Anak Makan Sedikit Sudah Kenyang, Kapan Perlu Khawatir?

Wait 5 sec.

Ilustrasi Anak Makan Sayur. Foto: ShutterstockSetiap anak punya kebiasaan makan yang berbeda. Ada yang terlihat selalu ingin makan, tetapi ada juga yang baru menyantap beberapa suap sudah merasa kenyang. Situasi ini terkadang membuat orang tua bingung, terutama ketika ingin memastikan kebutuhan nutrisi si kecil terpenuhi.Namun, banyak atau sedikitnya makanan yang dikonsumsi anak bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Orang tua juga perlu melihat pertumbuhan, perkembangan, serta kebiasaan makan anak sehari-hari.Menurut Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, orang tua bisa mulai memperhatikan kurva pertumbuhan anak saat melakukan pemeriksaan rutin.“Ya, yang paling gampang sebenarnya dilihat dari pertumbuhan dan perkembangannya ya. Kalau bicara soal kapan makan keseringan terus kayaknya sudah khawatir harus ke dokter atau ke dokter anak, ya sesimpel pada waktu cek rutin kan ada kurva tumbuh kembang,” jelas dr. Ray saat ditemui kumparanMOM beberapa waktu lalu.Perhatikan Pertumbuhan Anak, Bukan Cuma Porsi MakannyaIlustrasi anak makan. Foto: ShutterstockKurva pertumbuhan dapat membantu orang tua dan tenaga kesehatan memantau perkembangan berat badan dan tinggi badan anak dari waktu ke waktu.Menurut dr. Ray, orang tua perlu berkonsultasi apabila hasil pemantauan menunjukkan berat badan anak mulai berada di atas batas normal atau mengarah pada kelebihan berat badan.“Lihatin aja kalau sudah mulai overweight atau sudah mulai obesitas, atau tanda-tanda awal di mana berat badan itu udah di atas batasan normal dibandingkan dengan tinggi badan misal atau dibandingkan usia, maka sebaiknya segera ke dokter, terutama dokter nutrisi anak,” ujarnya.Pemantauan ini penting karena kebutuhan nutrisi anak tidak hanya berkaitan dengan jumlah makanan, tetapi juga keseimbangan zat gizi yang dikonsumsi.Anak yang makan dalam jumlah banyak belum tentu mendapatkan variasi nutrisi yang memadai. Sebaliknya, anak yang makan sedikit juga perlu diperhatikan apabila kebiasaan tersebut disertai gangguan pertumbuhan atau keluhan lainnya.Kebiasaan Makan Anak Perlu DiamatiIlustrasi anak makan pedas. Foto: Master1305/ShutterstockDitemui di kesempatan yang sama, psikolog Dra. A. Ratih Andjayani Ibrahim, M.M., menambahkan bahwa kebiasaan makan anak sebaiknya tidak langsung dikaitkan dengan kondisi emosional tanpa melihat faktor lainnya.“Kita bisa lihat di kebiasaan makannya. Satu, kebiasaan makannya, kemudian yang dia makan apa, kemudian adakah sesuatu hal yang lain? Yang itu baru kita ngomong ke emosi, perilaku, sosial,” kata Ratih.Artinya, orang tua bisa mulai dengan mengamati pola makan anak, jenis makanan yang dikonsumsi, serta perubahan yang terjadi. Jika ada kekhawatiran mengenai nafsu makan atau pertumbuhan anak, konsultasikan dengan dokter anak agar penyebabnya dapat dievaluasi sesuai kondisi si kecil.Dengan begitu, orang tua tidak hanya berfokus pada apakah anak menghabiskan makanannya, tetapi juga memastikan kebutuhan nutrisi dan pertumbuhannya terpantau dengan baik, Moms.