Harga Timah Diprediksi Tembus USD 55.000, Ini Pemicunya

Wait 5 sec.

Ilustrasi timah. Foto: PT Timah PT Timah (Persero) Tbk memproyeksikan harga logam timah global masih akan bertahan kuat hingga akhir 2026. Perseroan memperkirakan harga timah berada di kisaran USD 47.000 hingga USD 55.000 per ton.Direktur Produksi dan Komersial PT Timah (Persero) Tbk, Ilhamsyah Mahendra, mengatakan proyeksi didukung oleh pertumbuhan konsumsi logam timah global yang terus meningkat. Hingga Juni 2026, konsumsi global logam timah telah mencapai sekitar 179 ribu ton.“Saat ini kondisi konsumsi global untuk logam timah itu sendiri sampai bulan Juni 2026 179 ribu. Artinya ini juga meningkat cukup signifikan dibanding tahun lalu,” kata Ilhamsyah saat Public Expose Live 2026 secara daring, Kamis (10/9).Peningkatan konsumsi juga menghadapi tantangan dari sisi pasokan. Ilhamsyah menyebut saat ini ada kesenjangan sekitar 3 persen antara produksi dan konsumsi timah global.“Artinya secara harga dan juga potential dan juga projection untuk industrinya masih sangat diproyeksikan tumbuh dan harga juga akan bertahan kuat di level untuk prediksi kami di level 47 ribu sampai 55 ribu [USD per ton],” kata Ilhamsyah.Di tengah prospek pasar global, konsumsi logam timah di dalam negeri masih belum menunjukkan pertumbuhan signifikan. Kata Ilhamsyah, konsumsi domestik masih berada di kisaran 4.000 hingga 5.000 ton per tahun.“Untuk domestik sendiri belum ada pertumbuhan yang signifikan atas konsumsi logam timah. Masih di sekitaran 4.000 sampai 5.000 ton per tahun, ini merupakan salah satu challenge di mana di beberapa kesempatan saya juga sampaikan bahwa tidak hanya hilirisasi yang perlu didorong untuk dilakukan ekspansi atau pertumbuhan,” ujarnya.Ilhamsyah menilai, pengembangan industri timah perlu berjalan beriringan dengan hilirisasi. Pemerintah, kata dia, perlu mendorong industrialisasi agar peningkatan konsumsi dan nilai tambah komoditas timah bisa lebih banyak dinikmati di dalam negeri.“Harus didorong dibangunnya dan juga ditariknya investasi untuk pembangunan misalnya pabrik laptop, pabrik semikonduktor, pabrik PCB, pabrik handphone,” kata Ilhamsyah.Dengan pembangunan industri tersebut, peningkatan konsumsi logam timah di dalam negeri diharapkan tak hanya berasal dari aktivitas hilirisasi, tetapi juga dari tumbuhnya industri pengguna timah.Lebih lanjut, Ilhamsyah melihat perkembangan industri teknologi turut menjadi faktor yang mendukung prospek permintaan timah global. Pertumbuhan industri artificial intelligence (AI) dan semikonduktor disebut berada di kisaran 2-3 persen di berbagai aspek.“Kita lihat secara landscape market juga ini dari sisi artificial intelligence, semikonduktor semuanya tumbuh 2 sampai 3 persen di tiap aspek dan juga industri,” lanjut Ilhamsyah.Di sisi lain, pertumbuhan permintaan belum diikuti dengan ekspansi kapasitas yang signifikan dari produsen logam timah maupun pemain refining di dunia.“Sedangkan belum ada ekspansi kapasitas dari semua pemain atau player refining atau produsen logam timah di dunia,” tutur Ilhamsyah.Pekerja melakukan proses pencetakan balok timah di Divisi Pengolahan dan Peleburan Unit Metalurgi PT Timah Tbk di Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (22/1/2025). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTOBidik Pasar Ekspor BaruPT Timah berencana memperluas pangsa global pada 2026 dengan membuka pasar baru di Filipina dan Inggris.Menurut Ilhamsyah, ekspansi pasar global menjadi bagian dari strategi perseroan untuk meningkatkan penjualan.“Untuk pasar global, untuk informasi, untuk tahun 2026 ini PT Timah sudah melakukan perluasan salah satunya di pasar Asia Tenggara, dan juga Eropa, yaitu di Filipina,” ujarnya. Selain Filipina, PT Timah memperluas pasar di Inggris, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pabrik yang berlokasi di Southampton.“Itu adalah pembukaan pasar baru dari PT Timah dan juga United Kingdom. Khususnya factory yang ada di lokasinya di Southampton. Nah, di Vietnam juga dan India kita ada pertumbuhan secara volume,” ujarnya.India jadi salah satu pasar yang mencatat pertumbuhan paling moncer bagi PT Timah. Kontribusi market share India terhadap pasar perseroan meningkat dari 5 persen menjadi 12 persen pada tahun ini.“Utamanya India yang signifikan, yang tadinya kontribusi market share India untuk pasar PT Timah hanya 5%, tahun ini tumbuh 12%. Ini juga didukung dari ekspansi pembangunan pabrik-pabrik handphone dan juga semikonduktor di India,” jelas Ilhamsyah.Pertumbuhan didukung ekspansi industri ponsel dan semikonduktor di India, terutama di kawasan Noida dan Greater Noida. Salah satunya melalui pembukaan pabrik Foxconn yang berkaitan dengan produksi iPhone.“Tumbuh produksinya dari 33 juta handphone menjadi 55 juta. Nah, ini jadi salah satu key drivers pertumbuhan market share di India,” sebut dia.PT Timah sebelumnya telah menjajaki pasar baru di kawasan Timur Tengah. Namun, rencana tertunda setelah terjadi perang antara Iran dan AS beberapa bulan lalu.Ilhamsyah mengatakan Timur Tengah tetap menjadi salah satu pasar yang dibidik perseroan untuk ekspansi pada 2027.“Dan tentu juga sebenarnya ketika sebelum ada perang Iran dan juga US beberapa bulan lalu, sebenarnya kita sudah dealing dengan market baru di Middle East. Tapi saat ini tertunda dan tentu Middle East menjadi pasar target kita di tahun depan 2027,” ungkap Ilhamsyah.