Gunung Ile Lewotolok di Nusa Tenggara Timur erupsi pada Sabtu (12/9/2026), pukul 08.40 WITA, dengan tinggi kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak. Foto: Dok. PVMBGDua gunung api mengalami erupsi pada Sabtu (12/9) pagi. Keduanya, yakni Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur dan Gunung Ibu di Maluku Utara.Berdasarkan laporan Magma-VEN Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Ili Lewotolok mengalami erupsi pada pukul 06.18 WITA.“Telah terjadi erupsi G. Ili Lewotolok, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 12 September 2026 pukul 06:18 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak,” tulis laporan PVMBG, dikutip Sabtu (12/9).Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah barat. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 46 detik.Gunung Ili Lewotolok kembali erupsi pada pukul 08.40 WITA. Kolom abu kali ini mencapai sekitar 600 meter di atas puncak, dengan warna putih hingga kelabu, intensitas tebal, dan condong ke arah barat. Erupsi berlangsung selama 1 menit 22 detik serta disertai dentuman intensitas sedang.Gunung Ibu di Maluku Utara erupsi pada Sabtu (12/9/2026), pukul 08.52 WIT, dengan tinggi kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak. Foto: Dok. PVMBGSementara itu, Gunung Ibu di Maluku Utara erupsi pada pukul 08.52 WIT. Kolom abu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak, berwarna putih hingga kelabu, dengan intensitas sedang hingga tebal dan condong ke arah barat laut.Erupsi Gunung Ibu terekam dengan amplitudo maksimum 20 milimeter dan durasi sementara sekitar 51 detik.“Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,” tulis PVMBG.Kedua gunung api tersebut saat ini berstatus Level II atau Waspada. PVMBG meminta masyarakat untuk tidak mendekati kawasan berbahaya yang telah ditetapkan di sekitar masing-masing gunung.“Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dan 3 km sektor selatan dan tenggara dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok,” tulis PVMBG.Adapun untuk Gunung Ibu, zona larangan aktivitas mencakup radius 2 kilometer dari kawah aktif serta perluasan sektoral 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.“Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3.5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu,” bunyi keterangannya.Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bahaya erupsi serta menggunakan perlindungan diri apabila terjadi hujan abu vulkanik.