Grameds, entah kamu sadar atau tidak, setiap kita sampai di penghujung Oktober, suasana dengan ornamen menyeramkan kerap terlihat—menghiasi berbagai tempat. Mulai dari gambaran labu dengan wajah menyeramkan, kostum hantu, penyihir, tengkorak, hingga dekorasi rumah angker menjadi pemandangan yang jamak ditemui menjelang tibanya perayaan Halloween. 👻🎃Perayaan yang jatuh setiap 31 Oktober ini juga identik dengan film horor, pesta kostum, dan tradisi trick-or-treat yang mengajak anak-anak berkeliling untuk meminta permen.Akan tetapi, kamu pernah penasaran nggak sih Grameds, kira-kira kenapa ya Halloween itu begitu lekat dengan hantu, makhluk supernatural, atau elemen seram lainnya? Yup, bersama artikel ini, mari kita telusuri sejarah Halloween serta mencari tahu bagaimana hantu dan hal-hal menyeramkan bisa menjadi ikon utama perayaan ini! Let's go! 🚀Berawal dari Festival Samhain Bangsa CelticSource: PexelsUntuk memahami asal-usul Halloween, kita perlu mengenal Samhain, festival kuno masyarakat Celtic yang hidup di wilayah Eropa, termasuk Irlandia dan Skotlandia. Perayaan ini menandai berakhirnya musim panen sekaligus dimulainya musim dingin. Dalam kalender tradisional Celtic, pergantian musim tersebut juga berkaitan dengan pergantian tahun.Bagi masyarakat pada masa itu, musim dingin merupakan periode yang penuh ketidakpastian. Cuaca dingin dan gelap, persediaan makanan yang terbatas, serta risiko kematian membuat pergantian musim terasa begitu penting. Samhain pun berkembang sebagai perayaan yang memiliki makna spiritual, termasuk kaitannya dengan dunia orang meninggal.Dalam kepercayaan yang melekat pada Samhain, batas antara dunia manusia dan dunia roh dipercaya menjadi lebih tipis pada waktu tersebut. Arwah orang yang telah meninggal dan makhluk supernatural konon dapat hadir di tengah-tengah manusia.Kepercayaan inilah yang kemudian menjadi salah satu akar hubungan Halloween dengan hantu dan hal-hal menyeramkan.Dalam perayaan Samhain, masyarakat Celtic kerap menyalakan api unggun. Menurut kepercayaannya, api tersebut memiliki makna ritual dan dikaitkan dengan perlindungan dari kekuatan yang dianggap berbahaya. Belum selesai sampai di situ, sejumlah tradisi juga bahkan melibatkan persembahan dan penyamaran untuk menghadapi kehadiran makhluk supernatural yang dipercaya berkeliaran.Meski demikian, catatan tertulis mengenai praktik Samhain pada masa paling awal masih terbatas. Karena itu, tidak semua kebiasaan Halloween modern dapat dipastikan berasal langsung dari festival kuno tersebut.Baca juga: Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki: Dari Kisah Urban Legend Jepang hingga Adaptasi Film yang MencekamBagaimana Tradisi Samhain Berubah Menjadi Halloween?Source: PexelsSeiring menyebarnya agama Kristen di Kepulauan Britania, tradisi masyarakat setempat bertemu dengan perayaan keagamaan Kristen. Pada abad kedelapan, tanggal 1 November ditetapkan sebagai All Saints' Day atau Hari Raya Semua Orang Kudus, yang didedikasikan untuk menghormati para santo dan santa.Tanggal 2 November kemudian diperingati sebagai All Souls' Day, yaitu hari untuk mendoakan arwah umat beriman yang telah meninggal. Kedua perayaan tersebut memiliki hubungan dengan penghormatan kepada orang yang sudah tiada, sehingga sejumlah kebiasaan dan gagasan yang berkembang di masyarakat setempat saling memengaruhi.Malam sebelum All Saints' Day dikenal sebagai All Hallows' Eve. Sebutan ini kemudian berkembang menjadi Halloween. Dengan demikian, nama Halloween juga dipercaya memiliki akar dari tradisi Kristen, sementara sejumlah unsur yang membuatnya identik dengan dunia roh berkaitan dengan tradisi rakyat Eropa yang lebih tua.Perpaduan sejarah tersebut turut membentuk karakter Halloween. Perayaan yang memiliki hubungan