Permintaan Global Naik, tapi Filipina Putuskan Hentikan Ekspor Ube

Wait 5 sec.

Ilustrasi Ube. Foto: Sploon/ShutterstockFilipina resmi menghentikan ekspor ube segar (purple yam) untuk melindungi kelangkaan stok bibit tanam di tengah lonjakan permintaan global.Dikutip dari Bloomberg, Kementerian Pertanian mengungkap penghentian ekspor yang bersifat tanpa batas waktu ini mulai diberlakukan pada pertengahan Agustus mencakup ube beserta bahan tanam propagatifnya.Kebijakan ini bertujuan untuk membangun kapasitas produksi sekaligus menjadikan komoditas tersebut sebagai sumber devisa ekspor yang lebih besar di masa depan."Kami sangat kekurangan bahan tanam di dalam negeri, dan kami tidak ingin mengekspornya ke negara-negara yang dapat menggunakan varietas ube Filipina untuk bersaing dengan kita," ujar Menteri Pertanian Francisco Tiu Laurel Jr dikutip dari Bloomberg, Minggu (13/9).Ube asal Filipina kini semakin banyak dicari oleh para pelaku industri pengolahan dan pembeli luar negeri, namun ketersediaan bahan tanam yang dibutuhkan untuk memperluas produksi masih sangat terbatas.Ube banyak diolah menjadi tepung, selai, dan pasta yang digunakan sebagai bahan baku untuk berbagai produk, mulai dari kue keju hingga lilin aromaterapi.Kementerian Pertanian mencatat selama ini, produk ekspor tersebut telah merambah ke pasar Kanada, Timur Tengah, dan sejumlah wilayah di Asia. Selain itu ada Amerika Serikat dan Eropa berpotensi menjadi pasar tambahan di masa mendatang.