Helikopter HR-3604 dikerahkan untuk mendukung operasi SAR delapan orang yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kamis (10/9/2026). Foto: Dok. Basarnas BantenHelikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 dikerahkan Basarnas untuk mendukung pencarian rombongan wartawan yang hilang di Perairan Selat Sunda. Helikopter ini merupakan salah satu alutsista udara Basarnas yang digunakan dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR).Sebagai helikopter SAR, Dauphin AS365 N3+ memiliki kemampuan jelajah yang mendukung operasi di wilayah pencarian yang luas. Berdasarkan data Basarnas, helikopter ini memiliki kecepatan jelajah 150 knot (246 km/jam), jarak tempuh hingga 498 nautical mile (923 km), serta waktu tempuh hingga 4 jam.Untuk kapasitas, helikopter ini dapat membawa 1+12 atau 2+11 orang, tergantung konfigurasi penerbangan. Sementara dari sisi kemampuan penyelamatan, Dauphin AS365 N3+ dilengkapi hoist pada sisi pintu kanan yang digunakan untuk menarik atau mengevakuasi korban.Dauphin AS365 N3+ merupakan helikopter jenis medium intermediate hasil kerja sama industri antara PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Airbus Helicopters, Prancis. Helikopter tersebut juga telah memenuhi standar SAR dan Coast Guard.Dari lima unit Dauphin AS365 N3+ yang tercatat dimiliki Basarnas, HR-3604 merupakan unit produksi 2015 yang bermarkas di Lanud Atang Sendjaja (ATS), Bogor. Helikopter ini sebelumnya juga pernah digunakan Basarnas dalam simulasi SAR di Pantai Anyer untuk mendukung penyelamatan korban di laut.Kini, HR-3604 kembali dikerahkan dalam operasi SAR di Perairan Selat Sunda dan sekitar Gunung Anak Krakatau. Pencarian tersebut memasuki hari ketiga untuk menemukan delapan orang yang hilang, yang terdiri dari lima wartawan, dua awak kapal dan satu guide.Mereka hilang kontak sejak Senin (7/9). Tim SAR mulai melakukan pencarian pada Selasa (8/9). Hingga berita ini dibuat keberadaan mereka belum diketahui.