Kolaborasi Batik Keris bersama Perkumpulan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI). Foto: Batik KerisMerayakan batik sebagai warisan Indonesia tak selalu soal mempercantik kain menjadi sebuah pakaian, tetapi juga bisa menjadi cara untuk mendukung aksi sosial. Hal ini yang kemudian diadopsi oleh Batik Keris lewat kolaborasinya bersama Perkumpulan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI).Kolaborasi ini tak hanya menghadirkan peragaan busana, tetapi juga sesi lelang yang hasil penjualannya disalurkan untuk modal para pelaku UMKM. Ketua Umum PPLIPI, Dra. Hj. Indah Suryadharma Ali, MBA, mengatakan bahwa kolaborasi ini menjadi momen positif untuk mendorong pemberdayaan perempuan.Melalui kolaborasi ini, sebagai organisasi sosial dengan visi dan misi pemberdayaan perempuan, kami berharap dapat memberikan manfaat yang nyata sekaligus mengajak lebih banyak pihak untuk ikut berbagi dan menciptakan perubahan positif melalui pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi,” ungkap Indah beberapa waktu lalu.Sebelum sesi lelang dimulai, acara yang digelar di Fairmont Jakarta dengan tema “Cinta Batik, Cinta UMKM” ini terlebih dahulu menampilkan koleksi batik kontemporer terbaru dari Batik Keris.Mengintip Koleksi Rona Rempah dari Batik KerisKoleksi Rona Rempah dari Batik Keris. Foto: Batik KerisJika biasanya motif batik terinspirasi dari flora dan fauna, kali ini Batik Keris memilih rempah-rempah sebagai inspirasi koleksi terbarunya. Bukan tanpa alasan, rempah memiliki kaitan erat dengan sejarah Indonesia. Kekayaan rempah Nusantara bahkan pernah menarik bangsa asing untuk datang dan menguasai perdagangan di Tanah Air. Jejak sejarah inilah yang kemudian diangkat Batik Keris ke dalam motif batik dengan sentuhan kontemporer.Koleksi Rona Rempah dari Batik Keris. Foto: Batik KerisMelalui koleksi ini, Batik Keris menerjemahkan bentuk dan karakter rempah, seperti cengkeh, kecombrang, kemukus, dan kunyit, ke dalam motif batik dengan nuansa earth tone.Kami ingin menghadirkan batik dalam ruang yang lebih luas, tidak hanya sebagai warisan yang wajib dijaga, tetapi juga sebagai karya yang terus berkembang dan relevan dengan kehidupan masa kini,” ujar Lina Kusyanto Handianto, CEO Batik Keris.Lelang Batik hingga Rp100 JutaLelang batik di acara kolaborasi Batik Keris bersama Perkumpulan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI). Foto: Batik KerisSesi lelang dalam acara ini menghadirkan enam koleksi hasil rancangan desainer ternama , yaitu Denny Wirawan, Ivan Gunawan, Priyo Oktaviano, Danny Satriadi, Ayu Dyah Andari, dan Marini Zumarnis.Setiap koleksi dibuat menggunakan kain Batik Keris yang kemudian diolah sesuai dengan kreativitas dan karakter desain masing-masing desainer. Harga pembukaan atau open bid untuk seluruh koleksi dimulai dari Rp 20 juta. Menariknya, salah satu koleksi berhasil terjual dengan nilai lelang mencapai Rp100 juta. Berikut rincian hasil lelang masing-masing koleksi:Ivan Gunawan: Rp 20 jutaPriyo Oktaviano: Rp 30 jutaDenny Wirawan: Rp 32 jutaDanny Satriadi: Rp 32 jutaMarini Zumarnis: Rp 45 jutaAyu Dyah Andari: Rp 100 jutaini harga akhir 100 jutaBusana karya desainer Ayu Dyah Andari yang terjual dengan harga akhir Rp100 juta dalam sesi lelang. Foto: Batik KerisMelalui sesi lelang ini, PPLIPI dan Batik Keris berharap dapat memperluas dukungan permodalan bagi pelaku UMKM sekaligus menginspirasi lebih banyak individu, komunitas, dan pelaku usaha untuk terlibat dalam berbagai gerakan sosial.