Ilustrasi anak memakai masker. Foto: ShutterstockPaparan abu vulkanik perlu diwaspadai karena partikelnya yang sangat kecil dapat masuk ke saluran pernapasan. Anak-anak juga sebaiknya tidak terlalu banyak beraktivitas di luar rumah saat udara sedang dipenuhi abu.Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menyarankan olahraga outdoor ditunda sementara jika wilayah tempat tinggal sedang mengalami paparan abu vulkanik yang cukup jelas.“Aktivitas fisik membuat frekuensi dan volume napasnya meningkat sehingga jumlah partikel yang masuk ke saluran napas juga lebih banyak,” ujar dr. Aisya saat dihubungi kumparanMOM, Minggu (6/9).Jika Anak Harus Keluar RumahGunung Anak Krakatau pada 18 Juli 2018. Foto: FERDI AWED / AFPOrang tua bisa memberikan perlindungan tambahan dengan memilih masker yang sesuai dengan usia anak. Berikut yang perlu diperhatikan:-Anak yang lebih besar: Bisa menggunakan respirator partikulat seperti N95 atau KN95 yang ukurannya sesuai dan terpasang rapat.-Masker bedah: Masih dapat membantu mengurangi paparan sebagian partikel, tetapi perlindungannya tidak sebaik respirator.-Masker kain: Kurang optimal untuk melindungi anak dari paparan debu vulkanik.Ilustrasi anak memakai masker. Foto: Shutterstock-Bayi dan balita kecil: Jangan dipakaikan N95 atau masker jika belum bisa menggunakannya dengan aman. Lebih baik kurangi paparan dengan tetap berada di dalam ruangan.-Anak dengan asma: Pastikan obat pelega napas tersedia dan ikuti rencana penanganan yang sudah diberikan dokter.Bagaimana dengan Anak yang Naik Motor?Jika anak terpaksa harus bepergian menggunakan sepeda motor saat kondisi udara masih berdebu, perlindungan mata juga perlu diperhatikan.Ilustrasi anak memakai masker. Foto: Shutterstockdr. Aisya menyarankan penggunaan kacamata dan helm untuk membantu mengurangi risiko partikel abu masuk ke mata. Namun, jika abu sedang turun cukup banyak, sebaiknya perjalanan menggunakan motor ditunda.“Kalau memang harus pakai motor, harus pakai masker atau respirator yang terpasang dengan baik dan menggunakan kacamata,” jelasnya.Pada kondisi abu vulkanik sedang pekat, pilihan paling aman untuk anak tetap mengurangi aktivitas di luar rumah dan berada di dalam ruangan ya, Moms.