Bukan Sekadar Alat Mobilitas, Motor Punya Efek Ekonomi Besar

Wait 5 sec.

Keseruan kumparanOTO On The Road bersama Astra Honda Motor (AHM) di Jakarta, Sabtu (6/9/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanSepeda motor selama ini identik dengan alat mobilitas sehari-hari. Kendaraan roda dua digunakan untuk bekerja, mengantar keluarga, hingga menjalankan berbagai aktivitas usaha.Namun, manfaat sepeda motor tidak berhenti ketika kendaraan sampai di tangan konsumen. Di balik satu unit motor terdapat rantai industri yang panjang, mulai dari pemasok komponen, proses produksi, distribusi, hingga berbagai aktivitas ekonomi yang tumbuh setelah kendaraan digunakan.Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam acara kumparan On The Road kolaborasi dengan Astra Honda Motor (AHM). Selain riding bersama, acara ini menghadirkan sesi diskusi yang membahas ekosistem sepeda motor bersama pabrikan dan komunitas.Keseruan diskusi kumparanOTO On The Road bersama Astra Honda Motor (AHM) di Jakarta, Sabtu (6/9/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanGeneral Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, mengatakan satu sepeda motor melibatkan banyak industri sebelum akhirnya sampai ke konsumen."Karena satu sepeda motor itu jangan dibayangkan ketika konsumen menerima unit sepeda motor atau ketika teman-teman mengendarai sepeda motor, tapi sebelum teman-teman mengendarai sepeda motor, itu ada prosesnya yang jauh di depannya," kata Muhibbuddin di Kantor kumparan, Minggu (6/9/2026).Ia menjelaskan, AHM saat ini didukung 153 perusahaan pemasok di sisi hulu, mulai dari produsen baut, rantai, hingga berbagai komponen lainnya. Setelah proses perakitan, rantai tersebut berlanjut ke sekitar 1.000 perusahaan di sisi hilir yang mendukung distribusi hingga produk sampai ke konsumen."Kalau ditotal dari hulu sampai ke hilir ini, ada sekitar 671.000 orang yang bekerja di industri ini. Jadi betapa besarnya, betapa masifnya industri sepeda motor roda dua ini," ujarnya.Keseruan diskusi kumparanOTO On The Road bersama Astra Honda Motor (AHM) di Jakarta, Sabtu (6/9/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanBesarnya ekosistem tersebut membuat kondisi pasar sepeda motor ikut berpengaruh terhadap keberlangsungan banyak perusahaan dan tenaga kerja di dalamnya."Karenanya kalau misalkan market-nya itu terganggu, maka dengan sendirinya ini akan berdampak ke 671.000 orang yang bekerja di dalamnya, dan juga berdampak ke kontribusi kita ke negara," kata Muhibbuddin.Menurutnya, fungsi sepeda motor juga tidak sebatas sebagai kendaraan untuk berpindah tempat. Sebagian besar pengguna memanfaatkannya untuk aktivitas yang memiliki nilai ekonomi."Inilah sebuah ekosistem yang berusaha memberikan solusi mobilitas produktif. Kata kuncinya itu. Kami menggunakan kata 'solusi mobilitas produktif' ini karena memang mostly sepeda motor ini digunakan oleh konsumen untuk kegiatan-kegiatan produktif yang ekonomis," jelasnya.Keseruan kumparanOTO On The Road bersama Astra Honda Motor (AHM) di Jakarta, Sabtu (6/9/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan"Artinya memang si sepeda motor ini digunakan tidak hanya bekerja, tidak hanya mencari uang, tapi juga menyuport mereka agar bisa ekonomis dalam running bisnisnya, melaksanakan aktivitasnya," sambung Muhibbuddin.Efek ekonomi tersebut kemudian berlanjut di tingkat pengguna. Travel & Konten Kreator Otomotif, Rangga Pramudita alias Masrang, melihat komunitas motor menjadi salah satu ruang yang ikut melahirkan peluang usaha."Awalnya tuh biasanya ketika kita ke komunitas, kita tuh punya banyak isu yang tidak terjawab. Biasanya di komunitas itu terjawab. Mulai dari 'oli apa sih yang bagus?', 'Bang apa sih yang oke?'. Dari hal kecil itu komunitas bisa menjawab," kata Masrang.Keseruan diskusi kumparanOTO On The Road bersama Astra Honda Motor (AHM) di Jakarta, Sabtu (6/9/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanMenurutnya, interaksi di komunitas kemudian bisa berkembang menjadi bisnis yang berkaitan dengan bengkel, modifikasi, aksesori, hingga usaha yang dijalankan sesama anggota."Dari situ timbullah circle-circle baru, bahkan impact-nya itu ke bengkel, ke wirausaha komunitas, sampai ke situ. Jadi kalau ditanya, 'Motor bisa menghidupi enggak sih?' Enggak cuma bisa menghidupi, tapi menjanjikan," terangnya.