Mitsubishi Lancer GLX Karburator, Pilihan Sedan Lawas yang Mudah Dirawat

Wait 5 sec.

Mitsubishi Lancer GLX. Foto: Dok. IstimewaMitsubishi Lancer menjadi salah satu sedan lawas yang tetap diminati hingga sekarang. Bagi yang tertarik meminang mobil ini, tipe GLX bisa menjadi pilihan karena perawatannya relatif mudah dan biaya lebih terjangkau.Hal itu disampaikan Kirsono, pemilik bengkel spesialis Bangun Motor Mitsubishi. Lancer merupakan salah satu mobil yang kerap ia tangani. Bengkelnya melayani beragam generasi Lancer, mulai dari lansiran 1989 hingga 2009.Kirsono pernah menggunakan Lancer GLX bermesin karburator. Menurutnya, generasi ini cocok bagi calon pembeli yang mencari sedan lawas dengan perawatan sederhana. Di atasnya, ada GLX-E bermesin 1.600 cc yang juga dikenal memiliki performa gesit.“Kalau dari segi perawatan yang paling mudah dan murah itu pasti karburator, seperti GLX. Mobil ini kencang, irit, dan tidak rewel selama dirawat dengan baik. Harganya juga paling stabil dibanding Lancer lain,” ujar Kirsono saat dijumpai kumparan di Duren Sawit, Jakarta Timur, belum lama ini.Mitsubishi Lancer GLX. Foto: Dok. IstimewaPerhatikan bagian kelistrikanIa bilang, calon pembeli perlu memperhatikan kondisi komponen kelistrikan sebelum meminang Lancer. Faktor usia membuat bagian tersebut menjadi salah satu sumber masalah.Kirsono menilai, Lancer tipe CK yang diproduksi pada 1997-2002 termasuk generasi yang cukup rentan mengalami masalah kelistrikan. Salah satu komponen yang perlu diperiksa adalah servo, terutama ketika putaran mesin tidak bekerja sebagaimana mestinya.Gejalanya bisa terlihat ketika AC dinyalakan. Pada kondisi normal, putaran mesin akan menyesuaikan agar tetap stabil. Jika putaran mesin justru turun, ada kemungkinan servo mengalami kerusakan. Bila telat disadari, kerusakan servo dapat merembet ke bagian ECU.“Servo rusak harus ganti, itu Rp 2,5 jutaan barangnya asli, sekarang sih sudah cukup sulit. Kalau ECU bermasalah karena konsleting, biasanya yang rusak IC di dalamnya dan itu bisa diservis. Biayanya sekitar Rp 1 juta sampai Rp 2 juta," tutur Kirsono.Mitsubishi Lancer CK4. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanCek kondisi karburatorIa menjelaskan, lancer berkarburator sering bermasalah bila sudah banyak dipegang bengkel lain. Bagian dalam karburator yang sudah digosok atau diubah-ubah tidak bisa kembali normal. "Tetap bisa di servis, sebagian ganti paking dan seal. Kalau udah parah banget sampai venturinya di gosok-gosok tuh, saya nyerah. Itu sudah nggak bakalan normal lagi. Belum lama ini masuk ke bengkel Lancer yang karbunya bermasalah, itu parah konsumsi BBM cuma 1:3," lanjutnya.Menyoal biaya, servis karburator di bengkel Kirsono berkisar Rp 500-700 ribuan. Bila ingin mengganti karburator, maka harus menyiapkan dana sekitar Rp 17 jutaan.Dari sisi suku cadang, Kirsono bilang komponen Mitsubishi Lancer masih tersedia di pasaran. Hanya saja, suku cadang orisinal cenderung lebih sulit ditemukan dan harganya relatif mahal."Pemakai Lancer 2002 ke bawah kebanyakan anak muda, seandainya orang tua itu berjiwa muda. Kalau Lancer 2003 ke atas itu pasti orang tua karena desainnya elegan dan kesan sporty mulai hilang. Contohnya Lancer Cedia, itu dia bagus interiornya dan banyak dipakai Patroli Jalan Raya (PJR) juga," tutup pria eks Mekanik Senior Mitsubishi dari tahun 1999-2008 itu.