Sebuah poster kampanye partai sayap kanan jauh Alternatif untuk Jerman (AfD) bertuliskan "Berlin butuh ketertiban" terpasang di depan markas besar partai konservatif Uni Demokrat Kristen (CDU) Jerman, Berlin, Snin (7/9/2026). Foto: RALF HIRSCHBERGER/AFPPartai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) meraih kemenangan telak dalam pemilu regional di Saxony-Anhalt, Jerman, Minggu (6/9). Kemenangan tersebut menjadi pukulan bagi Kanselir Friedrich Merz dan partai konservatifnya, Christian Democratic Union (CDU).Saxony-Anhalt merupakan salah satu negara bagian di wilayah bekas Jerman Timur yang dahulu berada di bawah pemerintahan komunis. Wilayah tersebut menjadi bagian dari Republik Demokratik Jerman (GDR) sebelum reunifikasi Jerman pada 1990.Berdasarkan proyeksi lembaga penyiaran publik ARD dan ZDF, AfD meraih sekitar 44 persen suara. Perolehan itu lebih dari dua kali lipat dibandingkan dukungan yang diperoleh partai tersebut dalam pemilu sebelumnya.AfD unggul jauh dari CDU yang memperoleh sekitar 18 persen suara. CDU merupakan partai yang menaungi Kanselir Friedrich Merz sekaligus partai yang selama ini memimpin pemerintahan negara bagian Saxony-Anhalt."Kami telah membuat sejarah hari ini," kata kandidat utama AfD di Saxony-Anhalt, Ulrich Siegmund, 35 tahun, saat penghitungan suara masih berlangsung, seperti dikutip dari AFP.Perdana Menteri Saxony-Anhalt dari CDU, Sven Schulze, menyebut hasil tersebut sebagai pukulan berat. Meski demikian, Schulze akan tetap menjalankan tugas sebagai pemimpin sementara selama proses pembentukan pemerintahan baru.Kemenangan AfD belum otomatis membuat partai tersebut dapat memerintah di Saxony-Anhalt. Partai itu diperkirakan hanya memperoleh kurang dari separuh kursi di parlemen negara bagian sehingga masih membutuhkan dukungan partai lain untuk membentuk pemerintahan.Seluruh partai utama Jerman telah menyepakati apa yang dikenal sebagai "firewall", yakni kebijakan untuk tidak bekerja sama dengan AfD. Cabang AfD di Saxony-Anhalt sendiri dikategorikan sebagai organisasi ekstremis sayap kanan oleh badan intelijen domestik Jerman.Ketua bersama AfD, Alice Weidel, tetap memuji hasil tersebut sebagai sesuatu yang sensational. Ia mengatakan partainya telah memperoleh mandat yang sangat jelas untuk memerintah Saxony-Anhalt.Namun, proses pembentukan pemerintahan diperkirakan akan berlangsung sulit.CDU sebelumnya berharap dapat mempertahankan kekuasaan melalui koalisi dengan partai-partai lain, termasuk Partai Sosial Demokrat (SPD), Greens, dan Die Linke. Namun, kombinasi tersebut diperkirakan masih belum cukup untuk mencapai mayoritas.AfD di sisi lain dapat mempertimbangkan dukungan dari Bündnis Sahra Wagenknecht (BSW), partai kecil berhaluan kiri yang bersikap keras terhadap imigrasi dan memiliki pandangan yang lebih lunak terhadap Rusia.BSW diperkirakan hanya lolos tipis ke parlemen negara bagian dengan perolehan sekitar 5 persen suara.Jika berhasil membentuk pemerintahan, AfD akan mencatat sejarah dengan menjadi partai sayap kanan tersebut untuk pertama kalinya memimpin sebuah pemerintahan negara bagian di Jerman.Kemungkinan tersebut menjadi perhatian besar di Jerman, negara yang selama puluhan tahun menerapkan pembatasan ketat terhadap kelompok