Sainz Ragukan Kepastian Seri Penutup Formula 1 di Timur Tengah

Wait 5 sec.

Pebalap Ferrari, Carlos Sainz, beraksi di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, dalam F1 GP Australia, 2 April 2023. Foto: Jiami Joy/ReutersPembalap Williams Carlos Sainz mempertanyakan kepastian penyelenggaraan dua seri terakhir Formula 1 musim ini di kawasan Timur Tengah di tengah eskalasi konflik kawasan yang terus berkembang. Dikutip dari laporan ESPN, pembalap asal Spanyol tersebut menganggap sikap optimistis otoritas balap dunia saat ini masih sangat terlalu dini.Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem sebelumnya menegaskan bahwa balapan di Qatar pada akhir November dan Abu Dhabi pada awal Desember akan tetap berlangsung. Kendati demikian, pihak manajemen Formula 1 tetap menyiapkan Sirkuit Imola di Italia sebagai opsi cadangan jika kondisi keamanan memburuk.Keraguan Carlos Sainz Terhadap Kepastian JadwalCarlos Sainz menyampaikan pandangannya menjelang gelaran Grand Prix Amerika Serikat dengan menyoroti dinamika geopolitik yang sangat cepat berubah. Selaku direktur Asosiasi Pembalap Grand Prix, ia merasa sulit untuk merasa yakin penuh pada situasi saat ini.Ia menyebutkan bahwa banyak peristiwa besar yang dapat memengaruhi peta keamanan global dalam beberapa pekan mendatang. “Saya pikir sangat prematur untuk merasa begitu yakin saat ini karena masih banyak hal terjadi di Timur Tengah serta pemilihan umum di Amerika Serikat yang dapat memengaruhi situasi,” ujar Sainz.Meski ragu, Sainz menegaskan para pembalap akan tetap mematuhi seluruh instruksi yang dikeluarkan oleh FIA dan Formula 1. Menurutnya, pembalap tidak memiliki akses informasi internal selengkap yang dimiliki oleh pihak otoritas balap.Dampak Konflik Kawasan Terhadap Kalender BalapKetegangan geopolitik di Timur Tengah sebelumnya telah berdampak langsung pada kalender kejuaraan musim ini. Seri balapan di Bahrain dan Arab Saudi sempat dibatalkan pada April lalu, sebelum akhirnya putaran Bahrain dialihkan ke Malaysia pada September.Kondisi fleksibel tersebut membuktikan bahwa perubahan jadwal dapat terjadi sewaktu-waktu demi menjamin keselamatan seluruh kru dan pembalap. Oleh karena itu, kesiapan sirkuit pengganti seperti Imola menjadi langkah antisipasi yang sangat krusial bagi kelangsungan kompetisi.Pandangan George Russell Mengenai Masalah KeselamatanBerbeda dengan Sainz, pembalap Mercedes George Russell mengaku sepenuhnya percaya pada keputusan yang diambil oleh para pemangku kepentingan Formula 1. Russell meyakini bahwa penyelenggara tidak akan pernah mengambil risiko yang membahayakan nyawa para peserta.Ia menegaskan kesiapannya untuk tampil di mana pun balapan akan digelar sesuai arahan resmi. “Situasi seperti ini dapat berubah sangat cepat, namun saya tidak memiliki kekhawatiran pribadi dan akan siap membalap di mana pun mereka mengarahkan kami,” ungkap Russell.