Ratusan warga berlindung di sebuah gereja di Ciudad del Este, Paraguay, setelah rumah mereka terendam banjir akibat hujan lebat yang dikaitkan dengan fenomena cuaca El Nino. Foto: REUTERS/Cesar OlmedoBendungan PLTA Itaipu yang dikelola Paraguay dan Brasil membuka pintu air untuk mengatur ketinggian waduk, sehingga menambah aliran air ke wilayah yang telah terdampak banjir. Foto: REUTERS/Cesar OlmedoDalam pengungsian, mereka bertahan dengan mengandalkan makanan sumbangan sambil menunggu banjir tersebut surut. Foto: REUTERS/Cesar OlmedoDikutip dari Reuters, Sekretariat Darurat Nasional Paraguay (SEN) mencatat luapan Sungai Parana berdampak pada sekitar 4.200 keluarga di wilayah tenggara negara itu dan menewaskan seorang perempuan berusia 58 tahun setelah rumahnya runtuh pekan lalu. Foto: REUTERS/Cesar OlmedoRatusan warga berlindung di sebuah gereja di Ciudad del Este, Paraguay, setelah rumah mereka terendam banjir akibat hujan lebat yang dikaitkan dengan fenomena cuaca El Nino.Dalam pengungsian, mereka bertahan dengan mengandalkan makanan sumbangan sambil menunggu banjir surut.Bendungan PLTA Itaipu yang dikelola Paraguay dan Brasil membuka pintu air untuk mengatur ketinggian waduk, sehingga menambah aliran air ke wilayah yang telah terdampak banjir.Dikutip dari Reuters, Sekretariat Darurat Nasional Paraguay (SEN) mencatat luapan Sungai Parana berdampak pada sekitar 4.200 keluarga di wilayah tenggara negara itu dan menewaskan seorang perempuan berusia 58 tahun setelah rumahnya runtuh pekan lalu.Badan penanggulangan bencana setempat memperingatkan hingga 15.000 rumah berpotensi terdampak apabila sungai kembali meluap. Warga yang mengungsi juga diminta tidak kembali ke rumah mereka karena prakiraan badai hebat dalam waktu dekat.Warga melakukan perjalanan dengan perahu melalui lingkungan yang terendam banjir setelah hujan lebat, di Ciudad del Este, Paraguay, 22 Oktober 2026. Foto: REUTERS/Cesar Olmedo