Pecah Rekor Asian Para Games 2026 & Komitmen Mobilitas Inklusif Toyota

Wait 5 sec.

M Fadli Imammuddin atlet para cycling Indonesia berlaga di Asian Para Games 2026. Foto: dok. ToyotaAtlet para cycling Indonesia, Muhammad Fadli Imamuddin, berhasil meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Di balik pencapaian tersebut, Fadli merupakan bagian dari Global Team Toyota Athletes (GTTA), program yang mencerminkan upaya Toyota memperluas makna mobilitas melalui olahraga dan inklusivitas.Fadli mencatatkan waktu 4 menit 50,169 detik pada nomor individual pursuit C4 putra. Catatan tersebut memecahkan rekor Asian Para Games sebelumnya, sekaligus menyumbang Indonesia meraih medali emas di kompetisi tersebut.Bagi Toyota, dukungan kepada atlet seperti Fadli bukan semata-mata tentang kemenangan di arena olahraga. Inisiatif ini menjadi bagian dari pendekatan Toyota sebagai perusahaan mobilitas yang ingin memberikan kesempatan lebih luas bagi setiap orang, termasuk penyandang disabilitas, untuk beraktivitas dan mencapai potensi terbaiknya.M Fadli Imammuddin atlet para cycling Indonesia berlaga di Asian Para Games 2026. Foto: dok. ToyotaPresident Toyota Motor Asia, Hao Quoc Tien, mengatakan bahwa pemahaman mengenai mobilitas telah berkembang seiring perubahan cara masyarakat hidup, bekerja, dan bepergian. Menurutnya, mobilitas saat ini tidak lagi sekadar memindahkan seseorang dari satu tempat ke tempat lain.“Mobilitas berarti membantu setiap orang, mulai dari menjalani kehidupan sehari-hari hingga mewujudkan impian terbesar mereka. Inilah makna Mobility for All, memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal. Di Asia, kami mewujudkan prinsip ini melalui Move Your World,” ujar Hao di Nagoya, Jepang, Rabu (21/10).Ia menjelaskan, Toyota telah bekerja bersama masyarakat, mitra bisnis, dan komunitas di Asia selama lebih dari enam dekade. Komitmen tersebut, kata Hao, juga diwujudkan melalui olahraga yang dinilai memiliki nilai-nilai sejalan dengan budaya perusahaan, seperti keberanian menghadapi tantangan, kerja sama tim, penghormatan terhadap sesama, dan pantang menyerah.“Bagi kami, mendukung olahraga bukan sekadar memberikan semangat kepada atlet. Kami ingin mendampingi mereka, mulai dari persiapan, menghadapi berbagai tantangan, hingga tampil di panggung dunia. Sejak 2018, kami telah bermitra dengan lebih dari 20 tim atlet Toyota di berbagai negara di Asia,” kata Hao.M Fadli Imammuddin atlet para cycling Indonesia berlaga di Asian Para Games 2026. Foto: dok. ToyotaSalah satu atlet yang tergabung dalam GTTA untuk Asian Games dan Asian Para Games 2026 adalah Fadli. Ia menjadi satu dari tujuh atlet Asia Tenggara yang mendapat dukungan Toyota Motor Asia untuk mengejar prestasi sekaligus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di luar arena kompetisi.Fadli mengaku bangga dan bersyukur setelah berhasil memecahkan rekor di Asian Para Games 2026. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari perjalanan panjang yang tidak terlepas dari berbagai tantangan.“Saat berhasil memecahkan rekor, saya merasa sangat bangga dan bersyukur. Perjalanan untuk sampai di titik ini tentu tidak mudah, ada banyak tantangan yang harus saya hadapi. Tapi saya percaya, selama kita terus berusaha dan tidak menyerah, kita bisa mencapai hal-hal yang mungkin sebelumnya terasa sulit untuk diraih,” kata Fadli.M Fadli Imammuddin atlet para cycling Indonesia berlaga di Asian Para Games 2026. Foto: dok. ToyotaSebelum menekuni para cycling, Fadli merupakan pebalap motor profesional. Ia pernah menjuarai Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas underbone 115 cc pada 2004.Kecelakaan serius saat mengikuti ARRC di Sirkuit Internasional Sentul pada 2015 mengakibatkan cedera berat pada kaki kirinya. Setelah menjalani pemulihan dan beradaptasi menggunakan kaki prostetik, Fadli mulai menekuni para cycling secara profesional pada 2017.Sejak itu, ia kembali mencatatkan berbagai prestasi internasional, termasuk medali emas nomor individual pursuit pada Asian Para Games 2018 di Jakarta dan emas nomor road time trial pada Asian Para Games Hangzhou 2023.Dukungan terhadap Fadli sejalan dengan filosofi Mobility for All dan inisiatif Start Your Impossible yang diperkenalkan Toyota pada 2018. Melalui inisiatif tersebut, Toyota mengangkat kisah perjuangan atlet Olimpiade dan Paralimpiade untuk menginspirasi masyarakat agar berani menghadapi keterbatasan dan terus mengejar impian.Dalam konteks industri otomotif, pendekatan ini memperlihatkan perluasan peran Toyota dari produsen kendaraan menjadi perusahaan mobilitas. Mobilitas tidak hanya dipahami sebagai ketersediaan kendaraan, tetapi juga bagaimana teknologi, layanan, dan fasilitas dapat membantu lebih banyak orang menjalani aktivitas sesuai kebutuhan mereka.Dukungan Toyota untuk atlet Paralympics Paris 2024 melalui insiatif Start Your Impossible. Foto: dok. ToyotaKomitmen itu juga terlihat dari dukungan Toyota terhadap penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games 2026 melalui penyediaan berbagai solusi mobilitas untuk atlet, ofisial, dan pihak yang terlibat dalam kompetisi. Dukungan tersebut mencakup kendaraan ramah lingkungan dan small mobility untuk membantu pergerakan di area penyelenggaraan.Melalui kombinasi dukungan kepada atlet dan pengembangan solusi mobilitas, Toyota berupaya menerjemahkan filosofi Mobility for All ke dalam berbagai bentuk kontribusi. Prestasi Fadli menjadi salah satu gambaran bagaimana olahraga dapat membuka ruang bagi individu, untuk menunjukkan kemampuan dan menginspirasi masyarakat, tanpa menjadikan keterbatasan sebagai penghalang.