Prabowo Mau Cabut Izin Tambang yang Tak Beroperasi 2 Tahun

Wait 5 sec.

Presiden Prabowo Subianto berpidato saat Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah 2026 di JIEXPO Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenPresiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mencabut izin tambang yang tidak memiliki aktivitas nyata. Kebijakan ini akan menyasar tambang yang tak beroperasi selama dua tahun.Langkah ini dilakukan untuk menertibkan konsesi tambang yang tidak dimanfaatkan pemegang izin.“Saya memberikan instruksi kepada Menteri ESDM, jika lebih dari dua tahun tidak ada aktivitas nyata, cabut,” kata Prabowo dalam Rakornas TPAKD di Jakarta, Kamis (22/10).Adapun Prabowo menyoroti bahwa saat ini banyak konsesi pertambangan yang telah diberikan pemerintah tetapi tidak dikerjakan selama puluhan tahun. Dengan demikian, Prabowo menyebut bahwa pemerintah perlu memastikan pihak yang menerima konsesi benar-benar memiliki kemampuan untuk menjalankan kegiatan pertambangan."Kita harus teliti pihak yang kita percayakan untuk mengelola konsesi, apakah mereka benar-benar memiliki kemampuan atau tidak untuk menjalankannya," ujarnya.Selain itu, ia juga menduga ada sejumlah pengusaha pada masa lalu mengajukan konsesi hanya untuk kepentingan spekulasi meskipun tidak memiliki latar belakang dan pemahaman mengenai operasional pertambangan.Menurutnya konsesi yang tidak dikerjakan selama bertahun-tahun justru hanya akan merugikan bangsa."Mungkin dulu ada pengusaha tertentu yang berspekulasi. Mereka berpikir, minta saja konsesi. Mereka bukan berasal dari bidang pertambangan, tidak mengerti operasi tambang, tetapi tetap mengajukan konsesi Begitu konsesi diberikan, mereka menggunakannya entah untuk spekulasi atau dimasukkan ke bursa-bursa di mana pun. Ujungnya, kita juga rugi sebagai bangsa karena konsesi tersebut puluhan tahun tidak dikerjakan,” ujarnya.Sebagai contoh, Prabowo juga menyinggung konsesi di Masela, Maluku Barat Daya yang sebelumnya telah 28 tahun tidak dikerjakan. Untuk itu, Prabowo menyebut bahwa ia sudah berkomunikasi dengan pemilik konsesinya sehingga ada komitmen aktivitas.“Saya terbang ke Jepang, ketemu tokoh-tokoh Jepang, saya tanya dengan hormat, saya tanya dengan sopan, dengan baik, yang mulia, INPEX masih tertarik mengerjakan? Kalau tidak ya terpaksa kami harus mencabut, karena rakyat kami sangat membutuhkan. Rakyat kami masih banyak yang hidupnya susah, Insya Allah kemarin mereka hadir dan mereka janji dalam 6 bulan akan sudah mulai kegiatan aktivitas,” kata Prabowo.