Tenaga Ahli Mensos Andy Kurniawan paparkan penguatan perlindungan sosial berbasis digital, pemutakhiran data, dan Gerakan Nasional Peduli Tetangga di Politeknik Statistika STIS, Jakarta, Jumat (11/9/2026). Foto: Dok. KemensosKementerian Sosial mendorong penguatan perlindungan sosial (Perlinsos) melalui data yang terus diperbarui, digitalisasi bantuan sosial, dan keterlibatan masyarakat.Hal tersebut disampaikan Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Kementerian Sosial, Andy Kurniawan, dalam Diskusi Metodologi Penentuan Desil dan Pengukuran Kemiskinan di Indonesia di Auditorium Politeknik Statistika STIS, Jakarta, Jumat (11/9/2026).Andy mengatakan, data menjadi dasar penting bagi Kemensos dalam menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.“Wilayah Kementerian Sosial adalah bagaimana menggunakan data untuk menyalurkan bantuan sosial,” kata Andy.Ke depan, perlindungan sosial diarahkan menggunakan mekanisme berbasis permintaan on demand. Masyarakat yang membutuhkan dapat mengajukan bantuan, kemudian pemerintah memeriksa kelayakannya menggunakan DTSEN dan data administrasi lainnya.“Yang butuh silakan minta.” ujar Andy.Pengajuan bantuan juga diarahkan dapat dilakukan secara digital menggunakan nomor identitas dan biometrik. Sistem kemudian mencocokkan data tersebut dengan data administrasi pemerintah untuk melihat kondisi dan kelayakan masyarakat.Andy mengatakan, sistem tersebut membutuhkan data yang terus diperbarui karena kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah. Pemerintah juga akan membangun dynamic social registry agar perubahan tersebut dapat tercatat.Di sisi lain, tidak semua masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara digital. Karena itu, pemerintah mendorong Gerakan Nasional Peduli Tetangga melalui Agen Perlinsos untuk membantu warga yang membutuhkan, termasuk mereka yang tidak memiliki gawai.“Agen itu siapa? Orang lain yang bisa membantu orang lain untuk masuk dan mendaftarkan bantuan sosial,” jelas Andy.Agen Perlinsos dapat berasal dari berbagai unsur masyarakat, seperti RT, RW, pendamping sosial, PKK, kelompok pengajian, kelompok arisan, wartawan, hingga Babinsa.Tenaga Ahli Mensos Andy Kurniawan paparkan penguatan perlindungan sosial berbasis digital, pemutakhiran data, dan Gerakan Nasional Peduli Tetangga di Politeknik Statistika STIS, Jakarta, Jumat (11/9/2026). Foto: Dok. Kemensos“Siapa pun boleh jadi agen Perlinsos,” kata Andy.Pemerintah menargetkan lebih dari 50 juta keluarga masuk dalam sistem digitalisasi bantuan sosial hingga akhir 2026. Andy menegaskan, angka tersebut merupakan target pendaftaran, bukan jumlah penerima bantuan sosial.“Target kita adalah 50 juta lebih keluarga bisa masuk ke data digitalisasi bansos,” ujarnya.Setelah terdaftar, masyarakat tetap melalui asesmen untuk menentukan kelayakan menerima bantuan. Digitalisasi bantuan sosial ditargetkan dapat digunakan dalam penyaluran bantuan sosial pada 2027.Andy menegaskan pemerintah terbuka untuk terus menyempurnakan sistem perlindungan sosial. “Pemerintah terbuka untuk menyempurnakan model-model ini,” katanya.