Dugaan Asmara Jadi Motif Upaya Mahasiswa FK UB Bunuh Diri

Wait 5 sec.

Universitas Brawijaya. Foto: Dok. IstimewaCatatan Redaksi: Bunuh diri bukan jalan keluar persoalan kehidupan, segera cari pertolongan atau klik www.healing119.id atau telepon darurat 119 ext. 8 atau WhatsApp +62 813-8007-3120.Dugaan upaya bunuh diri mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) disebut karena faktor asmara. Mahasiswa itu diduga sedang bermasalah dengan kekasihnya.Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta mengungkapkan, dugaan permasalahan asmara menjadi penyebab R nekat mencoba melompat atas gedung salah satu fakultas di UB. Dari hasil penyelidikan sementara dan menggali keterangan dari beberapa rekannya, diketahui mahasiswa tersebut tengah ada masalah dengan kekasihnya."Kami sudah meminta keterangan saksi-saksi, dari teman kuliah, kos hingga dosen. Keterangan dari saksi-saksi dia (korban) habis bertengkar dengan pacarnya," kata Anang Tri Hananta, saat dikonfirmasi Jumat (11/9).Kekasih mahasiswa tersebut diduga berselingkuh dengan pria lain. Hal ini membuatnya terlibat pertengkaran dengan kekasihnya tersebut. Hal ini juga dibuktikan dari percakapan WhatsApp keduanya."Ada masalah dengan pacarnya, karena punya pacar lain. Ini terungkap dari pemeriksaan dan bukti chat teman-temannya," ucapnya.Setelah terlibat pertengkaran, mahasiswa itu langsung melakukan percobaan bunuh diri. Aksinya sempat terekam CCTV gedung. Terlihat ia sempat dicegah oleh mahasiswa lain dan kekasihnya, tapi gagal."Jadi saat itu ada saksi yang sempat berusaha mencegah, meneriaki agar tidak meloncat saat kejadian, termasuk pacarnya berusaha untuk mencegah," jelasnya.Setelah peristiwa terjadi, seorang saksi DST (48) yang berada di lantai satu gedung mendengar ada seperti benda jatuh. Saat dicek ternyata mahasiswa tersebut sudah terjatuh di area parkiran.Korban saat ditemukan dalam keadaan sadar dengan kondisi lemas, dan luka di beberapa bagian tubuhnya langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.Mahasiswa BerprestasiKepala Program Studi Kedokteran Umum FK UB dr. Hanif mengungkapkan, mahasiswa tersebut merupakan pribadi yang rajin dan pintar."Kami mengkonfirmasi bahwa dalam kesehariannya yang bersangkutan menjalani perkuliahan dengan baik, memiliki kehadiran yang baik, serta prestasi yang baik. IPK yang bersangkutan juga 3,8. Jadi, bukan mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam pendidikan," kata dr. Hanif, saat konferensi pers di UB, Jumat (11/9).Berdasarkan hasil investigasi penelusuran ke dosen hingga teman korban, mahasiswa itu tidak ada permasalahan secara akademik. Ia memastikan, mahasiswa itu juga bukan korban bullying."Tidak ada hal yang mengarah pada kesulitan maupun tekanan, apalagi dari kakak kelas, bullying, dan sebagainya. Pencarian informasi yang kami lakukan berfokus pada bidang institusi pendidikan. Kami tidak dalam rangka mencari informasi di luar wilayah tersebut," terang dia.