan memiliki tingkat risiko yang terlalu tinggi.“Kalau teknis ya pasti dipikirin safety-nya. Ada stuntman juga yang membantu kalau memang risikonya sudah terlalu tinggi,” ungkapnya.Darius Sinathrya (kiri) dan Sara Wijayanto (kanan) saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanDarius menyebut seluruh adegan dilakukan dengan perhitungan yang matang, sehingga para pemain bisa berkonsentrasi pada emosi dan kebutuhan adegan.“Tapi semua dilakukan secara terukur dan aman, dan kita tinggal mikirin fokus sama emosi dan adegannya,” pungkas Darius.The Doll Ghawiah sendiri bercerita tentang Arya (Darius Sinathrya) dan Evi (Titi Kamal) yang pindah dari Jakarta ke kawasan Babakan Siliwangi di Bandung bersama anak-anak mereka; Gita (Aisyah Aqilah) dan Nala (Laura Moane) untuk memulai lembaran hidup baru.Namun, niat ini berubah menjadi teror mistis ketika Nala menerima sebuah boneka bernama Ghawiah dari anak kecil bernama Uci.Dengan bantuan dari seorang pegawai restoran bernama Laras (Sara Wijayanto), keluarga itu berusaha lepas dari jeratan teror yang kemudian menuntun mereka untuk mengetahui tragedi kelam dalam masa lalu Uci.Dibintangi Darius Sinathrya, Titi Kamal, Laura Moane, Sara Wijayanto, Aisyah Aqila, hingga Fara Shakila film ini dijadwalkan akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026 dan akan tersedia juga dalam format IMAX.