Eatsambel bawa ragam cita rasa sambal Nusantara dalam kemasan siap makan. Foto: Dok. Eatsambel Kalau selama ini pilihan sambal kemasan di supermarket terasa itu-itu saja, ada merek lokal yang menawarkan sesuatu berbeda, mulai dari tekstur cabai yang kasar seperti sambal ulek rumahan, sampai topping cumi dengan tinta asli.Sambal bukan sekadar pelengkap. Bagi banyak orang Indonesia, sambal adalah bagian penting dari pengalaman makan yang bisa mengangkat sepiring nasi putih biasa menjadi sajian menggugah selera. Tapi di antara deretan produk sambal kemasan yang sudah lama menghiasi rak supermarket, menemukan yang benar-benar seperti buatan rumah bukan perkara mudah.Eatsambel, merek kuliner lokal yang awalnya berkiprah di platform digital sejak 2019, mencoba menjawab kebutuhan itu. Salah satu yang membedakan produk ini dari sambal kemasan lain adalah tekstur cabainya yang relatif kasar, sehingga menghadirkan sensasi yang lebih dekat dengan sambal ulek buatan tangan. Dipadukan dengan topping yang beragam dan porsi yang tidak pelit, tiap varian punya karakter rasa tersendiri yang terinspirasi dari kekayaan kuliner daerah di Indonesia.Misalnya pada varian bawang ojolali, menggunakan bawang khas Brebes yang dikenal punya aroma dan rasa lebih tajam dibanding bawang biasa, dikombinasikan dengan tekstur cabai kasar yang jadi ciri khas produk ini. Sementara ireng ojolali terinspirasi dari sambal khas Madura; salah satu daerah dengan tradisi sambal yang kaya dan kuat di Nusantara.Eatsambel bawa ragam cita rasa sambal Nusantara dalam kemasan siap makan. Foto: Dok. Eatsambel Bagi yang menyukai sambal dengan paduan cumi, ada cumi ciamik yang tidak alot, sesuatu yang cukup sulit ditemukan di produk sambal kemasan pada umumnya. Selain itu, ada cumi item bara dengan bumbu hitam dari tinta cumi asli dan rempah-rempah, memberikan rasa yang lebih dalam dan kompleks.Untuk varian ikan, cakalang rindu menggunakan ikan sangrai yang memperkuat aroma khasnya. Cara pengolahan dengan metode sangrai ini yang membuat aroma lebih keluar dibanding cakalang yang hanya dimasak biasa.Sementara teringat kamu memadukan teri Medan premium dengan bumbu sambal, kombinasi yang mungkin sudah familiar di banyak meja makan keluarga Indonesia, namun kini hadir dalam format kemasan yang lebih praktis.Varian lainnya, ayam suwir icikiwir, menggabungkan suwiran dada ayam dengan rempah Nusantara. Pilihan ini bisa menjadi solusi praktis untuk melengkapi makan siang atau makan malam tanpa harus menyiapkan lauk tambahan.Semua varian tersedia dalam beberapa format kemasan —can, pouch, hingga sachet— sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan, baik untuk konsumsi harian maupun sebagai stok di rumah.“Inspirasi Eatsambel berangkat dari resep keluarga dan cita rasa khas daerah di Indonesia yang diadaptasi ke format produk yang lebih praktis,” ujar Renaldo Akhira, CEO Eatsambel, dikutip dari keterangan resmi, Senin (26/10).Ekspansi Distribusi Sambal Kemasan ke Ritel ModernEatsambel bawa ragam cita rasa sambal Nusantara dalam kemasan siap makan. Foto: Dok. Eatsambel Untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan berbagai varian sambal favorit mereka tanpa harus menunggu proses pengiriman saat membeli secara online, penyediaan produk kini diperluas ke kanal ritel fisik di wilayah Jabodetabek.Perluasan jaringan distribusi ini mencakup keberadaan produk di 41 jaringan ritel modern seperti The Foodhall, TipTop, Naga Pasar Swalayan, dan Indogrosir, serta Modern Trade Independent seperti Frozpoin, Total Buah, dan toko oleh-oleh Cantik Manis di Bandara Soekarno-Hatta. Produk ini juga telah menjangkau jaringan quick commerce seperti Astro dan puluhan titik warung di Jakarta.Langkah ekspansi fisik ini melengkapi perjalanan bisnis yang sebelumnya sukses di platform digital seperti Shopee dan TikTok Shop. Ke depannya, distribusi ditargetkan mencapai skala nasional pada awal 2027, dengan proyeksi pertumbuhan bisnis sebesar 200 persen dibandingkan pencapaian tahun 2026.