Brand produk perhiasan, Artistica Jewelry. Foto: Kartika Tyas/kumparanSelama ini, emas kerap menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia ketika membeli perhiasan. Sementara itu, perhiasan perak masih sering dipandang sebagai alternatif yang kurang bernilai dibandingkan emas.Padahal, perhiasan perak juga memiliki daya tarik. Selain harganya relatif lebih terjangkau, perhiasan perak juga cocok dikenakan dalam berbagai kesempatan, mulai dari aktivitas sehari-hari hingga acara istimewa. Di pasar global, perak juga mulia mendapat perhatian.Peluang inilah yang turut ditangkap Artistica Jewelry, brand asal Surabaya, Jawa Timur, yang bergerak di bidang produksi perhiasan.Berdiri sejak 2003, usaha yang dirintis Stefanus ini mengembangkan berbagai produk perhiasan handmade, mulai dari cincin, kalung, gelang, hingga anting berbahan perak. Artistica Jewelry juga melayani pembuatan perhiasan sesuai permintaan pelanggan menggunakan material lain, seperti tembaga, kuningan, dan batu alam.Mengedepankan kreativitas dan kualitas produk, Artistica Jewelry terus menunjukkan perkembangan bisnis yang menjanjikan. Bahkan, produk perhiasannya kini telah menjangkau lebih dari 10 negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Australia, Singapura, dan sejumlah negara di Eropa. Selain memasarkan koleksinya sendiri, brand perhiasan lokal ini juga menyediakan layanan produksi untuk merek internasional melalui sistem Original Equipment Manufacturer (OEM) dan private label.Namun, di balik keberhasilannya menembus pasar internasional, Artistica Jewelry harus menghadapi tantangan untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen dalam negeri.Stefanus mengakui, meski produknya cukup dikenal di luar negeri, Artistica Jewelry masih kesulitan membangun pasar di Indonesia. Salah satu tantangan yang harus dihadapi adalah mengubah stigma terhadap perhiasan perak yang kerap dianggap kurang bernilai dibandingkan emas. Terlebih, masyarakat Indonesia cenderung memilih perhiasan emas karena tidak hanya dapat digunakan sebagai aksesori, tetapi juga dianggap memiliki nilai investasi."Produk kita 95 persen diekspor ke luar negeri. Jadi, di luar negeri kita lumayan punya nama. Tapi di Indonesia malahan enggak ada namanya," ungkap Stefanus.Pertamina Bantu Artistica Jewelry Masuk ke Pasar LokalBrand produk perhiasan, Artistica Jewelry. Foto: Kartika Tyas/kumparanBukannya menyerah, tantangan untuk mengembangkan bisnisnya di pasar domestik mendorong Artistica Jewelry mencari strategi baru dengan bergabung menjadi UMKM binaan PT Pertamina (Persero). Selama bergabung, Artistica Jewelry mendapatkan pendampingan intensif untuk meningkatkan daya saing produk sekaligus membuka akses pemasaran yang lebih luas.Dukungan Pertamina terlihat dari keikutsertaan Artistica Jewelry dalam pameran International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) October Vol. 5 2026 yang digelar pada 7-11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.Melalui pameran tersebut, Artistica Jewelry mendapat kesempatan untuk memperkenalkan koleksi perhiasannya secara langsung kepada calon konsumen, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra bisnis.Brand produk perhiasan, Artistica Jewelry. Foto: Kartika Tyas/kumparanTidak hanya memperluas akses pasar, pendampingan Pertamina turut mendorong Artistica Jewelry mengembangkan strategi produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memasuki pasar cincin pernikahan atau wedding ring. Segmen ini dinilai memiliki potensi, terutama di kalangan konsumen Muslim yang mencari alternatif cincin pernikahan selain emas.Demi memperkuat kepercayaan konsumen, Artistica Jewelry bahkan tak segan mengurus sertifikasi halal untuk produk-produk perhiasannya.Pada 3 April 2026, Artistica Jewelry memperoleh sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Sertifikasi ini mencakup 12 kategori produk aksesori, termasuk cincin, kalung, gelang, anting, liontin, dan bros. Artistica Jewelry pun mengklaim sebagai produsen perhiasan pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi halal dari BPJPH."Awalnya kita enggak tahu cara masuk ke ceruk pasar Indonesia. Berkat bimbingan Pertamina, akhirnya kita memberanikan diri masuk ke pasar wedding ring. Kalau orang Muslim kan enggak boleh pakai emas, ya. Jadi, kita urus sertifikasi halalnya. Kita perusahaan perhiasan pertama yang ada halalnya karena ini salah satu cara buat masuk ke pasar Indonesia," ujar Stefanus.Brand produk perhiasan, Artistica Jewelry. Foto: Kartika Tyas/kumparanMenurut Stefanus, kehadiran sertifikasi halal menjadi salah satu faktor yang membantu meningkatkan kepercayaan konsumen. Dampaknya juga mulai terlihat dari pertumbuhan penjualan produk Artistica Jewelry."Setelah itu, dari segi penjualannya sangat ada peningkatan. Karena halal ini sangat diperhatikan sama orang-orang Muslim, ya. Mereka berharap perhiasan ini bisa dipakai juga untuk beribadah," jelasnya.Perkembangan Artistica Jewelry menemukan peluang bisnis baru di dalam negeri pun sejalan dengan komitmen Pertamina untuk meningkatkan daya saing UMKM. Pada INACRAFT October Vol. 5 2026, Pertamina memfasilitasi keikutsertaan 38 UMKM mitra binaan dari berbagai sektor untuk memperluas pasar dan membangun jaringan usaha, salah satunya Artistica Jewelry.Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan bahwa keikutsertaan UMKM mitra binaan dalam pameran menjadi salah satu cara untuk membuka peluang pertumbuhan usaha.“Kami berharap keikutsertaan dalam pameran ini tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membuka peluang pesanan dan kemitraan baru. Dengan begitu, pertumbuhan usaha UMKM binaan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujar Baron.Melalui berbagai program pembinaan dan fasilitasi pemasaran, Pertamina berharap semakin banyak UMKM lokal yang mampu meningkatkan daya saing, menjangkau konsumen baru, serta mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.