Foto: Di Tengah Karhutla Padang Sugihan, Gajah Sumatera Tetap Bertahan

Wait 5 sec.

Asap membumbung tinggi dari hutan yang terbakar di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (10/9/2026). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTOBerdasarkan data BKSDA Sumatera Selatan, luas hutan yang terbakar pada 26 Agustus hingga 6 September 2026 mencapai 2.300 hektare. Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTODari jumlah tersebut, sekitar 90 hektare masih terbakar dan terus dilakukan penanganan. Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTOBalai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan mengerahkan 12 personel Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin, 12 personel BKO dari Manggala Agni Daops Sumatera IX-Jambi, Masyarakat Peduli Api (MPA), 10 orang personel BKO dari Balai Taman Nasional Ujung Kulon dan Balai Taman Nasional Bukit Duabelas. Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTODi tengahnya karhutla, terlihat seekor anak gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) berusia 25 hari mencari makan bersama induknya di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin. Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTOAnak gajah sumatra berjenis kelamin betina tersebut lahir pada 17 Agustus 2026 dari induk betina bernama Lestari dan induk jantan bernama Gapula di PKG Jalur 21 Padang Sugihan. Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTOSementara, kawasan PKG Jalur 21 Padang Sugihan seluas 7.349,6 hektare tersebut telah membiakkan 15 gajah sumatra, terdiri atas delapan jantan dan tujuh betina, sejak 3 Maret 2007 hingga 17 Agustus 2026, dengan total populasi gajah jinak sebanyak 29 individu yang terdiri atas 14 dewasa, enam remaja, dan sembilan anak atau bayi. Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTOFoto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTOFoto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTOAsap membumbung tinggi dari hutan yang terbakar di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (10/9/2026).Berdasarkan data BKSDA Sumatera Selatan, luas hutan yang terbakar pada 26 Agustus hingga 6 September 2026 mencapai 2.300 hektare.Dari jumlah tersebut, sekitar 90 hektare masih terbakar dan terus dilakukan penanganan. Pemadaman melibatkan Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta personel dari Balai Taman Nasional Ujung Kulon dan Balai Taman Nasional Bukit Duabelas.
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan mengerahkan 12 personel Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin, 12 personel BKO dari Manggala Agni Daops Sumatera IX-Jambi, Masyarakat Peduli Api (MPA), 10 orang personel BKO dari Balai Taman Nasional Ujung Kulon dan Balai Taman Nasional Bukit Duabelas.Di tengahnya karhutla, terlihat seekor anak Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) berusia 25 hari mencari makan bersama induknya di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin. Anak Gajah Sumatera berjenis kelamin betina tersebut lahir pada 17 Agustus 2026 dari induk betina bernama Lestari dan induk jantan bernama Gapula di PKG Jalur 21 Padang Sugihan.Sementara, kawasan PKG Jalur 21 Padang Sugihan seluas 7.349,6 hektare tersebut telah membiakkan 15 Gajah sumatera, terdiri atas delapan jantan dan tujuh betina, sejak 3 Maret 2007 hingga 17 Agustus 2026, dengan total populasi gajah jinak sebanyak 29 individu yang terdiri atas 14 dewasa, enam remaja, dan sembilan anak atau bayi.Seorang penjaga (mahout) menuntun gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) jinak menuju sungai kecil di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (10/9/2026). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO