Dhiemas (60) setiap hari memberikan makan kucing-kucing liar di empat lokasi di kawasan Bintaro. Selama empat tahun terakhir, ia secara rutin menyisihkan uang pribadi untuk membeli pakan bagi kucing liar, termasuk kucing yang dibuang oleh pemiliknya. Foto: Aditia Noviansyah/kumparanDhiemas menyediakan makanan berupa nasi pera yang dicampur dengan makanan kucing dan ikan tongkol. Untuk membagikan makanan tersebut, ia selalu membawa 16 piring plastik yang digunakan sebagai wadah makan kucing-kucing itu. Foto: Aditia Noviansyah/kumparanSetelah kucing-kucing selesai makan, Dhiemas tidak langsung meninggalkan lokasi. Ia terlebih dahulu membersihkan piring-piring yang digunakan agar tetap bersih dan dapat dipakai kembali pada waktu berikutnya. Foto: Aditia Noviansyah/kumparanSetiap sore hingga pukul 21.00 WIB, Dhiemas berkeliling ke empat lokasi tersebut untuk memastikan kucing-kucing liar mendapatkan makanan. Kegiatan itu ia lakukan secara konsisten dengan biaya sendiri. Foto: Aditia Noviansyah/kumparanDhiemas berharap masyarakat dapat memperlakukan kucing dengan baik, meskipun tidak menyukainya. Ia mengimbau agar masyarakat tidak menyakiti hewan tersebut dengan memukul atau menendangnya. Foto: Aditia Noviansyah/kumparanBagi Dhiemas, kepedulian terhadap kucing tidak harus selalu diwujudkan dengan memeliharanya di rumah. Memberi makan, tidak menyakiti, serta menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi bentuk kepedulian terhadap hewan-hewan yang hidup di sekitar manusia. Foto: Aditia Noviansyah/kumparanDhiemas (60) setiap hari memberikan makan kucing-kucing liar di empat lokasi di kawasan Bintaro. Selama empat tahun terakhir, ia secara rutin menyisihkan uang pribadi untuk membeli pakan bagi kucing liar, termasuk kucing yang dibuang oleh pemiliknya.Dhiemas menyediakan makanan berupa nasi pera yang dicampur dengan makanan kucing dan ikan tongkol. Untuk membagikan makanan tersebut, ia selalu membawa 16 piring plastik yang digunakan sebagai wadah makan kucing-kucing itu.Setelah kucing-kucing selesai makan, Dhiemas tidak langsung meninggalkan lokasi. Ia terlebih dahulu membersihkan piring-piring yang digunakan agar tetap bersih dan dapat dipakai kembali pada waktu berikutnya.Setiap sore hingga pukul 21.00 WIB, Dhiemas berkeliling ke empat lokasi tersebut untuk memastikan kucing-kucing liar mendapatkan makanan. Kegiatan itu ia lakukan secara konsisten dengan biaya sendiri.Dukungan juga datang dari sang istri yang memiliki kecintaan terhadap kucing. Dukungan keluarga membuat Dhiemas terus menjalankan kegiatan tersebut selama empat tahun terakhir.Dhiemas berharap masyarakat dapat memperlakukan kucing dengan baik, meskipun tidak menyukainya. Ia mengimbau agar masyarakat tidak menyakiti hewan tersebut dengan memukul atau menendangnya.“Kalau tidak suka kucing, jangan dipukul atau ditendang. Cukup diusir saja,” pesan Dhiemas.Ia juga mengingatkan para pemilik kucing agar bertanggung jawab terhadap hewan peliharaannya, termasuk mencegah perkembangbiakan yang tidak terkendali melalui sterilisasi.Bagi Dhiemas, kepedulian terhadap kucing tidak harus selalu diwujudkan dengan memeliharanya di rumah. Memberi makan, tidak menyakiti, serta menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi bentuk kepedulian terhadap hewan-hewan yang hidup di sekitar manusia.Dhiemas (60) setiap hari memberikan makan kucing-kucing liar di empat lokasi di kawasan Bintaro. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan