Pesta Folka Vol. 2 sukses digelar di Urban Forest Cipete pada 29–30 Agustus 2026, menghadirkan puluhan tenant fesyen dan aksesori, styling gratis, workshop, dan beragam aktivitas budaya. Foto: Indonesia KayaAda yang berbeda di Urban Forest Cipete akhir pekan lalu. Salah satu tempat nongkrong yang identik dengan gaya Jakarta Selatan itu ramai disambangi para perempuan dengan tampilan yang mencuri perhatian. Sebagian dari mereka datang mengenakan kain dan kebaya. Bukan karena hendak menghadiri kondangan, para puan ini justru datang untuk menikmati Pesta Folka Vol. 2 yang tahun ini mengusung tema “Generasi Kebaya”.Digelar pada 29–30 Agustus 2026, Pesta Folka membawa kebaya dan wastra Nusantara lebih dekat dengan keseharian generasi muda. Suasananya dibuat santai dan kekinian, dengan deretan booth, aktivitas kreatif, hingga pertunjukan yang bisa dinikmati pengunjung sepanjang akhir pekan.Yang menarik, melihat kebaya di Pesta Folka terasa berbeda dari bayangan kebaya sebagai pakaian untuk acara formal. Di sini, kebaya hadir dalam berbagai warna, potongan, dan gaya. Pengunjung pun bisa melihat sendiri bagaimana busana tradisional tersebut dapat dipadukan dengan berbagai item untuk menciptakan tampilan yang lebih personal.Berburu Kebaya di Berbagai BoothPesta Folka Vol. 2 sukses digelar di Urban Forest Cipete pada 29–30 Agustus 2026, menghadirkan puluhan tenant fesyen dan aksesori, styling gratis, workshop, dan beragam aktivitas budaya. Foto: Indonesia KayaSalah satu keseruan menghabiskan waktu di Pesta Folka tentu saja berkeliling area market. Puluhan booth brand menghadirkan berbagai pilihan fesyen dan aksesori, mulai dari kebaya, kain, aksesori, hingga bunga.Ada jenama Nona Srikaya dengan pilihan kebaya dalam warna-warna playful, Kebaya Widuri yang menawarkan desain elegan dan modern, serta berbagai brand lain dengan karakter dan gaya masing-masing. Buat yang sedang mencari kebaya untuk dipakai sehari-hari, area ini sukses jadi tempat untuk mencari inspirasi.Pesta Folka Vol. 2 sukses digelar di Urban Forest Cipete pada 29–30 Agustus 2026, menghadirkan puluhan tenant fesyen dan aksesori, styling gratis, workshop, dan beragam aktivitas budaya. Foto: Indonesia KayaApalagi, salah satu hal yang terasa kuat dari Pesta Folka adalah ketika kebaya kini semakin mudah dipadukan dengan gaya personal. Kebaya bisa dikenakan dengan kain, jeans, atau berbagai item lain yang sudah ada di dalam lemari. Pilihan styling yang beragam membuat kebaya terasa lebih fleksibel untuk dikenakan di luar momen-momen formal.Kehadiran banyak brand kebaya di Pesta Folka pun menjadi gambaran bahwa busana ini kembali mendapat ruang di kalangan anak muda. Kebaya tidak harus menunggu undangan pernikahan atau acara resmi untuk dikeluarkan dari lemari. Dengan padu padan yang tepat, kebaya bisa menjadi pilihan outfit untuk berbagai kesempatan.Bisa Styling Kebaya dan Rambut GratisPesta Folka Vol. 2 sukses digelar di Urban Forest Cipete pada 29–30 Agustus 2026, menghadirkan puluhan tenant fesyen dan aksesori, styling gratis, workshop, dan beragam aktivitas budaya. Foto: Indonesia KayaSelain berburu koleksi dari berbagai brand, pengunjung juga bisa mampir ke area Indonesia Kaya. Di area Kita Berkebaya, terdapat 15 tenant yang menghadirkan beragam pilihan kebaya untuk dieksplorasi.Ada pula aktivitas yang memungkinkan pengunjung mencoba langsung tampilan berkebaya. Salah satunya kebaya styling gratis bersama Nona Srikaya dan Kebaya Widuri. Pengunjung dapat melihat bagaimana kebaya