dengan pergantian musim, arwah, dan penghormatan kepada orang meninggal perlahan berkembang menjadi tradisi yang memadukan unsur keagamaan, cerita rakyat, serta hiburan masyarakat.Kenapa Orang Memakai Kostum Hantu Saat Halloween?Source: PexelsKostum menyeramkan merupakan salah satu ciri Halloween yang paling mudah dikenali. Setiap tahun, orang-orang berdandan menjadi hantu, penyihir, vampir, tengkorak, zombie, dan beragam makhluk misterius lainnya. Kebiasaan ini memiliki hubungan dengan tradisi penyamaran yang berkembang di sekitar perayaan Samhain.Dalam kepercayaan masyarakat Celtic, makhluk supernatural dipercaya dapat muncul ketika batas antara dunia manusia dan dunia roh menjadi tipis. Penyamaran dengan kostum yang menyerupai makhluk menyeramkan dikaitkan dengan upaya menghindari gangguan roh atau membuat manusia tidak mudah dikenali oleh mereka.Seiring waktu, makna penyamaran tersebut mengalami perubahan. Kostum yang dahulu berkaitan dengan kepercayaan dan perlindungan spiritual berkembang menjadi bagian dari perayaan rakyat. Di Irlandia dan Skotlandia, misalnya, tradisi mengenakan kostum dan berkeliling dari rumah ke rumah turut berkembang dalam berbagai bentuk.Ketika Halloween semakin populer di Amerika Serikat, kebiasaan memakai kostum ikut berkembang menjadi aktivitas sosial yang menyenangkan. Orang-orang mulai berdandan dengan beragam karakter, mulai dari tokoh horor klasik hingga karakter populer dari film, buku, dan budaya pop.Dengan begitu, kostum hantu yang kita kenal sekarang merupakan hasil perkembangan tradisi selama berabad-abad. Maknanya pun telah bergeser dari kepercayaan spiritual menjadi sarana berekspresi, bermain peran, dan merayakan Halloween bersama orang lain.Baca Artikel Lainnya di Sini!Labu Berwajah Seram dan Legenda Jack O’LanternSource: PexelsSelain kostum hantu, labu berukir dengan cahaya dari dalamnya juga menjadi simbol Halloween yang ikonik. Hiasan ini dikenal sebagai Jack O'Lantern. Biasanya, labu diukir membentuk mata, hidung, dan mulut menyeramkan, lalu diberi lampu atau lilin di bagian dalamnya.Tradisi tersebut konon berkaitan dengan cerita rakyat Irlandia tentang sosok bernama Stingy Jack. Dalam legenda yang berkembang di masyarakat, Jack digambarkan sebagai seseorang yang berhasil mengakali Iblis. Setelah meninggal, ia dikisahkan harus mengembara dengan membawa bara api sebagai penerang jalan.Bara tersebut konon ditempatkan di dalam lobak yang telah dilubangi. Cerita ini menjadi salah satu penjelasan rakyat mengenai asal-usul nama dan bentuk lentera Jack O’Lantern. Masyarakat Irlandia dan Skotlandia kemudian mengenal kebiasaan mengukir wajah pada sayuran akar, seperti lobak, untuk membuat lentera yang tampak menyeramkan.Ketika para imigran Irlandia membawa tradisi Halloween ke Amerika Utara pada abad ke-19, mereka menemukan bahwa labu lebih mudah diperoleh dan diukir. Akhirnya, labu menggantikan lobak sebagai bahan utama Jack O'Lantern di Amerika Serikat.Kini, labu berwajah seram menjadi dekorasi yang hampir selalu muncul setiap Halloween. Bentuknya yang unik membuatnya cocok untuk menghiasi rumah, toko, pesta kostum, hingga berbagai acara bertema horor.Dari Mana Tradisi Trick or Treat Berasal?Source: PexelsSelain lentera labu, Halloween juga identik dengan anak-anak yang mengenakan kostum, mengetuk pintu rumah tetangga, lalu meminta permen sambil mengucapkan trick or treat. Tradisi ini populer di Amerika Serikat dan kemudian menyebar ke berbagai negara.Meski begitu, akar kebiasaan tersebut dipercaya berkaitan dengan sejumlah tradisi rakyat Eropa yang telah ada terlebih dahulu. Pada masa lampau, terdapat praktik berkeliling dari rumah ke rumah untuk meminta makanan atau persembahan dalam rangka perayaan tertentu. Salah satunya adalah souling, yaitu