Sejumlah finalis Putri Indonesia 2025 melihat grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta, Senin (2/2/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTOAncaman penurunan peringkat pasar modal Indonesia oleh MSCI menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Sabtu (24/10). Selain itu, SKK Migas memangkas ekspor gas ke Singapura demi mengamankan pasokan domestik yang jadi berita populer.Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:Didesak Investor, MSCI Jelaskan Alasan Ancam Turunkan Peringkat Pasar Modal RILayar menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/10/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTOMSCI menggelar pertemuan tertutup dengan lebih dari 100 investor global untuk menjelaskan potensi penurunan peringkat ganda (double downgrade) pada pasar saham Indonesia. Managing Director MSCI, Raman Aylur Subramanian, menegaskan persoalan utama pasar modal domestik berakar pada masalah tata kelola dan lemahnya penegakan hukum, bukan sekadar masalah teknis perhitungan indeks. Otoritas Indonesia dituntut untuk segera memberantas struktur kepemilikan saham yang tidak transparan, mengusut transaksi mencurigakan, dan menindak tegas praktik manipulasi pasar.Tekanan MSCI ini berdampak langsung pada stabilitas pasar keuangan nasional. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok 2,7 persen sebelum akhirnya membaik 1,1 persen berkat aksi beli saham oleh Indonesia Investment Authority (INA). Meski demikian, sepanjang tahun 2026, IHSG tercatat masih melemah hingga 38 persen dan menjadi salah satu indeks dengan kinerja terburuk di dunia. Gelombang ketidakpastian ini juga telah memicu aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing sebesar USD 5,3 miliar.Apabila Indonesia diturunkan ke status Standalone Market, posisi pasar modal nasional akan terlempar keluar dari kategori Frontier Market dan berpotensi memicu pelarian modal secara masif. Langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berencana mengeluarkan sekitar 80 saham berstok konsentrasi tinggi dari indeks utama dinilai MSCI belum menyelesaikan akar masalah. Indonesia kini memiliki tenggat waktu hingga akhir April 2026 untuk membuktikan reformasi sistemik sebelum keputusan resmi MSCI diumumkan pada Juni 2027.SKK Migas Pangkas Ekspor Gas ke Singapura Sebesar 31 BBTUDKepala SKK Migas Djoko Siswanto, Selasa (3/12/2024). Foto: Fariza/kumparanSatuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) resmi memangkas volume ekspor gas bumi ke Singapura sebesar 31 BBTUD. Kebijakan pemangkasan pasokan gas tersebut dialokasikan dari Wilayah Kerja Natuna sebesar 15 BBTUD dan wilayah Sumatra sebesar 16 BBTUD yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui WK Jambi Merang. Singapura menjadi sasaran penyesuaian ini karena merupakan satu-satunya negara tujuan ekspor yang terhubung langsung melalui jaringan pipa transmisi gas bumi lintas negara.Pengurangan porsi ekspor dilakukan dalam rangka mengalihkan alokasi pasokan energi untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri petrokimia dan hilirisasi nasional. Saat ini, alokasi produksi gas bumi nasional terdistribusi sebesar 70 persen untuk pemenuhan kebutuhan domestik dan 30 persen untuk porsi ekspor. Pemerintah menegaskan akan mengkaji ulang rasio ekspor tersebut demi menjamin keandalan pasokan industri dalam negeri serta mengevaluasi kontrak gas dengan negara-negara yang dinilai kurang kooperatif.Langkah pengamanan pasokan gas domestik ini sejalan dengan target peningkatan kapasitas produksi nasional dalam jangka panjang. Seiring berjalannya berbagai proyek hilirisasi, total produksi gas nasional pada periode 2028–2029 diproyeksikan mampu menembus 3.000 MMSCFD dengan produksi kondensat mencapai 130.000 barel per hari. Kebijakan ini diharapkan mampu menopang ketahanan energi nasional sekaligus memberikan nilai tambah maksimal bagi perekonomian domestik.