politik ekstremis karena sejarah Nazi, Perang Dunia II, dan Holocaust.Ribuan penentang AfD sebelumnya menggelar demonstrasi di Magdeburg, ibu kota Saxony-Anhalt, pada Sabtu (5/9), sehari sebelum pemilu. Para demonstran membawa spanduk bertuliskan "life is better without Nazis".Manfaatkan Sentimen Jerman TimurUlrich Siegmund, kandidat unggulan dalam pemilihan negara bagian Saxony-Anhalt dari partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD), meninggalkan lokasi setelah konferensi pers di Berlin, Jerman, Senin (7/9/2026). Foto: Odd Andersen/AFPAfD berhasil memanfaatkan sentimen yang masih kuat di sejumlah wilayah bekas Jerman Timur, termasuk nostalgia terhadap kehidupan di era Jerman komunis serta kekecewaan atas kesenjangan ekonomi dengan wilayah bekas Jerman Barat.Meski reunifikasi Jerman telah berlangsung lebih dari tiga dekade, ketimpangan ekonomi antara kawasan timur dan barat masih menjadi isu politik di sejumlah wilayah timur.Siegmund menjadi figur utama dalam kampanye AfD di Saxony-Anhalt. Mantan pengusaha tersebut memiliki jumlah pengikut yang besar di media sosial dan kerap dikerumuni pendukung ketika berkampanye.Ia juga memanfaatkan simbol identitas lokal Jerman Timur dengan kerap mengendarai sepeda motor Simson, kendaraan yang dikenal luas sebagai salah satu produk ikonik era Jerman Timur. Bahkan, Siegmund menggunakan sepeda motor tersebut ketika datang ke tempat pemungutan suara pada Minggu.Ulrich Siegmund, kandidat utama dalam pemilihan negara bagian Saxony-Anhalt untuk partai sayap kanan jauh Alternatif untuk Jerman (AfD) dan pemimpin bersama partainya di tingkat federal, Tino Chrupalla di Berlin, Jerman, Senin (7/9/2026). Foto: Odd Andersen/AFPDi tengah sentimen kebanggaan terhadap identitas masyarakat timur Jerman, Siegmund membawa agenda politik yang keras.Ia berambisi menjadi perdana menteri Saxony-Anhalt dan menjadikan kemenangan di negara bagian tersebut sebagai titik awal revolusi politik yang dapat membawa AfD meraih kemenangan dalam pemilu nasional 2029.Dalam kampanyenya, Siegmund menjanjikan apa yang disebut sebagai "remigration and deportation offensive" terhadap migran yang masuk ke Jerman secara ilegal.AfD juga mengusung agenda anti-woke, termasuk mengganti bendera pelangi LGBTQ di sekolah-sekolah dengan bendera nasional Jerman serta mengurangi penekanan terhadap era Third Reich dalam pendidikan sejarah.Tekanan bagi MerzKanselir Jerman Friedrich Merz. Foto: Tingshu Wang/REUTERSKemenangan AfD semakin menambah tekanan politik terhadap Merz, yang selama ini berjanji menghidupkan kembali perekonomian Jerman yang mengalami stagnasi serta memperketat kebijakan terhadap imigrasi ilegal.Namun, CDU juga menghadapi tantangan dari AfD di tingkat nasional. Dalam sejumlah survei, dukungan terhadap AfD bahkan telah melampaui CDU.Hasil di Saxony-Anhalt menunjukkan semakin kuatnya posisi AfD di kawasan timur Jerman sekaligus memperbesar tantangan bagi partai-partai arus utama yang selama ini mempertahankan kebijakan untuk tidak bekerja sama dengan kelompok sayap kanan tersebut.Meski AfD belum memperoleh mayoritas mutlak di Saxony-Anhalt, kemenangan 44 persen suara memberikan partai tersebut posisi yang sangat kuat dalam menentukan arah politik negara bagian tersebut.