Clair Todibo dari West Ham United berduel merebutkan bola dengan Casemiro dari Manchester United. Foto: REUTERS/Scott HeppellKepala Koresponden Sky Sports Kaveh Solhekol mengkritik kemunduran struktur manajemen Manchester United menyusul kekalahan telak 1-4 dari Como pekan ini. Dikutip dari laporan Sky Sports, hasil buruk di lapangan hanyalah puncak dari akumulasi instabilitas serta ketegangan internal selama lebih dari dua dekade. Fenomena ini kian diperparah oleh hilangnya identitas klub raksasa tersebut hingga tidak lagi ditakuti pesaing di liga.Kritik pedas yang dilontarkan sejumlah pemain utama seperti Bruno Fernandes dan Lisandro Martinez dianggap menjadi indikator kuat adanya masalah besar di jajaran pimpinan. Para pemain berusaha menyampaikan pesan kepada pendukung bahwa kondisi internal tim dan kebijakan transfer klub sudah berada di titik sangat mengkhawatirkan. Situasi frustrasi tersebut membuat skuat kehilangan fokus utama dalam mengarungi kompetisi musim ini.Frustrasi Pemain dan Masalah Kepemilikan AbsenKaveh Solhekol menilai langkah Bruno Fernandes yang berbicara terbuka mengenai ruang ganti merupakan bentuk kejujuran atas tekanan luar biasa. Ia menyebutkan bahwa Fernandes dan Martinez hanya mencoba memperlihatkan situasi sebenarnya yang terjadi di balik layar klub kepada para suporternya. “Bruno Fernandes dan Lisandro Martinez sedang menjalankan peran penting bagi pendukung Manchester United dengan memberi mereka sedikit gambaran tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik layar,” ujar Solhekol.Masalah kepemilikan menjadi akar dari seluruh kehancuran finansial dan prestasi yang dialami Setan Merah selama dua dekade terakhir. Pengambilalihan oleh keluarga Glazer telah membebani klub dengan utang lebih dari dua miliar poundsterling, di saat klub pesaing justru terus menyuntikkan dana segar. Kondisi ini diperparah oleh jajaran pemilik seperti Sir Jim Ratcliffe dan keluarga Glazer yang sangat jarang hadir di Inggris untuk mengawasi operasional harian.Klub yang dahulunya bebas dari utang ini kini dinilai kehilangan jiwa serta nilai tradisinya akibat pemangkasan karyawan hingga 40 persen. Keputusan menaikkan harga tiket musiman juga semakin menjauhkan basis pendukung setia dari klub kebanggaan mereka. Akibatnya, tim ini tidak lagi memiliki keistimewaan dan kini sejajar atau bahkan di bawah klub seperti Brentford dan Brighton.Tanggung Jawab Sejarah dan Peran Sir Alex FergusonBanyak pihak menilai kedatangan kembali figur legendaris seperti Sir Alex Ferguson sekalipun tidak akan mampu menyelesaikan kekacauan di tubuh klub saat ini. Dahulu Sir Alex Ferguson membutuhkan waktu lima tahun untuk meraih gelar juara, namun saat itu klub memiliki pendapatan terbesar dan basis stadion terbaik. Kondisi finansial Manchester United saat ini sudah jauh merosot hingga terancam keluar dari posisi sepuluh besar klub terkaya di dunia.Solhekol meyakini Ferguson secara tidak langsung turut andil dalam melapangkan jalan bagi keluarga Glazer untuk menguasai saham mayoritas klub pada 21 tahun silam. Manajer legendaris tersebut tidak pernah menyuarakan penolakan saat mekanisme leveraged buy-out terjadi di era kepemimpinannya. Perselisihan kepemilikan kuda Rock of Gibraltar di masa lalu juga diakui menjadi pemicu awal yang mendorong keluarga Glazer mulai membeli saham klub secara bertahap.Keraguan Masa Depan Michael Carrick dan TimPerkembangan di lapangan kini makin mengkhawatirkan dengan gerak-gerik pelatih Michael Carrick yang terlihat kehilangan gairah di pinggir lapangan. Carrick dinilai tampak demoralisasi dan tidak menunjukkan kepemimpinan yang berapi-api seperti yang biasa diperlihatkan manajer lain dalam situasi kritis. “Saya khawatir dengan Carrick dan bahasa tubuhnya karena saya tidak melihat banyak perlawanan di dalam dirinya,” ungkap Solhekol saat menyoroti performa manajer tersebut.Hubungan sang manajer dengan para pemain serta jajaran manajemen atas disinyalir mengalami keretakan akibat hasil mengecewakan pada bursa transfer musim panas. Jurnalis senior tersebut menambahkan bahwa publik tidak akan terkejut apabila Carrick memilih mundur atau kehilangan jabatannya dalam waktu dekat. Tanpa adanya perbaikan fundamental pada struktur pemilik, klub berjuluk Setan Merah ini berpotensi terus terjebak dalam perjuangan papan bawah kompetisi.