Servis Volvo XC60. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanMobil tua umumnya lebih sering masuk bengkel dibandingkan versi keluaran terbaru lantaran faktor usia. Namun, hal ini tidak berarti untuk merek Volvo. Di sebuah bengkel spesialis, ternyata pemilik Volvo modern lebih sering datang untuk melakukan servis.Hal tersebut dikatakan oleh Oddo Harryson, pemilik bengkel spesialis Volvo Vota Motor. Dalam satu tahun, mobil Volvo lawas yang datang ke tempatnya bisa dihitung jari, jumlahnya hanya tiga sampai empat unit. Mayoritas Volvo tua yang datang melakukan restorasi, bukan servis berat."Yang servis kebanyakan Volvo modern, Volvo tua jarang banget, bisa dibilang minim perawatan dan rumor itu benar. Volvo tua yang ke sini kebanyakan pada ngebangun. Saya sendiri pakai tiga Volvo jadul buat harian, kisaran tahunnya dari 1982-1991," ujar Oddo saat ditemui kumparan di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, belum lama ini.Volvo S80 dan 240 GLE. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanIa mengklasifikasikan 'Tank Swedia" itu ke dalam tiga kategori, lansiran di bawah era 2000-an, setelah tahun 2000-an, dan versi di atas tahun 2016. Menurutnya, produksi Volvo sejak tahun 2000-an lebih ringkih sebab memiliki berbagai komponen elektronik yang menuntut perawatan ekstra.Adapun, Volvo modern yang paling sering datang adalah XC90 generasi kedua lansiran 2017. Oddo sudah mengganti evaporator pada tiga unit XC90 tersebut. Sensor ABS juga termasuk yang paling sering rusak pada mobil itu.Oddo membandingkannya dengan Volvo S60 dan S80. Evaporator mobil itu rata-rata baru rusak setelah 10 sampai 15 tahun. Ia juga memberi contoh lain mobil produksi tahun 2020 yang baru menempuh 5 ribu kilometer dalam empat tahun, tapi evaporatornya sudah bocor.Bengkel spesialis Volvo Vota Motor di kawasan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan"Kayak XC60 yang di depan tuh, itu fuel pump-nya sudah rusak, di luar ekspektasi saya, padahal hitungannya masih muda. Suku cadang Volvo modern sudah buatan China. Modern tetap canggih, tapi durabilitas tidak dipertahankan," terangnya.Mesin dan transmisi Volvo modern masih dinilai tahan lama oleh Oddo. Masalah utama justru datang dari komponen pendukung, seperti sistem kelistrikan yang kini diproduksi di luar Swedia. Oleh sebab itu, ia mengingatkan agar pemilik selalu menyimpan riwayat servis untuk memudahkan perbaikan.Vota Motor sendiri adalah salah satu bengkel spesialis Volvo legendaris di Indonesia sejak tahun 1983. Oddo kini melanjutkan bisnis sang ayah yang merupakan eks pegawai Volvo Ancol, Jakarta Utara, dari sekitar tahun 1970-an.