kebiasaan yang berkembang pada masa Kristen ketika orang-orang meminta makanan sebagai imbalan untuk mendoakan arwah orang yang telah meninggal.Di Irlandia dan Skotlandia, tradisi mengenakan penyamaran dan berkeliling dari rumah ke rumah juga berkembang dalam berbagai bentuk. Kebiasaan ini kemudian berbaur dengan perayaan Halloween yang dibawa para imigran ke Amerika Serikat.Tradisi trick or treat dalam bentuk modern mulai berkembang pada abad ke-20 dan semakin populer setelah Perang Dunia II. Anak-anak mendatangi rumah-rumah untuk mendapatkan permen atau camilan, sementara tuan rumah menyiapkan berbagai suguhan bagi mereka.Istilah trick or treat sendiri merujuk pada pilihan antara memberikan suguhan (treat) atau menghadapi keisengan (trick). Dalam praktik modern, kegiatan ini umumnya menjadi aktivitas menyenangkan bagi anak-anak dan keluarga, lengkap dengan kostum unik serta dekorasi Halloween di lingkungan tempat tinggal.Menariknya, tradisi ini memperlihatkan sisi Halloween yang lebih meriah. Meski memiliki akar sejarah yang berkaitan dengan roh dan dunia orang meninggal, Halloween modern juga menjadi kesempatan untuk berkumpul, berbagi camilan, dan bersenang-senang.Film Horor dan Budaya Populer Memperkuat Citra HalloweenSource: IMDbSejarah panjang Halloween menjelaskan hubungan perayaan ini dengan arwah, kostum menyeramkan, dan cerita supernatural. Namun, ada faktor lain yang membuat citra tersebut bertahan hingga sekarang, yaitu perkembangan budaya populer.Di Amerika Serikat, Halloween berkembang menjadi perayaan masyarakat yang melibatkan pesta kostum, dekorasi rumah, kegiatan anak-anak, serta hiburan bertema seram. Tak hanya itu, film horor, acara televisi, komik, dan berbagai cerita populer turut memperkenalkan karakter-karakter yang kemudian menjadi ikon Halloween.Sosok penyihir dengan topi runcing, vampire, werewolf, zombie, hingga hantu dengan kain putih menjadi bagian dari gambaran Halloween yang dikenal luas. Karakter-karakter tersebut memiliki latar belakang cerita dan mitologi yang berbeda, tetapi semuanya menawarkan suasana misterius yang cocok dengan tema perayaan.Film horor juga ikut memperkuat hubungan Halloween dengan sensasi teror yang kian terasa. Kisah rumah berhantu, makhluk supernatural, pembunuh bertopeng, dan teror di malam hari sering muncul dalam film yang dirilis atau ditonton menjelang akhir Oktober. Hal ini menjadikan Halloween sebagai momen yang pas untuk menikmati cerita menegangkan bersama teman maupun keluarga.Di sisi lain, budaya populer membuat Halloween semakin fleksibel. Orang-orang dapat mengenakan kostum karakter favorit, mengadakan pesta bertema film, menghias rumah, atau mengikuti acara komunitas. Sekalipun unsur seram tetap menjadi daya tarik utamanya, tetapi perayaannya berkembang menjadi hiburan yang bisa dinikmati dengan beragam cara.Bacaan Horor untuk Menemani Suasana Halloween!Di balik suasana seramnya, perayaan ini ternyata menyimpan sejarah panjang tentang kepercayaan, tradisi, dan perubahan budaya dari generasi ke generasi.Kini, Halloween dirayakan dengan berbagai cara, mulai dari pesta kostum dan berbagi permen hingga maraton film horor. Nah, kalau kamu menginginkan bacaan seram untuk membuat suasana Halloween semakin semarak, Gramin punya beberapa rekomendasi bacaan dengan teror, misteri, dan rahasia gelap yang siap bikin kamu penasaran. Yuk, intip daftarnya di bawah ini ya! 