Ratusan warga Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang menggelar doa bersama memohon keselamatan bagi 5 jurnalis dan 3 kru kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, pada Jumat (11/9) malam. Foto: kumparanRatusan warga Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang menggelar doa bersama memohon keselamatan bagi 5 wartawan dan 3 kru kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, pada Jumat (11/9) malam, di posko pencarian di Dermaga Marina, Carita.Tak hanya warga setempat, perwakilan keluarga korban, sejumlah awak media, Basarnas, TNI dan Polri, serta Gubernur Banten ikut serta dalam proses doa bersama tersebut.Ketua RT setempat, Hamdani, mengatakan dirinya tidak mengira antusias warga untuk ikut serta dalam mendoakan para korban hilang begitu besar, meski kegiatan tersebut tidak diumumkan secara resmi.Sebab, kata Hamdani, proses doa bersama dilakukan atas inisiatif keluarga korban dengan tujuan memohon petunjuk kepada Yang Maha Kuasa demi keselamatan para korban hilang."Ini tidak diumumkan, cuma tadinya rencananya mau sebatas keluarga saja yang doa, tapi masyarakat banyak, cukup antusias untuk ikut mendoakan, mudah-mudahan keluarga kami cepat ditemukan selamat," kata Hamdani, Jumat (11/9).Hal senada turut disampaikan Kapolsek Carita Iptu Supandi. Menurutnya, kegiatan doa bersama digelar dilakukan agar tim SAR gabungan bisa segera menemukan keberadaan para korban hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau."Kita memohon kepada Yang Kuasa agar penumpang kapal Arupadhatu 1 ada 8 orang, di antaranya 5 jurnalis dan 3 kru kapal yang selama ini putus kontak bisa ditemukan selamat, semoga cepat ditemukan," tandas Iptu Supandi.Lima wartawan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Rombongan hilang kontak sejak Senin (7/9) saat berlayar menggunakan kapal untuk memotret gunung tersebut.Kelimanya adalah M. Bagus Khoirunnas (28), jurnalis Antara; Ari Basuki (52), jurnalis Merdeka; Yudhis, jurnalis iNews; Daus (42), jurnalis Anadolu; dan Donal, jurnalis freelance.Kapal mereka dikapteni oleh Warta, bersama satu ABK lainnya bernama Surakman dan seorang guide bernama Heriyanto. Mereka bertolak dari Dermaga Marina, Lippo Carita, Desa Sukajadi, Carita, Kabupaten Pandeglang, sekitar pukul 14.00 WIB.