Benda Bersejarah Penemuan Proyek MRT Jakarta Potensi Masuk Museum

Wait 5 sec.

Perkembangan proyek konstruksi MRT Jakarta Fase 2A per Juni 2026. Foto: YouTube MRTvProyek konstruksi MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI-Kota terus berjalan, termasuk paket kontrak CP 202 yang mencakup pembangunan ekosistem di sekitar Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar. Paket tersebut telah dikerjakan sejak 2022.Dalam pengerjaannya, proyek CP 202 menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Salah satunya penemuan cerucuk atau struktur kayu penyusun tanggul yang diperkirakan merupakan peninggalan abad ke-17.Department Head Deputy Project Management 1 MRT Jakarta David Anggiat Siahaan menjelaskan posisi cerucuk yang ditemukan beririsan dengan struktur permanen stasiun MRT.“Kita harus membuat koridor, kita menyebutnya panel penyeberangan orang yang berfungsi untuk menyeberangkan dari sisi Gadjah Mada dan juga sisi Hayam Wuruk sebagai akses masuk ke dalam stasiun,” kata David.Penemuan cerucuk di proyek konstruksi MRT Jakarta koridor Harmoni-Mangga Besar Foto: Instagram @mrtjktProses pengangkatan dan perawatan cerucuk dilakukan dengan berkoordinasi dengan arkeolog dan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Cerucuk diangkat menggunakan alat berat secara hati-hati. Setelah itu, benda tersebut dicuci dengan air mengalir tanpa menggunakan sabun.“Yang penting air mengalir sih, kita sikat bersih, habis itu ada perendaman, lalu ada pembungkusannya,” jelas David saat ditemui di Transport Hub, Jakarta Pusat, belum lama ini.David Anggiat Siahaan, Department Head Deputy Project Management 1 MRT Jakarta. Foto: Sifa Maulida/kumparanSetelah diangkat, cerucuk diserahterimakan kepada Dinas Kebudayaan DKI Jakarta untuk disimpan. Katanya, langkah tersebut dilakukan sebagai komitmen MRT Jakarta dalam menaati aturan perundang-undangan di Indonesia, di mana disebutkan bahwa pihak mana pun yang menemukan objek diduga cagar budaya, wajib melapor ke dinas terkait. Selain cerucuk, David mengungkap ada beberapa temuan benda bersejarah lainnya selama proyek konstruksi MRT berlangsung, khususnya di paket CP 202. Penemuan-penemuan itu antara lain berupa rel tram dan dinding bata bekas struktur jembatan zaman dahulu.Perkembangan proyek konstruksi MRT Jakarta Fase 2A per Juni 2026. Foto: YouTube MRTvTemuan Bersejarah Bisa Dipajang di MuseumDivision Head Business Planning and Expansion Division MRT Jakarta, Samuel Ryan Pradipta Pranowo, mengakui bahwa peninggalan sejarah tahun 1800-an masih bisa tergali di proyek MRT Jakarta. Itu jadi pertimbangan rencana penataan ruang dan bisnis MRT Jakarta ke depannya. Ia menyebut bahwa pengembangan tata ruang dan bisnis MRT Fase 2A, khususnya kawasan Kota Tua, akan bertemakan tentang sejarah, namun tetap modern.Division Head Business Planning and Expansion Division MRT Jakarta, Samuel Ryan Pradipta Pranowo. Foto: Sifa Maulida/kumparanSamuel juga mengungkap bahwa temuan-temuan bersejarah itu bisa masuk ke museum sekitar stasiun MRT, baik museum eksisting maupun museum yang akan dikembangkan di kemudian hari. “Selain kita kerjasamakan dengan Disbud, itu kan peninggalan sejarah direstorasi lagi ya, dan sekarang dimasukkan ke beberapa museum. Untuk pengembangan placemaking ke depannya ada satu yang akan masuk yaitu museum. Misalkan nanti di Jakarta ada museum lilin, bisa aja tuh ada museumnya kombinasinya mix antara yang historical maupun yang modern,” kata Samuel di Wisma Nusantara pada Rabu (9/9). Samuel mengatakan implementasi rencana tersebut dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari dinas terkait, swasta, hingga pengelola museum.