Warga Gorontalo Dengar Bunyi Dentuman Keras: Seperti Benda Jatuh, Bikin Panik

Wait 5 sec.

Ilustrasi dentuman. Foto: Getty ImagesSejumlah warga di Gorontalo mendengar sebuah dentuman keras pada Sabtu (12/9) dini hari. Bunyi dentuman keras, seperti suara guntur atau suara benda berat jatuh, terdengar di hampir seluruh wilayah Provinsi Gorontalo."Kami sekeluarga kebetulan belum ada yang tidur. Sekitar pukul 00.22 WITA, bunyi dentuman itu terdengar sangat jelas dan sempat membuat seisi rumah panik," kata warga Gorontalo Utara Kayla Rahman, dikutip dari Antara, Sabtu (12/9).Kayla mengaku kaget dan berpikir bunyi itu adalah guntur pertanda akan turun hujan. Namun, sampai saat ini belum ada informasi resmi dari pemerintah atau instansi terkait tentang asal bunyi tersebut.Sementara, Ani Agustina, warga Gorontalo Utara, mengaku mendengar bunyi yang sama."Saya seketika mencari informasi di media sosial dan menemukan unggahan seorang teman yang memperlihatkan video pendek, seperti bintang atau meteor jatuh," katanya.Dia pun memilih membagikan video singkat itu, yang juga banyak dibagikan oleh daftar kontak lainnya di nomor WhatsApp yang dimiliki."Semoga ini hanya peristiwa alam biasa dan tidak menyebabkan bencana alam yang meresahkan," katanya.Hamdan, yang merupakan warga Isimu, Kabupaten Gorontalo, juga mengaku mendengar suara dentuman dari dalam kamar rumahnya."Saya pikir ada sesuatu yang menimpa atap rumah sebab angin pun masih berhembus cukup kencang. Namun, ternyata saat mencari tahu di luar rumah, tidak ada benda jatuh," katanya.Dia melihat informasi di akun media sosial yang dimiliki, nampak beberapa teman menduga bunyi itu berasal dari suara bintang atau meteor jatuh di sekitar wilayah Limboto, Kabupaten Gorontalo."Sebelum terdengar dentuman keras, nampak cahaya sangat terang melintas di langit Gorontalo di wilayah Telaga Kabupaten Gorontalo. Semoga tidak ada hal-hal atau musibah yang membahayakan. Kita berdoa agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, sambil menunggu informasi resmi dari pemerintah atau instansi resmi terkait," kata Hamdan mengutip salah satu unggahan di media sosial disertai video berdurasi pendek.