Dudung: 67 Pesawat Pemadam Karhutla Tak Bisa Terbang, Jarak Pandang Terbatas

Wait 5 sec.

Karhutla wilayah Sumatra Selatan dari udara menggunakan helikopter BNPB, Minggu (18/10/2026). Foto: Dok. IstimewaMenteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengatakan, jarak pandang di bawah 1.000 meter menjadi kendala operasional pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menggunakan pesawat.Dudung menyampaikan hal itu saat menjelaskan tawaran bantuan dari sejumlah negara untuk menangani karhutla di Indonesia, usai pertemuan ke-7 Sub-Regional Meeting on Counter-Terrorism and Transnational Security (SRM) di Jakarta, Jumat (23/10).Menurut Dudung, Indonesia telah mengerahkan puluhan pesawat untuk menangani kebakaran di sejumlah wilayah. Namun, kondisi jarak pandang di lokasi kebakaran menjadi kendala bagi operasi udara."Persoalannya di kita juga ada 47 pesawat di Kalimantan, kemudian ada 20 pesawat di Sumatera Selatan. Ini kan yang jadi konsentrasinya yang itu. Ini saja tidak bisa terbang karena memang visibility-nya di bawah 1.000,” kata Dudung.Ia kemudian menyinggung pengalaman Jepang yang disebut hanya melakukan beberapa kali penerbangan atau sortie karena membutuhkan jarak pandang hingga 5.000 meter.“Nah, Jepang, kemarin kan hanya berapa sortie, karena minta visibility-nya 5.000. Kalau 5.000 mah terang dong,” ujarnya.Dudung juga menilai pesawat dari Malaysia berpotensi menghadapi kendala serupa apabila kondisi jarak pandang di lokasi belum memungkinkan untuk melakukan operasi udara."Nah, nanti sama aja kalau misalnya dari Malaysia datang, percuma juga, karena visibility-nya tidak memungkinkan," jelas dia.Tawaran BantuanMenteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Dudung Abdurachman, pada Konferensi Pers Pertemuan ke-7 Sub-Regional Meeting on Counter Terrorism and Transnational Security (SRM), di Jakarta, Jumat (23/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparanDudung menyebut Australia, Malaysia, dan Singapura telah menawarkan bantuan untuk penanganan karhutla. Tawaran Australia, menurut dia, mencakup tenaga teknis atau penasihat yang dapat memberikan masukan mengenai penanganan kebakaran.Ia mengatakan telah menyampaikan tawaran bantuan tersebut kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk ditindaklanjuti, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kendala teknis di lapangan.Dudung juga menyinggung pengalaman Brasil dalam penanganan kebakaran di kawasan Amazon sebagai salah satu contoh bantuan keahlian yang dapat dipelajari Indonesia."Kayak kemarin dari Brasil, ada juga datang ke tempat saya untuk memberikan, 'begini loh penanganan-penanganan di Amazon'," ujar Dudung.Selain bantuan tenaga ahli, Dudung menyebut metode injection untuk penanganan kebakaran di lahan gambut telah berhasil diuji. Ia juga menyinggung penggunaan dry ice dan temuan dari anggota TNI, tetapi tidak merinci lebih lanjut teknis maupun hasil pengujian metode tersebut.Dudung berharap penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif. Ia juga mengajak masyarakat mendukung petugas yang bekerja di lapangan dan berharap hujan segera turun untuk membantu mengatasi kebakaran."Percayalah kepada para aparat-aparat di lapangan. Mereka susah payah, mereka bekerja dengan luar biasa. Dan saya yakin bangsa kita ke depan akan lebih cepat, mengatasinya. Dan mudah-mudahan kita doakan semoga hujan cepat turun," tutupnya.