Proton Exora Executive Tahun 2009. Foto: Dok. Rakhmad AmiraBagi sebagian orang, mobil yang sudah berusia belasan tahun mungkin mulai dipertimbangkan untuk diganti. Apalagi bila mobil tersebut sudah tidak memiliki Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) resmi di Indonesia seperti Proton.Hal itu tidak berlaku bagi Rakhmad Hamira, pemilik Proton Exora Executive lansiran tahun 2009 yang dibelinya pada tahun 2018. Mobil yang usianya 17 tahun tersebut kini masih menjadi kendaraan yang diandalkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.Warga Gunung Kidul, Yogyakarta, itu pertama kali memboyong Exora dengan harga Rp 64 juta. Saat dibeli, odometernya menunjukkan jarak tempuh sekitar 88 ribu kilometer.Proton Exora Executive Tahun 2009. Foto: Dok. Rakhmad AmiraIa bilang, mobil itu sebenarnya menggunakan plat nomor wilayah Jakarta, tapi unitnya berada di Karanganyar, Jawa Tengah. Exora berkelir hitam itu pun hanya terparkir di bawah pohon di salah satu perumahan besar."Saat itu saya melihat iklan di Facebook mobil senyaman Innova dengan harga yang miring dan iritnya seperti Avanza. Dari situ saya tertarik, melihat review di Youtube dan Google, sama tanya-tanya penjualnya," ujar Rakhmad kepada kumparan saat dihubungi, Rabu (9/9).Keputusan tersebut kemudian membawa Rakhmad menjalani pengalaman yang cukup panjang bersama Exora. Selama delapan tahun, mobil besutan Malaysia itu tidak hanya dipakai untuk bepergian, tetapi juga membantu berbagai aktivitas keluarga dan usahanya.Tampilan interior Proton Exora Executive Tahun 2009. Foto: Dok. Rakhmad AmiraKelegaan kabin menjadi salah satu hal yang paling dirasakan Rakhmad selama menggunakan Exora. Baris kedua masih cukup lapang untuk empat orang dewasa, sementara baris ketiga terasa nyaman untuk anak-anak dan masih bisa diisi hingga tiga orang dewasa."Sangat multifungsi sekali saat bawa penumpang, sangat lega ya. Pilih Proton Exora karena saya punya banyak keluarga. Saya juga sudah berkeluarga dengan empat anak. Mobil saya juga untuk usaha tabung gas LPG," lanjutnya.Kabin Proton Exora Executive Tahun 2009. Foto: Dok. Rakhmad AmiraKemampuan membawa banyak muatan tersebut juga didukung karakter berkendara Exora yang menurut Rakhmad tetap nyaman. Di jalan tol, disebutkannya, mobil masih terasa stabil saat dipacu sampai 140-150 km/jam dan tetap aman ketika bermanuver karena dibekali teknologi handling by Lotus, produsen mobil asal Inggris.Karakter tersebut juga membuat Rakhmad tidak khawatir membawa Exora melewati jalan menanjak. Kendati menggunakan penggerak roda depan (FWD), ia menilai tenaga dan torsi mobil masih mumpuni untuk melibas tanjakan."Apa kata orang tentang Exora nggak masalah. Saya menikmatinya, perawatannya masih tergolong murah dan gampang, mobilnya awet juga, sangat puas. Kebanyakan orang yang belum pernah naik pasti komentarnya negatif. Coba diajak naik Exora yang sehat pasti banyak nilai plusnya dibandingin merek Jepang yang seharga Exora," tandasnya.