Kebakaran hutan di Gunung Ciremai. (21/10/2026) Foto : kumparanKebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) semakin meluas. Api yang awalnya terdeteksi di wilayah Pasawahan, Kabupaten Kuningan, kini merembet hingga ke wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.Kebakaran tersebut pertama kali diketahui pada Rabu (21/10) malam sekitar pukul 20.44 WIB. Angin kencang dan banyaknya vegetasi kering pada musim kemarau diduga membuat api dengan cepat menyebar hingga melintasi batas kabupaten.Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat titik api dan kepulan asap tebal membubung di area perbukitan.Api dilaporkan menyebar dari Blok Cidulang di Kuningan menuju Blok Masawah yang masuk wilayah Majalengka."Pantauan dari Bukit Seribu Bintang, titik api cukup jauh. Blok Cidulang terlihat kepulan asap dan api yang sangat besar. Ini sudah masuk daerah Majalengka di persimpangan Blok Masawah. Jadi menyebar sangat cepat dari Kuningan ke Majalengka," ujar perekam video tersebut.Kasi Pengelolaan Taman Nasional Gunung Ciremai, Eko Kosasih, membenarkan kebakaran tersebut. Ia mengatakan, setelah menerima laporan pada Rabu (21/10) malam, pihaknya langsung melakukan pemantauan menggunakan drone sebelum menerjunkan tim ke lokasi."Kronologis tadi malam tim terima laporan dan dicek pakai drone, terpantau di sebelah sini terjadi kebakaran dan langsung kita terjunkan tim. Lokasi berada di kawasan TNGC dengan ketinggian antara 800 hingga 1.100 MDPL (Meter di Atas Permukaan Laut)," jelas Eko.Upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Selain berada di ketinggian, titik api terletak di balik lembah dan bukit dengan medan terjal sehingga sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.Hingga kini, luas area hutan yang terbakar belum dapat dipastikan karena proses penanganan dan pemadaman masih berlangsung.Tim Gabungan Dikerahkan ke Sejumlah TitikKetua Relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) sekaligus KTH Paguyuban Silihwangi Majakuning, Nandar Juniar Arif, mengatakan api mulai merambat ke wilayah perbatasan Majalengka pada Kamis (22/10) malam.Kebakaran yang bermula di Grid 15 M Resor Pasawahan itu telah menjangkau kawasan Gunung Dulang dan Tagog Anjing."Malam ini kita lagi mengantisipasi kebakaran di seputaran Gunung Ciremai, tepatnya di Gunung Dulang dan Tagog Anjing. Api sudah merambat ke area Majalengka karena area Gunung Dulang sangat kering sehingga mudah terbakar," tutur Nandar.Untuk mengantisipasi agar api tidak meluas ke kawasan permukiman atau wilayah yang lebih rendah, tim gabungan membagi personel ke sejumlah titik strategis.Pos Utama di Bukit Seribu Bintang difungsikan sebagai pusat koordinasi dan logistik.Di Blok Gunung Dulang, sebanyak 10 personel yang dipimpin Dodo diterjunkan untuk melakukan penyisiran dan mendirikan tempat perkemahan sebagai pos lapangan.Sementara itu, penanganan di kawasan Tagog Anjing melibatkan KTH Wanakarya, KTH Payung, tim pendakian, serta petugas BTNGC di bawah pimpinan Oman.Adapun di Blok Situmpuk, lebih dari 20 personel dari KTH Wanakarya disiagakan untuk mencegah api merambat turun."Kami sudah berjibaku dari kemarin malam dan kemungkinan akan kembali bermalam di lapangan. Tim di Gunung Dulang akan membangun camp dan kami akan terus menyuplai kebutuhan logistik ke sana," pungkas Nandar.Penyebab pasti kebakaran hutan di Gunung Ciremai masih dalam penyelidikan. Kawasan hutan di kaki Gunung Ciremai juga dilaporkan beberapa kali mengalami kebakaran sepanjang musim kemarau tahun ini.