🎃📚Orang-Orang Hilang di Kyushu — Han Go-unTemukan Bukunya di Sini!Lima orang dari latar belakang berbeda, mulai dari jurnalis terkenal hingga calon pewaris perusahaan, mendadak menghilang setelah menerima surat misterius beramplop merah muda. Saat keluarga dan kerabat berusaha melacak keberadaan mereka, terungkap fakta ganjil bahwa surat-surat tersebut dikirim oleh seseorang yang telah meninggal 16 tahun lalu. Apa hubungan sosok misterius itu dengan kelima orang yang hilang? Novel ini menawarkan misteri yang perlahan mengungkap rahasia di balik serangkaian kehilangan di Kyushu. The Fourth Monkey — J. D. BarkerTemukan Bukunya di Sini!Sebuah kecelakaan yang menewaskan seorang pria membawa polisi pada petunjuk mengerikan berupa kotak berisi potongan telinga. Pria itu diduga merupakan Pembunuh Empat Monyet, pelaku yang telah menjadi buron selama hampir lima tahun dan dikenal menyiksa korbannya dengan memotong telinga, lidah, serta mencongkel mata mereka sebelum membunuhnya. Berbekal barang bukti dan buku harian yang mengungkap masa kecil sang pembunuh, polisi berusaha mengurai kasus tersebut. Namun, di suatu tempat, seorang gadis tengah berjuang bertahan hidup dengan satu telinga. Mampukah mereka menemukannya sebelum semuanya terlambat? Frankenstein — Mary Shelley"Tidak ada yang lebih menyakitkan bagi jiwa manusia daripada perubahan yang tiba-tiba dan besar."Temukan Bukunya di Sini!Eksperimen Victor Frankenstein untuk mengungkap rahasia kehidupan justru membawanya pada konsekuensi yang mengerikan. Terobsesi menciptakan kehidupan dari jasad manusia, Victor berhasil menghidupkan sesosok makhluk yang kemudian ia tinggalkan karena ketakutan terhadap ciptaannya sendiri. Penolakan dan kesepian yang dialami makhluk tersebut memicu rangkaian tragedi yang menghantui Victor. Melalui perpaduan horor gotik dan eksperimen ilmiah, Mary Shelley menghadirkan kisah klasik tentang ambisi manusia, tanggung jawab atas ciptaan sendiri, serta batas-batas yang seharusnya tidak dilanggar. Strange Case of Dr Jekyll and Mr Hyde — Robert Louis StevensonTemukan Bukunya di Sini!Di tengah London yang berkabut, pengacara Gabriel Utterson mulai mencurigai hubungan antara sahabatnya, Dr. Henry Jekyll, dan Edward Hyde, sosok misterius yang dikenal kejam serta terlibat dalam berbagai tindakan kekerasan. Kecurigaan itu semakin besar ketika Jekyll terus melindungi Hyde, bahkan mencantumkan namanya dalam surat wasiat. Penyelidikan Utterson perlahan mengungkap eksperimen kimia yang memungkinkan Jekyll memisahkan sisi baik dan jahat dalam dirinya, tetapi perubahan tersebut justru membawa akibat yang tak terkendali. Lewat kisah horor gotik ini, Robert Louis Stevenson mengajak pembaca menyelami sisi gelap manusia dan pertarungan antara kendali diri dengan hasrat yang terus menguasai. Malam Seribu Jahanam — Intan ParamadithaTemukan Bukunya di Sini!Berlatar tahun 1991, Malam Seribu Jahanam berkisah tentang ramalan Hajjah Victoria binti Haji Tjek Sun mengenai nasib ketiga cucunya. Seorang akan berkelana, seorang akan menjaga, dan seorang lagi akan menjadi pengantin. Namun, ketika pengkhianatan terjadi, rahasia keluarga mulai terbuka dan salah seorang dari mereka harus menelusuri kembali Rumah Victoria, tempat kuali-kuali raksasa, sumur terlarang, serta mimpi-mimpi yang terhenti menyimpan kisah kelam. Memadukan mitos Nusantara dan kisah-kisah Islami, Intan Paramaditha merangkai dongeng gelap tentang hantu, penyesalan, rasa malu, praktik beragama, serta rapuhnya ikatan persaudaraan. Masih ingin menambah koleksi bacaan untuk menemani Halloween, Grameds? Yuk, jelajahi lebih banyak pilihan buku dalam promo Payday Halloween Sale yang sedang berlangsung di Gramedia.com. 🤩🛒Kamu juga bisa menikmati berbagai diskon dan penawaran menarik lainnya selama periode promo berlangsung.Langsung cek daftar promo serta syarat dan ketentuannya melalui tautan berikut, ya! Temukan Promonya di Sini!Baca juga: 5 Suguhan Komik Horor untuk Temani Oktober Malam yang Spooky! Yakin Berani Baca Sendiri?✨Oh iya, jangan lupa juga untuk cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵Temukan Semua Promo Spesial di Sini!