Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanWakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda menyatakan setuju dengan usulan pengintegrasian Badan Geologi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).“Saya setuju. Ya, saya setuju kalau itu digabungkan karena kalau semangatnya preventif dan untuk pendeteksian lebih cepat, nah badan geologi dan BMKG nggak apa-apa digabungkan,” kata Huda saat dihubungi, Rabu (9/9).Menurutnya, kedua lembaga tersebut masih berada dalam satu rumpun objek yang sama meski memiliki fokus perhatian yang berbeda.“Karena masih satu rumpun objek yang sama sebenarnya, walaupun beda ini ya beda concern-nya. Jadi, saya setuju,” katanya.Huda menilai penggabungan kedua lembaga tersebut dapat mendukung upaya pemerintah dalam melakukan pencegahan dan mendeteksi potensi bencana secara lebih cepat.Huda kemudian membandingkan rencana penggabungan Badan Geologi dan BMKG dengan usulannya mengenai pembentukan badan tunggal yang memiliki kewenangan dalam penanganan pascabencana.Ia sebelumnya mendorong adanya badan khusus untuk menangani fase pascabencana karena kewenangan penanganan saat ini dinilai masih tersebar di sejumlah kementerian dan lembaga.“Sebagaimana usulan saya pascakebencanaan itu butuh ditangani oleh badan tunggal gitu, yang dia punya kewenangan otoritatif yang sekarang kan berserak ke mana-mana,” tutur Huda.“BNPB lalu nanti bergabung teknisnya PU, perumahan dan seterusnya. Jadi waktu itu kita dorong memang butuh badan khusus itu,” lanjutnya.Menurut Huda, pembentukan badan tunggal untuk penanganan pascabencana dan integrasi Badan Geologi dengan BMKG sama-sama memiliki urgensi dalam memperkuat sistem kebencanaan nasional.“Sama, kira-kira bobotnya sama. Penggabungan BMKG sama Geologi sama itu dengan badan pasca penanganan bencana itu penting. Sama-sama penting,” katanya.Ilustrasi BMKG. Foto: Thrive Studios ID/ShutterstockSebelumnya, usulan integrasi Badan Geologi dengan BMKG disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat terbatas (ratas) penanganan bencana melalui konferensi video di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).Dalam rapat tersebut, Prabowo memberi perhatian khusus terkait posisi Indonesia yang berada di cincin api Pasifik atau ring of fire.“Karena kita ada di ring of fire, kita siap. Ternyata juga erupsi terjadi lagi di beberapa tempat, di Sumatera Utara, Jawa Timur, Halmahera. Ini kita monitor terus,” kata Prabowo.Prabowo menilai usaha pemerintah memitigasi bencana sejauh ini sudah maksimal. Ia pun menegaskan pemerintah akan terus memantau potensi bencana, termasuk erupsi gunung berapi.“Untuk monitor ini, nanti kita pikirkan apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG. Tapi, nanti kita bahas itu,” ujar Prabowo.