Pertamina Bakal Manfaatkan Minyak Jelantah dari MBG Diolah Jadi Avtur

Wait 5 sec.

Peninjuan produksi bioavtur dari minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO) atau dikenal dengan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Refinery Unit IV Pertamina, Cilacap, Jawa Tengah pada Rabu (27/8/2025). Foto: Argya Maheswara/kumparanPertamina menjajaki pemanfaatan minyak jelantah hasil program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan lewat Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) diolah menjadi avtur atau bakar ramah lingkungan lewat Sustainable Aviation Fuel (SAF).Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap, Hermawan Budiantoro, mengatakan minyak jelantah MBG yang dikumpulkan lewat dapur MBG dan KDMP nantinya bisa menggunakan skema antarbisnis.“UCO (Used Cooking Oil) nanti dikumpulkan dari SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), KDMP,” kata Hermawan di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/9).PT Pertamina Patra Niaga sediakan alat untuk kumpulkan minyak jelantah warga. Foto: Dok. PPNBerdasarkan paparan Hermawan, produksi perdana SAF di Indonesia dilakukan pada Juli-Agustus 2025, setelah sebelumnya melakukan serangkaian uji coba penerbangan komersial pada September 2023 dengan menggunakan armada Garuda Indonesia Boeing 737-800.Uji coba itu dengan mencampurkan 2,4 persen minyak inti sawit yang telah melalui proses pemurnian, pemutihan dan penghilangan bau atau refined, bleached, and deodorized kernel oil (RBDPKO). Pertamina menargetkan nantinya dapat meningkatkan kandungan SAF hingga mencapai 3 persen.Selain dari MBG dan Kopdes Merah Putih, minyak jelantah juga dikumpulkan dari hotel, restoran dan kafe, serta pemasok lain di antaranya Gabungan Pengusaha atau Pelaku Usaha Limbah Minyak Goreng Indonesia (Gapulimgi).Tak hanya melalui skema antarbisnis, Pertamina juga menggunakan skema langsung menyasar konsumen dengan mengumpulkan minyak jelantah yang dipasok dari rumah tangga masyarakat. Harga pembelian UCO melalui skema langsung ke konsumen itu mencapai Rp 6.000 per liter. Sementara melalui skema antarbisnis diperkirakan harganya lebih tinggi.