Nusantara (27), penyedia jasa sewa handphone di konser Kanye West, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanKonser musisi sekaligus rapper asal Amerika Serikat, Kanye West di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (24/10), tak hanya menjadi kesempatan bagi para penggemar untuk menyaksikan penampilan sang idola.Momen ini juga dimanfaatkan sejumlah orang untuk meraup peluang usaha, mulai dari menyewakan handphone (HP), menawarkan jasa penitipan barang, hingga menyediakan foto polaroid.Pantauan kumparan di Plaza Timur, Gelora Bung Karno, Jakarta, sejumlah penyedia jasa tampak menawarkan layanan mereka kepada para penggemar Kanye West yang datang ke lokasi konser. Berbagai jasa tersebut hadir untuk memenuhi kebutuhan penonton, mulai dari mengabadikan momen hingga mengamankan barang yang tak bisa dibawa masuk ke area pertunjukan.Salah satu penyedia jasa yang memanfaatkan momentum konser ini adalah Nusantara (27), yang menawarkan penyewaan HP untuk penonton.Ia mengaku biasanya memasarkan jasanya melalui media sosial, seperti Threads dan X, tetapi memilih menawarkan langsung kepada pengunjung konser Kanye West karena karakter penontonnya berbeda dari konser K-Pop yang selama ini menjadi pasar utamanya.“Bisnisnya sih kalau misal sebenarnya kita enggak on the spot gini ya. Kita biasanya iklannya di Threads atau X gitu. Tapi karena kalau misal ini kan bukan K-Pop gitu kan, jadi kita ya cari pelanggannya atau yang mau sewa di sini sih,” kata Nusantara saat ditemui di Plaza Timur GBK, Sabtu (24/10).Dalam bisnis yang telah dijalaninya sejak 2024 itu, Nusantara menyediakan sejumlah HP kelas atas, mulai dari Samsung Galaxy S25 dan S26 Ultra, Vivo X300 Ultra, hingga iPhone 17 Pro Max. Perangkat tersebut ditawarkan untuk membantu penonton mendapatkan foto dan video konser menggunakan kamera ponsel dengan spesifikasi tinggi.Harga sewanya bervariasi, bergantung pada jenis perangkat dan permintaan di setiap acara. Untuk Samsung Galaxy S24, tarif yang ditawarkan sekitar Rp 400 ribu, sementara Galaxy S25 dibanderol Rp 500 ribu dan Galaxy S26 Rp 600 ribu. Adapun penyewaan iPhone bisa mencapai Rp 700 ribu.“Kisaran tergantung event-nya ya sebenarnya. Kalau misal demand-nya tinggi ya kita sesuaiin harganya,” ujarnya.Menurut Nusantara, konser K-Pop selama ini menjadi acara dengan permintaan penyewaan HP yang tinggi. Ia mengaku kerap menerima banyak pertanyaan dari calon pelanggan ketika menawarkan jasa tersebut untuk konser grup K-Pop, meski peluang usaha serupa tetap terbuka di konser musisi lain.“Yang nyewa, K-Pop sih, paling banyak,” kata dia.Meski demikian, bisnis penyewaan HP bukan tanpa risiko. Nusantara mengakui dirinya harus memercayakan perangkat bernilai jutaan rupiah kepada orang yang belum dikenal. Untuk mengantisipasi risiko, ia meminta identitas penyewa sebagai jaminan, meski menganggap cara tersebut belum sepenuhnya menghilangkan potensi kerugian.“Iya, ini masih apa ya, kayak high risk gitu sih. Karena kan untuk jaminannya kan cuma KTP sama ID gitu kan. Masih terlalu berisiko sih menurut saya, tapi ya karena ada peluang aja,” tuturnya.Sistem penyewaan biasanya dilakukan dengan bertemu langsung atau cash on delivery (COD) di lokasi konser. Penyewa juga dapat mengambil perangkat sehari sebelum acara atau di hotel sesuai kesepakatan. HP dikembalikan setelah pertunjukan selesai dan file foto maupun video selesai dipindahkan, atau pada hari berikutnya.Titip Barang yang Dilarang Penyelenggara KonserDiony (25), penyedia jasa titip barang di Konser Kanye West, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanBerbeda dengan Nusantara yang menawarkan perangkat untuk mengabadikan konser, Diony (25) melihat peluang dari barang-barang yang berpotensi tak lolos pemeriksaan sebelum penonton memasuki area pertunjukan. Ia membuka jasa penitipan barang bagi pengunjung yang membawa benda yang tidak diperbolehkan masuk ke venue.Tarif yang ditawarkan relatif terjangkau. Barang-barang berukuran kecil, seperti parfum dan payung, bisa dititipkan mulai Rp 10 ribu. Sementara itu, barang berukuran besar, seperti tas ransel dan koper, dikenakan tarif Rp 30 ribu.