Christine Hakim saat acara konferensi pers cast reveal dan trailer Laut Bercerita di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (24/2/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanAktris senior, Christine Hakim, kembali memerankan sosok ibu. Kali ini Christine menjadi seorang ibu dalam film Laut Bercerita yang merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Leila S. Chudori. Meski dalam kehidupan nyata dirinya tidak memiliki anak biologis, kondisi tersebut tak menjadi halangan baginya untuk mendalami peran sebagai seorang ibu.Christine Hakim justru melihat pengalaman tersebut sebagai kesempatan yang diberikan Tuhan kepadanya untuk memahami perasaan para ibu.“Tuhan tidak menitipkan anak biologis untuk saya. Saya kira bukan pertama kali saya mengatakan ini di depan media. Tapi justru karena Tuhan ingin saya mewakili, merasakan, bagaimana perasaan para ibu dalam kehidupan di alam semesta ini dengan segala permasalahan, tantangan yang harus dihadapi oleh para ibu,” kata Christine dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta.Menurut Christine, tidak memiliki anak biologi bukan berarti membuat dirinya kehilangan naluri dan perasaan sebagai seorang perempuan maupun ibu.“Saya harus bersyukur karena ini. Walaupun saya tidak punya anak biologis, tapi tidak berarti saya harus kehilangan rasa saya sebagai perempuan, sebagai seorang ibu,” tuturnya.Christine merasa profesinya sebagai aktris memberinya kesempatan untuk merasakan berbagai pengalaman kehidupan, termasuk bagaimana menjadi seorang ibu dengan segala persoalannya.“Justru barangkali saya salah satu di antara mereka-mereka yang punya profesi seperti saya yang bisa merasakan bagaimana perasaan para ibu-ibu itu semua,” ucap Christine.Konferensi pers film Laut Bercerita di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Foto: Aprilandika Pratama/kumparanDalam film terbarunya, Laut Bercerita, Christine kembali memerankan karakter seorang ibu. Dalam film tersebut, ia harus menggambarkan perasaan seorang ibu yang kehilangan anak. Karakter tersebut menghadirkan harapan yang tidak pernah berhenti untuk bisa kembali bertemu dan memeluk sang anak.“Di dalam film juga seperti itu. Tapi saya tidak bisa mengangkat kepala saya saat ini sebagai… apa yang saya rasakan sebagai ibu dari Laut. Harapan yang pasti tidak akan pernah berhenti untuk selalu berharap suatu hari dia akan kembali bisa memeluk anaknya,” ungkapnya.Bagi Christine, pekerjaan seorang ibu tidak pernah benar-benar selesai. Ia menyebut peran tersebut sebagai bagian dari pembelajaran yang diberikan Tuhan dalam kehidupannya.“Pekerjaan ibu itu tidak pernah selesai sampai Tuhan memang sudah menggariskan kehidupannya sudah selesai. Itu yang saya ketahui. Itu yang saya rasakan. Itu yang Tuhan berikan pembelajaran buat saya,” kata Christine.Christine juga melihat sosok ibu dalam film memiliki kemiripan dengan kehidupan nyata. Seorang ibu akan terus mendampingi anak-anaknya, membantu mereka menjalani kehidupan, hingga menata masa depan.“Tuhan masih izinkan saya untuk selalu berada di samping anak-anak saya. Mendampingi mereka berjuang, menjalani kehidupannya, menata masa depannya, dan itu berarti juga masa depan saya, masa depan kita semua,” pungkasnya.Christine Hakim saat acara media junket peluncuran teaser dan poster film Semua Akan Baik-Baik Saja di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanLaut Bercerita merupakan film yang mengisahkan rasa kehilangan, daya tahan, sekaligus harapan. Biru Laut (Reza Rahadian), mahasiswa di Yogyakarta pada akhir 1990-an, tumbuh dari keluarga yang hangat.la bergabung dalam aktivis kelompok diskusi "Winatra" pimpinan Bram (Yoga Pratama) dan Kasih Kinanti (Dian Sastrowardoyo). Laut bersama para sahabatnya di Winatra seperti Daniel Tumbuan (Kevin Julio), Alex Perazon (Ben Nugroho), dan Sunu Dyantoro (Dewa Dayana), aktif dalam diskusi buku, serta berusaha membentuk organisasi politik yang dilarang pada masa itu.Kelompok diskusi itu juga aktif turun ke jalan, membela kelompok yang lemah dan terpinggirkan. Tak semua mulus berjalan, diduga karena adanya pengkhianatan di dalam. Hingga pada satu waktu, kelompok diskusi itu dijadikan kambing hitam peristiwa kekerasan politik. Semua anggota Winatra lari dari kejaran aparat. Sebagian tak jelas nasibnya, termasuk Laut.Selain Christine Hakim, sejumlah aktor dan aktris turut dipercaya tampil dalam film karya rumah produksi Pal8 Pictures itu. Di antaranya, Dian Sastrowardoyo, Eva Celia, Reza Rahadian, Yunita Siregar, Arswendy Bening Swara, Kevin Julio, Ibnu Jamil dan sejumlah aktor lainnya.Film karya sutradara Yosep Anggi Noen ini bakal tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026.