Petugas kesehatan mengukur tekanan darah pasien yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Puskesmas Sulamadaha, Ternate Maluku Utara, Kamis (15/10/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTOPemerintah mengaktifkan posko kesehatan darurat dan menyediakan fasilitas 'Rumah Oksigen' untuk membantu masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama bagi kelompok rentan yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono mengumumkan, fasilitas tersebut disiapkan melalui koordinasi pemerintah daerah, dinas kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).“Pemerintah melalui BNPB dan Dinas Kesehatan telah mengaktifkan kembali posko-posko kesehatan darurat,” kata Sugiono dalam konferensi pers mengenai progres penanganan karhutla di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono dalam agenda Konferensi Pers Progres Penanganan Karhutla di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparanSelain itu, kata Sugiono, pemerintah juga bekerja sama dengan sejumlah lembaga filantropi untuk mendistribusikan bantuan kesehatan kepada warga terdampak.“Kami juga bekerja sama dengan beberapa filantropi untuk membagikan masker, memberikan oksigen portabel, serta menyediakan ‘Rumah Oksigen’ menggunakan bangunan kedap asap agar masyarakat mendapatkan pelayanan dan penanganan ISPA,” terangnya.Lebih lanjut, pemerintah juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menindaklanjuti kebutuhan layanan kesehatan di daerah terdampak, termasuk di Kalimantan Tengah.Pekerja mengangkut tabung oksigen medis untuk didistribusikan kesejumlah Rumah Sakit di Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (9/8). Foto: Fransisco Carolio/ANTARA FOTO“Satu hari setelahnya, Kemenkes langsung melakukan dropping peralatan, obat-obatan, dan vitamin,” kata Sugiono.Ia memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak akan terus diperluas, dengan prioritas pada kelompok rentan yang berisiko mengalami ISPA.“Koordinasi berjalan cukup baik dan layanan ini akan terus diperluas dengan fokus utama pada kelompok rentan ISPA,” tandasnya.