Heboh Parade di Pekalongan: Ada Tema Satanis, Peserta Meninggal Kelelahan

Wait 5 sec.

Kunjungan polisi ke rumah duka peserta parade yang meninggal dunia usai ikuti kegiatan Simbang Kulon Night Carnival di Simbang Kulon Pekalongan, Minggu (13/9/2026). Foto: Dok. IstimewaAcara Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, ramai diperbincangkan. Sebab, terdapat peserta yang kostum serta peraga berbau satanis. Bahkan, salah satu peserta juga dikabarkan meninggal dunia.Dalam video yang beredar, tampak sejumlah peserta mengenakan kostum bernuansa iblis. Selain itu, mereka juga menampilkan sejumlah simbol-simbol satanis dalam acara yang digelar pada Kamis (10/9).Para peserta kemudian naik di atas panggung memperagakan adegan-adegan satanis. Salah satunya sekelompok peserta mengenakan jubah berwarna putih. Mereka membawa peti dan berdiri melingkar.Kemudian, mereka membawa kambing hidup dan dimasukkan ke dalam peti tersebut. Salah satu peserta memotong kambing hingga kepalanya putus. Kepala kambing itu lalu diangkat dan tampak darah berucuran.Sementara, ada salah satu peserta yang mengenakan jubah iblis dikabarkan meninggal dunia.Kasi Humas Polres Pekalongan Kota, Iptu Purno Utomo, mengatakan bahwa peserta karnaval yang meninggal bernama Ahmad Faiz bin H. Masykur (40) warga Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.Purno juga meluruskan terkait narasi Faiz yang meninggal mendadak saat acara karnaval tidaklah benar.Ia menjelaskan, seusai karnaval, Faiz mampir ke rumah pamannya di Gg. 1B, Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran sekitar pukul 00.00 WIB."Masih sempat ngobrol-ngobrol dengan teman-temannya, bahkan masih sempat membelikan teh untuk pamannya. Sekitar pukul 02.30 WIB Ahmad Faiz izin pamit pamannya untuk pulang ke rumahnya untuk tidur karena lelah," kata Purno saat dikonfirmasi, Minggu (13/9).Sekitar pukul 04.00 WIB, istrinya mendapati Faiz dengan nafas yang tersengal-sengal. Kemudian korban sempat hendak dibawa ke dokter, namun belum ada dokter yang buka.Kemudian datang juga seorang tokoh agama di Simbang Kulon memberikan masukan agar mengiklhaskan korban, namun keluarganya masih berusaha membawa korban ke RSI Pekajangan."Akan tetapi saat hendak dibawa menggunakan kendaraan bermotor ternyata Ahmad Faiz sudah meninggal dunia," ucapnya."Dari pihak keluarga telah mengiklaskan meninggalnya Faiz dan tidak bersedia dilakukan autopsi," tambahnya.Purno menyampaikan bahwa penyebab kematian Faiz diduga karena kelelahan, bukan saat kehabisan napas ketika karnaval berlangsung."Iya info awal tidak terkait, meninggal dunianya sudah di rumah. Sudah tidur. Kelelahan," kata dia.Purno juga akan mendalami lebih lanjut terkait dengan penyelenggaraan karnaval yang bernuansa satanis tersebut. Pihaknya juga akan berencana akan memanggil penyelenggara untuk diminta keterangan."Kami monitor, saran kami tampung, kami monitor," kata dia.Sementara itu, dalam karnaval itu juga terdapat dugaan aksi pengeroyokan yang terjadi.Penanggung Jawab Kontingen RT 11/RW 04 Desa Simbang Kulon, Saiful Mubarok, mengatakan bahwa narasi pengeroyokan yang beredar di media sosial tersebut tidaklah benar.Menurutnya, insiden perselisihan tersebut dipicu oleh ulah penonton yang berasal dari luar Desa Simbang Kulon."Terkait hal tersebut, saya mewakili teman-teman dari kontingen RT 11, RW 04 ingin memosisikan bahwa pengeroyokan tersebut tidaklah benar, melainkan dipicu oleh penonton dari luar Desa Simbang Kulon," ujar Saiful.Ia menjelaskan, kejadian itu bermula ketika oknum penonton dari luar desa tersebut mencoba merebut properti atraksi berupa aksesoris obor milik rombongan peserta. Saat peserta berusaha mempertahankan propertinya, oknum penonton tersebut justru melakukan pemukulan terlebih dahulu."Kronologinya, dari penonton luar tersebut merebut properti kami yang berupa atribut aksesoris obor. Lantaran dari teman kami mempertahankan, justru dari penonton luar tersebut malah memukul. Spontan dari teman-teman yang ada di tempat kejadian merasa emosi dan akhirnya membalas aksi pemukulan tersebut," jelasnya.Saiful juga meluruskan bahwa peristiwa tersebut tidak terjadi di area utama karnaval, melainkan di pertigaan Kertijayan yang berada di luar kawasan Desa Simbang Kulon.Mengenai kondisi peserta, Saiful memastikan tidak ada korban luka berat dalam insiden tersebut."Tidak ada korban dari tempat kami, cuma ada bekas pukulan di tangan saja," tambahnya.Ia juga menegaskan seluruh rombongan kontingen yang terlibat murni merupakan warga Simbang Kulon RT 11/RW 04, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.Ia mengimbau kepada masyarakat luas agar tidak mudah terprovokasi dan menyebarkan narasi-narasi menyesatkan yang dapat merugikan nama baik desa maupun panitia kontingen."Harapannya ke depan untuk masyarakat luas agar tidak memperkeruh suasana dengan menyebarkan berita-berita hoaks atau narasi-narasi negatif yang dapat merugikan desa kami, Simbang Kulon, maupun kontingen dari RT 11, RW 04. Dan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan," kata Saiful.Di sisi lain, Kapolsek Buaran, AKP Sunarto, mengatakan bahwa pihaknya tengah menyelidiki kasus dugaan pengeroyokan tersebut."Kalau soal pemukulan, ini sedang kita selidiki. Nanti kita panggil saksi-saksi terlebih dahulu. Kemudian untuk sementara korban belum melaporkan," ujar Sunarto.