“Ini jadi aku ada jasa penitipan barang yang bisa kalian sewa untuk tempat-tempatnya. Dia start from Rp 10.000 untuk barang kecil dan yang besar itu kayak tas ransel sama koper itu di Rp 30.000,” ujar Diony.Ia mengaku mulai berada di kawasan GBK sekitar pukul 15.00 WIB. Meski belum terlalu ramai, beberapa pengunjung sudah memanfaatkan jasanya, terutama untuk menitipkan barang-barang kecil yang berpotensi masuk daftar barang terlarang atau prohibited items.Suasana Konser Kanye West atau YE di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanDiony menilai jumlah pelanggan pada konser kali ini mungkin tidak terlalu banyak karena penonton sudah lebih memahami aturan barang bawaan yang berlaku di lokasi acara. Kendati begitu, jasa penitipan tetap menjadi alternatif bagi mereka yang telanjur membawa barang yang tidak bisa dibawa masuk.“Jasa paling yang kecil-kecil sih, Kak. Yang dari Rp 10.000-an ini yang parfum kayak payung gitu-gitu sih,” katanya.Ide bisnis tersebut, kata Diony, muncul dari pengalamannya melihat pengunjung konser berpotensi kehilangan kesempatan menggunakan barang yang tertahan oleh pihak penyelenggara karena tidak sesuai dengan ketentuan. Melalui jasa penitipan, pengunjung memiliki pilihan lain agar barang mereka tetap aman dan bisa diambil kembali setelah acara.“Ide bisnisnya mungkin dari para teman-teman yang kadang kalau misalkan konser kan kasihan juga ya, misalkan barangnya itu ketahan sama promotornya. Jadi kita buatlah kayak gini supaya orang-orang juga enggak ngerasa rugi gitu kalau misalkan kelupaan bawa prohibited item, oh ternyata bisa dititip lho dengan harga juga yang jauh lebih murah,” jelas Diony.Bisnis penitipan barang itu baru dijalankannya pada tahun ini. Sejauh ini, ia beroperasi di kawasan GBK untuk berbagai acara, bukan hanya konser musik. Ia bahkan sempat menawarkan jasa serupa ketika pertandingan Timnas Indonesia berlangsung.Dalam menjalankan bisnisnya, Diony juga menghadapi tantangan membangun kepercayaan pelanggan. Ia menyadari pengunjung bisa saja ragu menitipkan barang kepada orang yang baru mereka temui. Untuk meyakinkan pelanggan, ia menawarkan pertukaran nomor telepon dan dokumentasi barang apabila diperlukan.“Ragu sih mungkin ada ya, karena mungkin takut hilang. Tadi sempat tuh ada yang ragu, dia tapi balik lagi sih ke kami buat nitipin barangnya,” ungkapnya.Foto Polaroid juga AdaAsria (18), penyedia jasa foto polaroid di konser Kanye West, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanSementara itu, peluang usaha lain datang dari Asria (18), yang menawarkan jasa foto polaroid bagi penggemar yang ingin membawa pulang kenang-kenangan dari konser Kanye West. Berbeda dengan dua penyedia jasa sebelumnya, konser ini menjadi pengalaman pertamanya menjalankan bisnis tersebut bersama sang kakak.Dengan tarif Rp 25 ribu, pelanggan bisa mendapatkan hasil foto cetak sekaligus file digital. Asria juga memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk mengambil ulang foto atau retake jika ingin mendapatkan hasil yang lebih sesuai keinginan.“Jasa polaroid ini jasa foto gitu saat ada event atau wisuda atau konser gitu ya. Nah, saya itu jasa pertama kali baru buka nih, ada di konser ini dan harganya itu dengan harga Rp 25.000 aja,” ujar Asria.Ide membuka jasa tersebut berawal dari sang kakak yang tertarik membeli kamera baru dan melihat peluang bisnis foto polaroid melalui TikTok. Melihat jasa serupa ditawarkan di berbagai acara, keduanya kemudian memutuskan untuk mencoba peruntungan di konser Kanye West.“Pertama kakak saya mencoba-coba untuk membeli kamera baru dan dia menyuruh saya untuk membuka bisnis baru yaitu polaroid. Dan saya akan mengiyakan bisnis kakak saya dan ini bisnis pertama kalinya di sama kakak saya ini,” tuturnya.Asria mulai menawarkan jasanya sejak pukul 13.00 WIB di kawasan Plaza Timur GBK. Ia mempromosikan layanan tersebut secara langsung dengan menunjukkan contoh hasil cetakan kepada pengunjung yang melintas. Hingga saat ditemui, ia mengaku telah melayani lebih dari 10 pelanggan.“Udah 10 orang lebih sih, alhamdulillah, dari jam 1 siang sampai sekarang ada 10 orang lebih,” kata Asria.Meski baru pertama kali mencoba usaha foto polaroid, Asria berharap bisnis tersebut bisa berlanjut ke berbagai acara berikutnya. Ia tak ingin membatasi jasanya hanya untuk konser musik, tetapi juga membuka peluang untuk acara lain yang membutuhkan layanan foto.“Kan ini pertama kali saya bisnis, terus saya akan datang lagi ke tempat event-event selanjutnya yang ada konsernya,” ujarnya.