bisa dipadukan dan disesuaikan dengan gaya personal masing-masing.Untuk melengkapi penampilan, tersedia juga hair styling gratis. Jadi, pengunjung yang datang dengan outfit biasa pun bisa mencoba pengalaman berdandan dengan kebaya dan tatanan rambut yang sesuai.Aktivitas seperti ini membuat pengunjung tidak hanya melihat kebaya dari sisi fashion, tetapi juga mencoba sendiri bagaimana busana tersebut bisa dikenakan dengan cara yang terasa lebih dekat dengan gaya sehari-hari.Weekend Seru dengan Aktivitas KreatifPesta Folka Vol. 2 sukses digelar di Urban Forest Cipete pada 29–30 Agustus 2026, menghadirkan puluhan tenant fesyen dan aksesori, styling gratis, workshop, dan beragam aktivitas budaya. Foto: Indonesia KayaPesta Folka juga punya berbagai aktivitas di luar area fashion. Pengunjung dapat mengikuti Painting and Crafting Beginner Guide, workshop yang ditujukan bagi pemula untuk mengenal proses melukis dalam suasana santai.Ada pula Journaling & Scrapbooking yang mengajak peserta mengolah foto, potongan cerita, dan berbagai kenangan menjadi scrapbook personal. Pengunjung bahkan bisa membawa foto pribadi saat berkebaya untuk dikreasikan dalam sesi tersebut.Sementara untuk menikmati sisi budayanya, ada sejumlah pertunjukan dan aktivitas lain seperti Mbok Jamu Party serta pertunjukan Tortor & Saweran bersama Belantara Budaya dan Nauli Dane.Salah satu agenda yang juga hadir dalam rangkaian Pesta Folka adalah pemutaran film pendek Jalan Pulang dari Indonesia Kaya. Setelah pemutaran film, pengunjung juga berkesempatan mengikuti sharing session bersama Sharon Sitania, salah satu pemeran film tersebut.Pesta Folka Vol. 2 sukses digelar di Urban Forest Cipete pada 29–30 Agustus 2026, menghadirkan puluhan tenant fesyen dan aksesori, styling gratis, workshop, dan beragam aktivitas budaya. Foto: Indonesia KayaDalam sesi tersebut, Sharon turut berbicara mengenai bagaimana kebaya semakin relevan untuk generasi muda. Menurutnya, kebaya dapat dikenakan dengan cara yang lebih fleksibel dan tidak harus selalu terlihat formal.“Jadi memang sebenarnya kebaya itu gak perlu dilihat jadi sesuatu yang terlalu berat, teman-teman, kayak itu adalah sesuatu yang sebenarnya bisa dipake sama kayak gimana kita nge-styling baju kita sehari-hari sekarang,” ujarnya saat sharing session.Pandangan tersebut sejalan dengan suasana yang terasa sepanjang Pesta Folka. Di antara deretan booth dan pengunjung yang datang mengenakan kebaya dengan gaya masing-masing, terlihat bahwa kebaya semakin punya ruang untuk menjadi bagian dari outfit sehari-hari.Pesta Folka Vol. 2 sukses digelar di Urban Forest Cipete pada 29–30 Agustus 2026, menghadirkan puluhan tenant fesyen dan aksesori, styling gratis, workshop, dan beragam aktivitas budaya. Foto: Indonesia KayaBahkan, bagi Sharon, mengenakan kebaya juga berkaitan dengan rasa bangga terhadap budaya yang dimiliki. Ia mengatakan, kebaya tidak hanya dikenakan karena sedang menjadi tren, tetapi juga dapat menjadi cara untuk menunjukkan identitas sebagai perempuan yang berbudaya.“Dan aku bukan cuma menggunakan itu karena ini trendy doang, tapi ternyata aku tuh bangga ya jadi perempuan yang berbudaya gitu sih,” tutup Sharon.Pesta Folka Vol. 2 yang didukung oleh Indonesia Kaya ini memperlihatkan bahwa kebaya dan wastra Nusantara dapat hadir dalam ruang yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat masa kini. Lewat fashion, kreativitas, hiburan, hingga pengalaman langsung, budaya terasa lebih mudah untuk dinikmati dan dieksplorasi.