Prabowo: Pemimpin Tak Boleh Lugu, Harus Eling lan Waspodo

Wait 5 sec.

Presiden Prabowo Subianto berpidato saat Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah 2026 di JIEXPO Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenPresiden Prabowo Subianto mengingatkan para pemimpin agar tidak bersikap terlalu lugu dalam menghadapi berbagai tantangan dan persaingan. Menurutnya, seorang pemimpin harus selalu ingat dan waspada.Prabowo mengatakan bangsa Indonesia pada dasarnya dikenal sebagai bangsa yang santun, ramah, dan terbuka terhadap tamu. Namun, ia mengingatkan sifat tersebut jangan sampai membuat bangsa Indonesia menjadi naif."Saya berkali-kali menyampaikan bangsa Indonesia ini dasarnya adalah bangsa yang santun, bangsa yang ramah, bangsa yang suka dengan tamu. Dasar kita begitu. Tapi kadang-kadang keramahan kita, kebaikan kita, ya, kadang-kadang menjadi naif," kata Prabowo saat menghadiri Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).Menurut Prabowo, sikap terlalu lugu bisa menjadi kelemahan ketika berada dalam situasi persaingan."Ya naif itu lugu, dianggap lugu, dan kadang-kadang dalam dunia persaingan, ya, lugu itu dianggap, dianggap bego gitu, nggak pinter. Jadi kita harus hati-hati, ya," ujarnya.Prabowo kemudian menyinggung filosofi kepemimpinan Jawa yang mengajarkan seorang pemimpin untuk tidak lugu. Prinsip yang sama, menurutnya, juga terdapat dalam berbagai budaya di Indonesia."Dan benar sebetulnya di kalangan kita pun kita di ajaran-ajaran filosofi kepemimpinan Jawa juga diajarkan, pemimpin nggak boleh lugu. Ya. Saya kira di suku, di semua suku juga diajarkan, ya, pemimpin tidak boleh lugu, pemimpin harus waspada," kata Prabowo.Ia mengutip filosofi Jawa eling lan waspodo yang berarti selalu ingat dan waspada."Pemimpin itu kalau di filosofi Jawa, eling lan waspodo. Ingat dan waspada," ujarnya.Prabowo mengibaratkan kewaspadaan dengan penggunaan api. Api dibutuhkan dalam kehidupan, tetapi bisa membahayakan jika tidak digunakan dengan hati-hati."Api, kita ajarkan anak kita, api ini panas. Api perlu, tapi kalau tidak hati-hati, api itu bahaya. Kita butuh api, tapi api bisa mencelakakan kita," ujar Prabowo.Karena itu, ia meminta para pemimpin tetap waspada sekaligus memiliki kepercayaan diri terhadap kekuatan bangsa Indonesia."Jadi Saudara-saudara, ini sebagai pemimpin ya kita waspada. Tapi yang saya tekankan adalah kita harus sekarang punya rasa percaya diri. Bahwa kita ini bangsa yang kaya, bangsa yang besar," tandas dia.