Laba Bersih United Tractors Capai Rp 956 M pada Semester I 2026, Anjlok 88%

Wait 5 sec.

Ilustrasi United Tractors. Foto: United TractorsPT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan penurunan kinerja keuangan pada Semester I 2026. Laba bersih perseroan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp 956 miliar, anjlok 88 persen dibandingkan Rp 8,13 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.Penurunan laba terjadi seiring dengan pendapatan bersih perseroan yang turun 15 persen menjadi Rp 58,29 triliun dari sebelumnya Rp 68,53 triliun.Selain itu, laba bersih United Tractors sebelum memperhitungkan non-recurring items tercatat Rp 4,26 triliun, turun 48 persen dari Rp 8,2 triliun pada Semester I 2025.Dalam paparan Public Expose 2026 pada Senin (7/9) kemarin, perseroan menjelaskan penurunan pendapatan terutama disebabkan oleh penjualan emas yang lebih rendah di PT Agincourt Resources, serta penurunan kinerja segmen Alat Berat dan Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi.United Tractors juga mencatat non-recurring items sebesar Rp 3,3 triliun sepanjang Semester I 2026. Pos tersebut terutama berasal dari penurunan nilai atas Supreme Geothermal Energy serta pembayaran terkait kegiatan sebelumnya di kawasan hutan sehubungan dengan Persetujuan Pemanfaatan Kawasan Hutan (PPKH) di Tambang Nikel Stargate.Aktivitas pertambangan di United Tractors. Foto: United TractorsDari sisi operasional, penjualan alat berat Komatsu hingga Juli 2026 turun 23 persen menjadi 2.393 unit. Penjualan big machine di sektor pertambangan turun 49 persen menjadi 405 unit, yang dipengaruhi alokasi RKAB batu bara nasional yang lebih rendah.Sementara itu, segmen Kontraktor Penambangan masih mencatat pertumbuhan. Pendapatan bersih pada Semester I 2026 naik 4 persen menjadi Rp 27,2 triliun, terutama didorong penguatan kurs dolar AS.Pada segmen emas dan mineral lainnya, pendapatan turun 66 persen menjadi Rp 2,4 triliun, terutama akibat penurunan penjualan emas sebesar 82 persen. Total penjualan setara emas hingga Juli 2026 tercatat 32 ribu ons, dibandingkan 143 ribu ons pada periode yang sama tahun lalu.Di sisi neraca, per 30 Juni 2026 United Tractors mencatat utang bersih Rp 9,4 triliun dengan rasio gearing 8,5 persen. Posisi itu berbalik dari kas bersih Rp 7,7 triliun pada 31 Desember 2025.