Pengorbanan demi Anak Masuk PB Djarum: Habis Puluhan Juta, Nyetir Berjam-jam

Wait 5 sec.

Atlet Peserta Audisi Umum PB Djarum saat mengikuti Audisi Umum PB Djarum di GOR Djarum Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Jumat (11/9/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparanPerjuangan orang tua demi mengantarkan anak untuk dapat bergabung klub bulu tangkis PB Djarum penuh dengan ragam cerita. Mulai dari biaya yang mencapai puluhan juta sampai pengorbanan berpindah dari satu kota ke kota lainnya yang memakan waktu demi mengikuti Audisi Umum PB Djarum.Kisah pertama datang dari Purwati, seorang ibu dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang mencoba mewujudkan cita-cita kedua anaknya menjadi atlet bulu tangkis. Ia mengaku sudah menghabiskan puluhan juta rupiah untuk mengantarkan putra-putrinya jadi pebulu tangkis.Bahkan, ia dan suaminya juga beberapa kali mengantarkan buah hatinya untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum. Anaknya yang bernama Abiseka Sobhitakumari Priyanto (9) sudah mengikuti audisi sebanyak tiga kali pada 2024, 2025 dan 2026. Sedangkan anaknya yang satu lagi, Asoka Bahusaccakumara Priyanto (11), sudah empat kali mengikuti pada 2023, 2024, 2025, dan 2026."Kalau dikalkulasi biaya yang dikeluarkan bisa sampai dua digit. Alasannya karena untuk masa depannya dia menjadi atlet bulu tangkis," katanya kepada kumparan, Jumat (11/9). Mengantarkan kedua anaknya untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum dirasa pas sebagai bagian mewujudkan mimpi buah hatinya. Sebagai orang tua ia selalu mendukung. "PB Djarum menggelar Audisi Umum seperti ini secara gratis tentunya merupakan hal yang bagus untuk memberikan wadah bagi atlet usia dini. Apalagi fasilitas yang ada di sini juga luar biasa," imbuhnya. Sementara itu, Abiseka sendiri mengaku masih bersemangat mengikuti Audisi Umum PB Djarum. Kegagalannya tak membuatnya putus asa. "Ingin masuk PB Djarum, karena di sini banyak atlet bagus," ujar perempuan yang mengidolakan Liliyana Natsir. Atlet Peserta Audisi Umum PB Djarum saat mengikuti Audisi Umum PB Djarum di GOR Djarum Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Jumat (11/9/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparanSigit Purnomo, asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, juga mengalami hal yang sama. Ia sudah tiga kali mengantarkan putrinya, Zahra Amelia Kasiwi (11) ke Audisi Umum PB Djarum. Tepatnya pada 2024, 2025, dan 2026."Biaya yang dikeluarkan untuk akomodasi mengantarkan ke kejuaraan bulu tangkis sejauh ini lumayan. Dua digit mungkin ada. Hanya, sebagai orang tua kan ketika anak senang, kita senang. Sebagai orang tua kami mendukung," katanya, Jumat (11/9)."Karena anak saya hobi badminton, ya kami sebagai orang tua support," imbuhnya. Sementara itu, Zahra Amelia Kasiwi (11) masih bersemangat untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum. Tekadnya bulat, ia ingin masuk ke klub bulu tangkis yang bermarkas di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. "Saya ingin mencoba lagi dan ingin masuk ke PB Djarum. Saya juga mengidolakan Kevin Sanjaya Sukamuljo karena mainnya bagus dan lincah," imbuhnya. Atlet Peserta Audisi Umum PB Djarum, Satoshi Nagata saat mengikuti Audisi Umum PB Djarum di GOR Djarum Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Jumat (11/9/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparanPerjuangan orang tua juga datang dari Kota Pasuruan, Jawa Timur. Ia adalah Luluk Oktavia, seorang ibu yang mencoba mengantarkan putranya, Gibran Al Ghivari (11). "Perjalanan kami dari Pasuruan ke Kudus kurang lebih tujuh jam mengendarai mobil mengantarkan anak mengikuti Audisi Umum PB Djarum," katanya, Jumat (11/9). Menempuh perjalanan yang lumayan panjang itu dilakukan demi menjembatani putranya menjadi atlet bulu tangkis. Setiap hari ia selalu mengarahkan putranya untuk tetap bersemangat berlatih. "Saya selalu kasih arahan ayo semangat nak karena kamu sendiri kan yang ingin menjadi atlet bulu tangkis. Jadi harus berusaha," terangnya. Gibran Al Ghivari menyampaikan keinginannya masuk ke PB Djarum. Pada tahun ini menjadi debut pertamanya mengikuti Audisi Umum PB Djarum. "Baru sekali ini ikut Audisi Umum PB Djarum. Saya ingin masuk ke PB Djarum ini," ucap anak yang mengidolakan Kevin Sanjaya Sukamuljo itu. Keinginan untuk masuk PB Djarum juga diutarakan atlet asal PB Mahameru bernama Satoshi Nagata (12). Alasannya karena PB Djarum dinilai sebagai klub bulu tangkis yang bagus. "Ingin masuk PB Djarum karena di sini klub bagus," imbuhnya.