Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanAnggota Komisi I DPR RI Dave Laksono mendorong Dewan Pers dan pemerintah segera memperkuat standard operating procedure (SOP) keselamatan kerja bagi awak media di wilayah rawan bencana menyusul hilang kontaknya 5 jurnalis yang meliput di sekitar Anak Krakatau, Senin (7/9).Dave menilai peristiwa ini menjadi pengingat keras atas tingginya risiko keselamatan yang dihadapi jurnalis saat bertugas di garis depan.“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan jurnalis di wilayah bencana harus mendapat perhatian serius, karena mereka tetap menjalankan tugas penting untuk memberikan informasi kepada masyarakat dalam situasi yang penuh risiko,” kata Dave saat dihubungi Kamis (10/9).Terkait ranah pengawasan Komisi I DPR RI yang membidangi urusan pers dan penyiaran, Dave mendorong Dewan Pers serta kementerian/lembaga terkait untuk merumuskan regulasi keselamatan kerja yang lebih ketat.“Dalam konteks kewenangan Komisi I DPR RI, kami mendorong Dewan Pers dan pemerintah terkait untuk memperkuat pedoman serta SOP peliputan di wilayah krisis,” tegasnya.Menurut politisi Partai Golkar ini, SOP tersebut harus memuat protokol mitigasi risiko yang jelas, koordinasi izin di lapangan, hingga sistem komunikasi darurat saat menghadapi situasi kritis.“Standar ini harus memberikan kejelasan mengenai mitigasi risiko, koordinasi dengan otoritas di lapangan, serta mekanisme komunikasi dalam keadaan darurat. Kita ingin memastikan jurnalis dapat menjalankan tugas secara profesional dan bebas, sekaligus memiliki prosedur keselamatan yang memadai saat bekerja di wilayah berisiko tinggi,” paparnya.SAR dan Polda Banten lakukan pencarian 5 jurnalis yang diduga hilang kontak saat meliput ke kawasan Gununag Anak Krakatau, Selasa (8/9/2026). Foto: Dok. Polda BantenDave menambahkan, keselamatan awak media dan tim yang bertugas di lapangan harus senantiasa ditempatkan sebagai prioritas tertinggi.“Pada saat yang sama, keselamatan kelima jurnalis dan seluruh personel yang terlibat dalam pencarian harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.5 Jurnalis Hilang KontakSebelumnya, kejadian ini bermula saat rombongan yang terdiri dari 5 jurnalis bersama 3 awak kapal bertolak menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, menuju perairan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Komunikasi terakhir dilaporkan terputus pada sore hari di hari yang sama sekitar pukul 15.04 WIB.Hingga artikel ini ditulis, operasi SAR gabungan yang dikoordinasikan Basarnas masih terus berlangsung dengan memperluas sektor penyisiran di perairan Selat Sunda hingga wilayah perairan Lampung dan Banten, dengan mengerahkan kapal SAR, perahu cepat (RIB), serta drone thermal guna melacak keberadaan kapal beserta seluruh penumpangnya.