AHY soal Bandara Mulai Dibuka: Tetap Dilakukan Paper Test Setiap 30 Menit

Wait 5 sec.

Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kanan) menyampaikan keterangan pers usai meninjau Posko Penanganan Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (7/9/2026). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTOMenteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan sejumlah bandar udara yang sempat ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai dibuka kembali secara bertahap.Meski demikian, AHY menegaskan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas mutlak yang tidak dapat dikompromikan.“Intinya kami ingin tetap memastikan safety first, keselamatan nomor satu. Dari sisi penerbangannya harus benar-benar aman dari dampak abu vulkanis,” ujar AHY saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (8/9).Untuk menjamin keamanan ruang udara, AHY mengatakan otoritas navigasi penerbangan bersama badan meteorologi terus memantau kondisi landasan dan atmosfer melalui pengujian berkala setiap 30 menit.“AirNav dengan BMKG itu melakukan paper test yang dilakukan setiap setengah jam sekali untuk memastikan apakah kadar ataupun substansi partikel silika atau yang terbawa oleh abu vulkanis itu masih sangat membahayakan penerbangan, mesin pesawat, termasuk juga mengganggu landas pacu,” jelas AHY.Sebuah pesawat Citilink Airbus lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, saat bandara dibuka kembali menyusul letusan Gunung Anak Krakatau, di Tangerang, Selasa (8/9/2026). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERSBerdasarkan pemantauan satelit dan laporan penerbangan, sebaran abu vulkanis di ketinggian kini bergerak menjauh ke arah barat daya menuju Samudra Hindia. Tren pergerakan tersebut dinilai memberi ruang aman bagi rute-rute udara di bagian barat Jawa dan Sumatera.“Dan (penyebaran abu) ini diharapkan makin lama makin bergeser dan lepas dari wilayah daratan Lampung maupun Banten dan termasuk Jabodetabek ini,” tuturnya.“Dengan demikian harapannya ya semakin aman bagi beroperasinya kembali bandara-bandara yang sebelumnya ditutup,” imbuhnya.Kendati situasi ruang udara berangsur normal, AHY mengingatkan regulator dan operator bandara tetap siaga mengantisipasi dinamika aktivitas vulkanik serta arah angin yang sewaktu-waktu dapat berubah.“Tapi kita terus kawal, kita terus amati jika ada erupsi berikutnya atau ada perkembangan lain karena arah angin bisa berubah dan ini semua membutuhkan pengawalan ketat,” pungkasnya.