Jelang 500 Tahun Jakarta, Pramono Ungkap 3 Sektor yang Jadi Prioritas

Wait 5 sec.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (3/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanGubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan sektor pendidikan, kesehatan, dan bantalan sosial tetap menjadi prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di tengah efisiensi anggaran.Menurut Pramono, ketiga sektor tersebut tidak boleh dipangkas lantaran berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar dan perlindungan warga."Ketika pemerintah pusat bersama dengan Pemerintah DKI Jakarta melakukan efisiensi anggaran, ada tiga hal yang tidak boleh dikurangi di Jakarta," kata Pramono dalam sambutannya pada acara Penyerahan Penghargaan Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (7/9).Sektor PendidikanSejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar saat bulan Ramadhan di SDN Slipi 15, Jakarta, Kamis (6/3/2025). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO Pramono mengatakan sejumlah program tetap dipertahankan, mulai dari Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), pemutihan ijazah, hingga rencana peluncuran LPDP Jakarta.Cakupan KJMU juga diperluas. Jika sebelumnya program diprioritaskan bagi anak-anak yang bersekolah di Jakarta, kini penerima dapat menempuh pendidikan di luar Jakarta."Kami membuka kesempatan seluas-luasnya, mau sekolah apakah itu di Makassar, di Bandung, di Surabaya, di Malang, di Semarang, terserah mahasiswa itu, tetapi dia memang tetap berhak untuk mendapatkan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul," jelasnya.Selain memperluas cakupan wilayah pendidikan, Pramono menyebut KJMU kini dapat diberikan untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi yakni, S2 dan S3.Jaminan KesehatanIlustrasi BPJS Kesehatan. Foto: ShutterstockPramono mengatakan kesehatan juga sebagai sektor yang tidak boleh dikurangi dalam efisiensi anggaran."Bagi warga Jakarta yang tidak mampu, yang memang berhak untuk mendapatkan BPJS Kesehatan, kami tidak kurangi satu pun," lanjutnya.Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga berencana membangun dua rumah sakit baru, yakni Rumah Sakit Sumber Waras dan Rumah Sakit Royal Batavia Cakung. Keduanya diharapkan dapat beroperasi pada 2028."Yang pertama adalah Rumah Sakit Sumber Waras. Dan satu lagi adalah Rumah Sakit Royal Batavia Cakung yang ada di Cakung," katanya."Mudah-mudahan tahun 2028 sudah bisa kita operasionalkan, terutama yang rumah sakit mantan atau dulunya lahan Rumah Sakit Sumber Waras, karena memang itu dipersiapkan menjadi rumah sakit internasional," lanjut Pramono.Bantalan SosialDua warga beraktivitas di rel kereta api di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (16/7/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparanSementara itu, bantalan sosial menjadi sektor ketiga yang menurut Pramono tidak boleh berkurang. Dia mengatakan kebijakan tersebut diperlukan untuk mengatasi ketimpangan ekonomi di Jakarta yang tercermin dari rasio gini."Yang ketiga yang tidak boleh berkurang adalah bantalan sosial. Karena apa? Di Jakarta ini problem utamanya adalah Gini ratio, perbedaan orang kaya miskin yang dari waktu ke waktu belum mengalami penurunan yang signifikan," jelasnya.Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta terus menjalankan berbagai program perlindungan sosial, termasuk layanan Pasukan Putih bagi lansia dan penyandang disabilitas. Dia juga menyinggung akses gratis transportasi publik bagi kelompok masyarakat tertentu."Termasuk mungkin hanya di Jakarta yang kemudian pada saat ini ada 15 golongan naik transportasi publik itu gratis, termasuk teman-teman wartawan sebenarnya," kata Pramono."Jadi dengan demikian sebenarnya fasilitas untuk memanfaatkan LRT, MRT, TransJakarta, Transjabodetabek, JakLingko itu terbuka lebar bagi siapa pun yang ada di Jakarta," lanjutnya.Jelang 500 Tahun JakartaIlustrasi Bundaran HI. Foto: Ninda Photos/ShutterstockDi tengah berbagai program tersebut, Pramono mengatakan momentum menuju usia 500 tahun Jakarta menjadi kesempatan penting untuk mengenang perjalanan panjang ibu kota sekaligus melihat masa depan Jakarta.Pramono juga menilai pers memiliki peran penting dalam merekam dinamika tersebut."Saya sungguh terbantu dengan pemberitaan tentang Jakarta yang menurut saya apa adanya. Nggak perlu yang terlalu dilebih-lebihkan atau dikurang-kurangi," ujar Pramono.Menurut Pramono, kerja sama pemerintah dengan insan pers perlu diperkuat dalam menyambut momentum lima abad Jakarta. Dia ingin perjalanan Jakarta menuju usia 500 tahun dapat diinformasikan melalui berbagai perspektif jurnalistik."Maka untuk itu, dalam rangka 5 abad ke depan, Pemerintah DKI Jakarta akan meminta kerja sama yang lebih erat dan juga lebih bermakna untuk menginformasikan tentang Jakarta 500 tahun dilihat dari berbagai sudut pandang para jurnalis yang ada di Jakarta ini maupun di Indonesia," kata Pramono.Pramono menilai kerja sama antara pemerintah dan insan pers pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi perkembangan Jakarta."Saya yakin kerja sama yang baik antara Pemerintah DKI Jakarta dengan para insan jurnalis akan sangat membantu untuk kemajuan kota ini," pungkasnya.